Pengelolaan Akuntansi: Tantangan Utama UMKM di Bisnis Era Digital

Dalam berbisnis, pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan, dan akuntansi adalah salah satu yang terbesar.

UMKM merupakan salah satu sektor bisnis yang berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Badan Pusat Statistik (BPS), serta United Nation Population Fund menyebutkan per 2018 setidaknya ada 58 juta lebih usaha mikro yang aktif di Tanah Air.

Namun, dari angka sebanyak itu, baru sekitar 3,79 juta UMKM yang memanfaatkan teknologi digital seperti marketplace atau toko online sebagai media pemasaran dan promosi produk/jasanya. Selain terbatasnya akses permodalan, kompetensi yang minim di bidang akuntansi adalah penyebab banyak UMKM sulit berkembang.

Berikut beberapa tantangan dalam pengelolaan akuntansi yang jamak dihadapi para pelaku usaha mikro.

  1. Cash Flow

Sumber : sleekr.co

Studi yang dihimpun oleh Jessie Hagen dari U.S. Bank menunjukkan sebanyak 82% bisnis gagal akibat cash flow (arus kas) yang berantakan. Manajemen finansial memang masih menjadi kendala sebagian besar UMKM. Kesulitan dalam mengelola keuangan ini bisa berujung besar pasak daripada tiang, dan bukan tidak mungkin bisnis akan mengalami kebangkrutan.

Oleh karena itu, kelola arus kas bisnis Anda sebaik mungkin. Buat perencanaan keuangan (pemasukan dan pengeluaran) secara detail. Dengan begitu, cash flow perusahaan juga menjadi lebih rapi dan jelas.

  1. Biaya Tak Terduga

Sumber : wallstreetmojo.com

Pengeluaran yang sifatnya trivial dan tidak terduga, misalnya kenaikan harga bahan baku, sebetulnya merupakan kendala yang jarang disadari para pelaku UMKM. Padahal sekecil apa pun jumlahnya, dana untuk pos-pos tak terduga semacam ini bisa berdampak pada kestabilan kondisi keuangan.

Selain mengatur arus kas sebaik mungkin, pastikan kondisi finansial perusahaan cukup stabil sehingga kelangsungan bisnis tetap terjaga meski ada pengeluaran tak terduga atau kebutuhan lain yang sifatnya tiba-tiba dan tak terduga. Caranya dengan melakukan analisis keuangan secara cermat.

  1. Pengelolaan Penggajian

Sumber : ekonomi.kompas.com

Bisnis tak hanya soal pemasukan dan pengeluaran, tapi juga sistem pengelolaan gaji. Bagi pengusaha kecil yang tidak punya cukup bekal di bidang akuntansi dan administrasi, kegiatan mengelola penggajian tentu menjadi hal yang sulit.

Gaji (serta pos apa pun dalam bisnis berkaitan dengan keuangan) mesti diperhitungkan secara benar dan teliti. Jika tidak, hal ini akan berakibat pada membengkaknya pengeluaran dan penumpukan beban administrasi yang berdampak pada kelangsungan bisnis itu sendiri.

Tips Menghindari Kesalahan Akuntansi

Sumber : bisnisbandung.com

Untuk sukses dalam bisnis, seseorang tak harus ahli di bidang hitung-menghitung. Selain merekrut tenaga akuntan profesional, Anda juga bisa menggunakan layanan virtual berupa software pengelolaan akuntansi digital seperti Finata.

Finata merupakan platform pengelolaan akuntansi online yang sangat direkomendasikan kegiatan UMKM. Dengan fitur yang lengkap dan mudah, Anda bisa membuat perencanaan finansial bisnis, menyusun pembukuan, serta mendiagnosis kesehatan keuangan usaha kapan pun dan di mana pun.

Tak hanya akuntansi, Finata juga dilengkapi dengan fitur fiskal yang akan makin mempermudah Anda dalam menghitung pajak, lengkap dengan analisisnya. Yuk, registrasi sekarang dan dapatkan penawaran gratis selamanya untuk UMKM beromzet di bawah Rp300 juta! 

3 Cara Menilai Kesehatan Usaha yang Anda Jalankan

Bingung untuk melakukan penilaian kesehatan usaha Anda? Simak tips berikut!

Secara umum, ciri-ciri bisnis yang sehat biasa digambarkan memiliki pemasukan lebih besar dibanding pengeluaran alias mendapatkan keuntungan. Tak sekadar menganalisis pemasukan, untuk mencari tahu kesehatan usaha Anda, ada sejumlah faktor lain yang juga perlu Anda perhatikan. Simak ulasan berikut untuk mengetahuinya.

  1. Bisnis Mengalami Perkembangan

Sumber : id.techinasia.com

Indikator kesehatan usaha yang pertama yaitu bisnis mengalami perkembangan. Kemampuan sebuah bisnis untuk berubah, berinovasi, dan terus tumbuh menjadi hal utama yang dibutuhkan agar mampu bersaing dengan usaha lainnya. Apabila pertumbuhan bisnis berjalan sempurna, maka bisa diartikan aktivitas bisnis Anda dalam kondisi sehat. 

Sementara, jika Anda merasa usaha yang Anda jalankan berada dalam situasi stagnan, segera lakukan evaluasi untuk meminimalisasi kerugian dan risiko bangkrut. Adapun sejumlah faktor yang bisa membuat bisnis tidak berkembang ialah sumber daya yang terbatas namun permintaan produk meningkat, tidak memiliki keunikan, manajemen yang buruk, dan minimnya perencanaan. 

  1. Memantau dengan Saksama Profit Usaha

Sumber : Sleekr.co

Bisnis merupakan proses berulang yang seharusnya memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Tidak ada laba dalam periode berkelanjutan, maka usaha tersebut dikatakan bangkrut. Sebagai pemilik usaha, sudah seharusnya Anda memperhatikan kesehatan usaha dengan cara menganalisis keuntungan yang diterima. 

Apabila dalam suatu waktu, bisnis memperoleh keuntungan yang minim, Anda pun perlu memantau kembali apakah strategi pemasaran yang dijalankan sudah maksimal, apakah kualitas bahan baku yang digunakan sesuai dengan nilai jual produk, hingga kemungkinan adanya penyelundupan barang oleh karyawan. 

Informasi terkait keuntungan usaha ini bisa Anda dapatkan dari laporan keuangan. Oleh karena itu, laporan keuangan usaha juga perlu dibuat sebaik mungkin.

  1. Memperhatikan Kondisi Utang 

Sumber : Republika.co.id

Tak kalah penting dari laporan keuntungan, bisnis yang sehat bisa dilihat dari laporan utang piutang. Dalam menunjang keberlangsungan sebuah bisnis, tak dimungkiri bila si pemilik akan mencari modal baik dari investor ataupun dengan cara kredit dari bank. Karenanya, penting bagi Anda untuk memantau kondisi utang secara berkala. Jika pada satu waktu nilai utang mengalami peningkatan, maka Anda perlu memikirkan cara untuk menurunkan besar utang yang Anda tanggung. Apabila dalam kurun waktu tertentu Anda tidak bisa melunasinya, artinya ada yang salah dengan usaha yang Anda jalankan. 

Itulah 3 tips yang bisa Anda praktikkan untuk menilai kesehatan usaha. Berdasarkan penjelasan pada poin kedua, laporan keuangan menjadi salah satu sarana untuk menilai suatu bisnis dalam kondisi sehat atau tidak. Maka dari itu, usahakan menyusun catatan keuangan dengan baik mulai sekarang. 

Untuk mempermudah Anda dalam menyusun catatan keuangan, Finata hadir dengan memberikan berbagai fitur untuk memudahkan pencatatan keuangan Anda. Sejumlah fitur yang dapat Anda manfaatkan dari Finata seperti Kelola Pajak, Master Data, Laporan Lengkap, Reminder, Sensor Keuangan, dan Transaksi In Out. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut mengenai Finata.

Finata: Aplikasi Pengelolaan Keuangan yang Wajib Dimiliki Pelaku UMKM

Sebagai pelaku UMKM, penting bagi Anda untuk melakukan pengelolaan keuangan dengan baik. Agar lebih mudah dan praktis, gunakan aplikasi Finata. 

Dalam sebuah bisnis, pengelolaan keuangan sangat penting dilakukan demi menjaga kondisi finansial perusahaan tetap sehat. Manajemen sumber daya moneter ini wajib dimiliki oleh perusahaan skala besar hingga kecil sekalipun. Apabila tidak dijalankan, maka pelaku bisnis yang bersangkutan sangat berisiko mengalami kegagalan, karena mereka tidak bisa memastikan jumlah pemasukan dan pengeluaran yang digunakan. 

Masalahnya, banyak pelaku UMKM yang masih belum paham pentingnya mengelola keuangan dan membuat laporan pembukuan. Bahkan, hasil riset dari MarkPlus Insight pada tahun 2016 mengungkapkan bahwa 37,5% pelaku UMKM belum melakukan sistem pembukuan bagi bisnisnya.

Pentingnya Pengelolaan Keuangan bagi Pelaku UMKM

Sumber : mnews.co.id

Setidaknya, ada 4 alasan utama mengapa sebagai pelaku UMKM Anda wajib melakukan pengelolaan keuangan. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

  1. Mencermati Pengeluaran Modal

Manajemen keuangan membantu Anda dalam mencermati setiap pengeluaran. Dengan adanya pencatatan yang baik, Anda bisa lebih mudah mempertimbangkan apakah modal yang akan dikeluarkan untuk membeli aset sebanding dengan apa yang dihasilkan

  1. Mengatur Cash Flow

Sumber : zahiraccounting.com

Adanya manajemen finansial juga membantu Anda mengatur cash flow atau aliran kas perusahaan. Dengan demikian, Anda akan selalu memiliki kas yang cukup untuk menjalankan kegiatan bisnis sehari-hari. Misalnya untuk sewa kantor, menggaji karyawan, membayar tagihan, serta keperluan lainnya.

  1. Menekan Pengeluaran

Dengan mengelola keuangan, Anda juga bisa menekan biaya pengeluaran. Misalnya jika bulan lalu laporan keuangan Anda menunjukkan tagihan listrik yang besar, di bulan berikutnya Anda bisa melakukan efisiensi dengan mengurangi penggunaannya.

  1. Membantu Perhitungan Pajak

Sebagai pelaku usaha, Anda tentu wajib membayar dan melaporkan pajak secara rutin kepada pemerintah. Nah, pembayaran pajak ini butuh pencatatan dan perhitungan yang baik. Dengan melakukan pengelolaan keuangan, Anda akan lebih mudah menghitung estimasi pajak sehingga bisa mengalokasikan sejumlah dana untuk membayar pajak tepat waktu.

Pengelolaan Keuangan yang Mudah dan Efektif dengan Finata

Sumber : Hamas.co

Apabila Anda sedang mencari software akuntansi untuk membantu proses pengelolaan keuangan perusahaan, Finata bisa menjadi pilihan tepat untuk menghemat biaya dan waktu berharga Anda. Dengan pengoperasian yang mudah dan praktis, aplikasi pengelolaan keuangan yang bisa digunakan oleh semua jenis bisnis ini memiliki sejumlah fitur unggulan yang siap membantu Anda mengelola data-data perusahaan, mencatat laporan pemasukan dan pengeluaran, mengelola pajak, memastikan arus kas bisnis tetap stabil, hingga mendiagnosis kesehatan bisnis secara keseluruhan. 

Soal keamanan, Anda pun tidak perlu khawatir karena data-data yang tersimpan di dalam sistem Finata senantiasa terjamin keamanannya. Dengan Finata, proses bisnis akan berjalan lebih efektif dan efisien sehingga Anda bisa lebih fokus untuk mengembangkan bisnis. Untuk info selengkapnya, kunjungi saja www.finata.id atau kontak email support@finata.id.

Apa Saja Indikator Kesehatan Keuangan sebuah Perusahaan?

Yakin keuangan perusahaan Anda sehat? Cek indikator bisnis berikut untuk mengetahui lebih jelas!

Mengukur kesehatan keuangan bisnis tidak sesederhana menghitung beban utang dan aset. Untuk memastikan kondisi keuangan perusahaan tetap stabil dalam jangka panjang, seorang pengusaha perlu melakukan analisis rasio keuangan secara mendalam.

Selain mengukur kinerja perusahaan, analisis rasio juga bisa dijadikan patokan untuk menilai tepat tidaknya keputusan finansial yang telah diambil, termasuk yang berkaitan dengan investasi, permodalan, sampai kebijakan deviden.

Lalu, apa saja sih indikator kesehatan keuangan sebuah bisnis?

  1. Rasio Likuiditas

Sumber : Medcom.id

Liquidity ratio merujuk pada kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya, seperti gaji karyawan, utang perusahaan, biaya operasional, dan sebagainya. Rumus perhitungannya adalah total aset (kas) dibagi jumlah pengeluaran bulanan. Satuannya adalah bulan.

Jadi, misalnya perusahaan Anda memiliki aset sebesar Rp500 juta dengan pengeluaran bulanan rutin Rp100 juta, maka rasio likuiditasnya adalah 5 bulan. Artinya, sisa aset saat ini bisa dipakai untuk menyokong segala biaya operasional selama 5 bulan dalam kondisi tidak ada pemasukan sama sekali.

  1. Rasio Profitabilitas

Sumber : Slideplayer.info

Profabilitas merupakan rasio yang dipakai untuk melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, dan kelangsungan hidup bisnis ke depannya. Nilai profabilitas bisnis dapat dihitung sesuai jenis labanya dengan menggunakan rumus Gross Profit Margin, Operating Profit Margin, Net Profit Margin, Return on Assets (ROA), atau Return on Investment (ROI).

  1. Debt Service Ratio 

Sumber : Merchantmaverick.com

Utang merupakan hal yang wajar dalam bisnis. Nah, untuk menilai apakah kondisi keuangan perusahaan Anda masih sehat atau tidak meski berutang, cobalah hitung menggunakan rasio pelunasan utang.

Angkanya dapat diperoleh dengan cara membagi beban cicilan utang dengan nilai pendapatan. Misalnya perusahaan dengan aset sebesar Rp5 miliar memiliki beban mencicil utang Rp500 juta setiap tahun. Maka debt service ratio-nya adalah 10%.

Ingat, angka maksimal debt service ratio adalah 35% dan tidak boleh lebih dari itu. Jika melebihi angka ideal, artinya keuangan perusahaan Anda bermasalah.

  1. Rasio Solvabilitas

Sumber : rri.co.id

Untuk mengetahui seberapa besar risiko bangkrut perusahaan Anda di masa depan, hitunglah dengan rumus rasio solvabilitas. Caranya dengan membagi total kekayaan bersih dengan aset yang dimiliki.

Misal, total kekayaan bersih perusahaan adalah Rp50 miliar dengan nilai aset sebesar Rp75 miliar. Maka rasio solvabilitasnya adalah 66%. Artinya perusahaan tetap bisa bertahan meski terjadi penurunan aset sampai 66%.

Finatas: Solusi Praktis Menganalisis Kondisi Keuangan Perusahaan 

Untuk mengukur kesehatan finansial bisnis, Anda wajib berpedoman pada hasil laporan keuangan. Nah, agar segala aktivitas pencatatan keuangan perusahaan tersusun dengan rapi dan sistematis, penggunaan teknologi komputasi accounting seperti Finata bisa dijadikan solusi.

Finata merupakan satu-satunya software akuntansi yang menawarkan fitur lengkap untuk mendukung segala aktivitas akuntansi bisnis Anda, mulai dari pencatatan, analisis keuangan untuk menilai kesehatan bisnis, sampai perhitungan pajak, dengan sistem berbasis web yang mudah diakses kapan pun dan di mana pun.Yuk, cek kesehatan keuangan bisnis Anda dengan Finata dan dapatkan manfaat GRATIS SELAMANYA untuk UMKM beromzet di bawah Rp300 juta!

Pembukuan dan Catatan Akuntansi Harus Up to Date Karena 4 Alasan Ini

Pembukuan keuangan merupakan salah satu kebutuhan bisnis yang tidak boleh diabaikan. Catatan ini harus selalu up to date karena sejumlah alasan berikut ini.

Dalam mengelola sebuah bisnis, diperlukan catatan keuangan yang jelas dan benar. Dari catatan tersebut, perusahaan dapat mengetahui sejumlah informasi penting. Sejalan dengan kegunaannya yang krusial, pembukuan keuangan juga harus selalu up to date.

Memangnya, sepenting apa? Nah, berikut 4 alasan yang perlu Anda ketahui.

  1. Berguna sebagai data untuk pelaporan pajak

Sumber : Mec.co.id

Di Indonesia, sebuah perusahaan atau pelaku usaha secara otomatis menjadi Wajib Pajak Badan. Oleh karena itu, salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha adalah membayar pajak. Dalam UU No. 36 Tahun 2008, salah satu jenis pajak yang harus dibayarkan adalah Pajak Penghasilan (PPh). 

Penghasilan antara lain mencakup laba usaha, bunga, keuntungan dari penjualan, dan penerimaan lainnya. Untuk menghitung Penghasilan Kena Pajak tersebut, perusahaan tentu perlu memiliki laporan keuangan yang jelas, rinci, dan up to date.

  1. Berguna sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan bisnis

Sumber : Jurnal.id

Bagaimana pelaku usaha dapat mengambil keputusan bisnis jika tidak mengetahui kondisi keuangan dalam perusahaannya? Itulah sebabnya catatan keuangan yang up to date memiliki fungsi yang sangat penting. 

Sebagai contoh, untuk memproduksi barang, perusahaan membutuhkan biaya operasional. Jumlah produksi tentu harus disesuaikan dengan dana yang tersedia. Perlu diingat bahwa keputusan bisnis yang keliru dapat menyebabkan kerugian pada perusahaan.

  1. Untuk mengetahui perkembangan bisnis dalam gambaran besar

Sumber : zahiraccounting.com

Melalui catatan akuntansi yang up to date, Anda akan memiliki gambaran tepat mengenai perkembangan bisnis yang dijalani. Cash flow perusahaan, baik masuk maupun keluar, dapat dengan mudah diketahui. Omzet maupun keuntungan bisnis bisa dideteksi dengan jelas dan detail lewat catatan akuntansi. 

Mengetahui perkembangan bisnis dari segi ini berdampak pada banyak hal lain, salah satunya dalam eksplorasi dan inovasi yang sebaiknya dilakukan. Jika arah bisnis menunjukkan kecenderungan positif, langkah ke tahap selanjutnya dapat dengan mudah dieksekusi.

  1. Mencegah terjadinya kerugian

Sumber : nalar.id

Berbekal informasi keuangan yang up to date, Anda dapat mencegah kerugian besar. Hal ini mungkin terjadi karena kesalahan dalam mengambil keputusan pada masa lalu. Laporan keuangan terbaru akan membuat Anda lebih waspada sehingga dapat segera mengambil tindakan yang diperlukan.

Nah, untuk memiliki pembukuan keuangan yang up to date, Anda dapat memanfaatkan Finata, software akuntansi dengan sistem berbasis web. Software ini memiliki sejumlah fitur penting yang mendukung pengelolaan pembukuan. Selain itu, Finata juga dapat diakses kapan saja dalam waktu yang bersamaan karena menggunakan sistem berbasis cloud sehingga penggunaannya lebih praktis.

Keunggulan lain aplikasi ini adalah memiliki fitur yang dibutuhkan oleh pengusaha, di antaranya adalah monitoring keuangan. Dengan fitur ini, seorang pengusaha dapat memantau kesehatan keuangan perusahaan secara real time. Nah, tertarik untuk mencoba?

Mengapa Industri Kreatif Perlu Memanfaatkan Teknologi Cloud Accounting?

Pelaku industri kreatif perlu tahu manfaat teknologi ini untuk meningkatkan usahanya

Bagi sebagian masyarakat, kata industri kreatif pasti sudah tidak asing lagi. Bisnis kreatif merupakan kegiatan ekonomi yang dijalankan berdasarkan kreativitas dan inovasi, serta kemampuan menciptakan lapangan kerja baru. Dalam praktiknya, bisnis kreatif seolah tak bisa lepas dari penggunaan teknologi. Salah satu contohnya ialah penggunaan cloud accounting yang mempermudah pebisnis untuk memanajemen keuangan. 

  • Faktor Pertumbuhan Industri Kreatif

Sumber : Klikbontang.com

Ada beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya industri kreatif di Indonesia. Salah satu di antaranya adalah kemajuan teknologi yang kian berkembang. Kecanggihan teknologi ini memudahkan siapa saja untuk membuka bisnis kreatif, khususnya bisnis berbasis online seperti jasa titip, toko online, reseller, dan dropship

Selain kemajuan teknologi, faktor lain yang mendorong perkembangan bisnis kreatif di Indonesia ialah kreativitas anak muda, kemudahan dalam akses komunikasi, dan meningkatnya pengguna media sosial. 

  • Mengintip Peran Teknologi Informasi dalam Bisnis

Sumber : Panjimas.com

Sesuai dengan penjelasan pada poin pertama, perkembangan bisnis kreatif di Indonesia banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Kini, penggunaan teknologi seolah tak bisa lepas dari proses suatu bisnis. Bagian marketing misalnya. Meningkatnya pengguna media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Line membuat pebisnis memanfaatkan peluang tersebut untuk mempromosikan produk/jasa yang ditawarkan kepada masyarakat. 

Cara pemasarannya pun beragam, ada yang menggandeng influencer  untuk menarik perhatian pengguna media sosial. Ada juga yang menggunakan iklan berbayar seperti Google Adwords dan Facebook Ads.  

Sementara untuk bagian manajemen, penggunaan sistem informasi seperti cloud accounting mampu memudahkan pekerjaan mereka untuk menjalankan kegiatan akuntansi. Mulai dari menyusun laporan keuangan hingga menganalisis laporan tersebut menjadi sebuah informasi yang akan membantu para stakeholder mengambil keputusan bisnis. 

  • Penggunaan Cloud Accounting untuk Manajemen Keuangan yang Lebih Baik

Sumber : ekonomi.bisnis.com

Mengapa penggunaan cloud accounting mampu memberikan dampak yang baik pada penyusunan laporan keuangan? Pertama, pekerjaan pun akan terasa lebih mudah dan cepat karena sistem akan menyusun laporan secara otomatis berdasarkan data yang Anda masukkan. Hasilnya, laporan yang dibuat dengan bantuan cloud accounting akan lebih akurat, terlebih soal menjumlahkan suatu angka. 

Manfaat utama dari penggunaan sistem akuntansi berbasis cloud ialah data yang ada di dalamnya akan disimpan dalam jaringan internet yang disebut “awan” atau cloud, sehingga mudah diakses di mana dan kapan saja. Bila ada pihak yang ingin bekerja sama namun belum pernah menerima data yang diperlukan, cloud accounting akan memberi kemudahan untuk saling berkolaborasi. Contohnya ketika Anda harus membayar pajak kepada pemerintah. 

Sudah tahu keuntungan menggunakan cloud accounting bukan? Bagi Anda yang ingin mengembangkan industri kreatif yang Anda rintis melalui cloud accounting, Finata hadir sebagai software keuangan terbaik untuk bisnis Anda. 

Dengan fitur lengkap mulai dari Master Data, Kelola Pajak, Sensor Keuangan, hingga Manajemen Aset, Finata bisa Anda manfaatkan untuk pengelolaan keuangan yang lebih baik. Kabar gembira untuk pelaku UMKM (industri kreatif) dengan omzet kurang dari 300 juta rupiah, Finata memberikan kesempatan untuk menggunakannya secara GRATIS untuk SELAMANYA. 

Tertarik menggunakan Finata? Kunjungi website Finata  sekarang juga.

Tips Mencegah Penipuan Laporan Keuangan Perusahaan

Cegah penipuan laporan keuangan perusahaan dengan beberapa tips berikut ini.

Penipuan laporan keuangan merupakan salah satu masalah yang sering terjadi di sebuah perusahaan, terutama perusahaan yang baru berkembang. Sementara itu, perusahaan besar umumnya telah memiliki manajemen anti-fraud dan karyawan yang dapat melakukan fungsi pengawasan secara optimal. 

Sebagai pemilik bisnis, mengantisipasi terjadinya penipuan laporan menjadi langkah serius yang perlu Anda lakukan. Tidak hanya memengaruhi perkembangan bisnis, manipulasi data juga akan menyebabkan kerugian finansial. Agar perusahaan Anda terhindar dari kecurangan semacam itu, berikut adalah 4 tips cerdas yang bisa Anda terapkan.

  1. Perketat Pelaksanaan SOP

Sumber : Sahabatnesia.com

Tujuan dibuatnya SOP adalah untuk menjamin perusahaan dijalankan dengan baik dan sesuai perencanaan. Jadi, jangan sampai SOP yang telah Anda tetapkan hanya menjadi pelengkap administrasi perusahaan. Jika demikian, arah perusahaan akan menjadi tidak terkendali dan muncul celah untuk praktik penipuan.

Memperketat SOP dengan cara mewajibkan semua karyawan untuk selalu disiplin dalam menjalankannya akan membuat penipuan atau fraud lebih mudah terdeteksi. Jika fraud terdeteksi lebih dini, kerugian perusahaan tentunya akan bisa dihindari dan Anda juga lebih mudah dalam menanganinya.

  1. Ciptakan Kultur Perusahaan yang Baik

Sumber : id.techinasia.com

Kultur perusahaan yang baik akan mencegah karyawan untuk melakukan penipuan. Karenanya, penting untuk menanamkan visi dan misi kepada seluruh karyawan agar mereka mencintai nilai yang ingin dituju bersama-sama.

Tak hanya itu saja, lingkungan kerja yang menyenangkan juga berperan penting dalam membangun hubungan yang baik antara karyawan dan perusahaan. Dalam hal ini, Anda bisa mencontoh budaya kerja yang diterapkan oleh perusahan besar seperti Google atau Facebook. Misalnya dengan membebaskan jam masuk kerja, menghadirkan suasana kerja yang fun, menerapkan prinsip santai tapi produktif, serta memberikan waktu luang kepada karyawan untuk belajar dan mengembangkan kemampuannya.

  1. Audit Internal Perusahaan

Sumber : kirkpatrickprice.com

Audit internal sangat diperlukan untuk memastikan semua data yang ada di dalam laporan keuangan tercatat dengan benar. Dari internal audit, Anda selanjutnya bisa memeriksa keakuratan data serta mendeteksi kesalahan-kesalahan yang mungkin saja bisa terjadi. Frekuensi audit internal sendiri bergantung pada tiap perusahaan. Namun, agar Anda lebih mudah dalam mengantisipasi penipuan, ada baiknya audit internal dilakukan satu bulan sekali.

  1. Gunakan Software Akuntansi yang Dapat Diandalkan

Sumber : rocketmanajemen.com

Penipuan laporan keuangan dapat dicegah semaksimal mungkin apabila  Anda memiliki sistem pembukuan yang mumpuni. Dalam hal ini, Finata bisa menjadi pilihan tepat untuk mengontrol proses bisnis di perusahaan Anda. Dengan Finata, Anda bisa mencatat transaksi keluar masuk dengan mudah, menyusun dan menganalisis laporan keuangan, mengelola data pelanggan maupun pemasok, hingga mendiagnosis kesehatan bisnis secara keseluruhan. Untuk info selengkapnya, kunjungi saja website Finata di www.finata.id

Jadi, itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penipuan laporan keuangan. Semoga bermanfaat.

Pelaku Bisnis Perlu Tahu Bagaimana Menjaga Kesehatan Keuangan Usaha

Bagaimana cara menjaga kesehatan keuangan usaha agar tetap stabil? Simak tipsnya berikut ini!

Dalam menjalankan sebuah usaha, uang menjadi ujung tombak yang berperan penting dalam menunjang keberlangsungan kegiatan bisnis. Oleh sebab itu, Anda perlu menjaga kesehatan keuangan bisnis agar produktivitas tetap terjaga. Berikut 3 tips yang dapat Anda praktikkan dalam mengelola keuangan usaha agar tetap stabil dan berkembang sesuai yang Anda harapkan. 

  1. Membuat Laporan Keuangan

Sumber : Solusiukm.com

Untuk menjaga kesehatan keuangan bisnis, hal pertama yang perlu Anda punya ialah laporan keuangan yang baik. Secara garis besar, nantinya catatan keuangan akan berisi tentang riwayat aliran dana dari bisnis Anda. Mulai dari pemasukan, pengeluaran, penjual, utang piutang, dan kas. Pencatatan keuangan ini pun harus dilakukan secara rutin agar informasi di dalamnya up to date. Melalui catatan keuangan ini pula Anda bisa melihat kondisi keuangan secara real time

Lalu, bagaimana cara membuat catatan keuangan yang baik? Pertama, Anda perlu tahu bahwa laporan keuangan dibagi menjadi 4 jenis, yakni laba rugi, laporan perubahan modal, neraca, dan arus kas. Supaya menghasilkan catatan keuangan yang akurat, menggunakan software akuntansi dapat menjadi pilihan yang tepat. 

  1. Ciptakan Perencanaan Keuangan dalam Jangka Waktu Tertentu

Sumber : Jurnal.id

Poin kedua untuk menjaga kondisi keuangan bisnis agar tetap sehat ialah membuat rencana keuangan. Mengapa perlu? Rencana keuangan membantu Anda untuk mengalokasikan dana secara maksimal sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh lini perusahaan. Fungsi selanjutnya, Anda dapat mengontrol setiap pos-pos anggaran agar dana yang dikeluarkan tidak melebihi nominal yang telah ditetapkan. 

Sejak bisnis didirikan, Anda pun harus punya gambaran perencanaan secara umum. Misalnya, berapa modal yang harus dikumpulkan; bagaimana cara mendapatkan modal; bagaimana modal akan dialokasikan; hingga gambaran terkait layanan produk/jasa apa yang akan Anda jual belikan.

  1. Lakukan Analisis Laporan Keuangan secara Berkala

Sumber : Maxmanroe.com

Terakhir, lakukan analisis catatan keuangan secara berkala guna mendapatkan informasi terkait kinerja keuangan serta posisi keuangan terkini, apakah dalam keadaan stabil atau tidak. Hasil analisis ini juga bisa menjadi pedoman bagi Anda ketika akan mengambil sebuah keputusan bisnis. 

Bagaimana cara melakukan analisis laporan keuangan? Silakan gunakan sejumlah metode analisis keuangan yang tersedia, salah satunya adalah common sizing, yakni membandingkan antara pos anggaran satu dengan pos lainnya. Di antara pos tersebut terdapat pos bernilai 100% sebagai patokan. Seluruh baris data pada catatan keuangan pun akan disajikan dalam bentuk persentase (%).  

Itulah 3 cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan keuangan bisnis tetap stabil. Perlu Anda ketahui bahwa keuangan yang stabil menjadi indikator kesehatan usaha

Berbicara mengenai indikator kesehatan keuangan, Anda bisa menggunakan Finata untuk menilai seberapa sehat bisnis yang Anda jalankan dilihat dari laporan keuangan. Kelola Pajak, Master Data, Transaksi In Out, Sensor Keuangan, Laporan Lengkap, dan Reminder merupakan fitur andalan Finata yang akan membantu Anda dalam mendiagnosis keadaan kesehatan bisnis Anda.  Informasi lebih lengkap seputar Finata, silakan klik di sini

5 Ketakutan Pengusaha yang Sering Menjadi Kendala dalam Bisnis

Memulai usaha memang bukan hal mudah. Berikut beberapa ketakutan pengusaha yang bisa dihindari agar bisnis berjalan lancar.

Memulai sebuah hal dengan kekhawatiran, keraguan, apalagi ketakutan bukanlah hal yang bijaksana. Apalagi saat memulai sebuah bisnis yang bisa jadi melibatkan banyak pihak, baik itu karyawan maupun klien dan konsumen. Agar ketika memulai bisnis Anda bisa mengambil berbagai langkah dengan mantap, tidak ada salahnya untuk mengetahui apa saja hal yang sering menjadi kekhawatiran seorang pengusaha.

Berikut merupakan 5 ketakutan pengusaha yang sering menjadi kendala dalam membangun sebuah bisnis, di antaranya:

1. Merugi

Sumber : idwebpulsa.com

Mengalami kerugian dan kehabisan modal usaha merupakan salah satu ketakutan terbesar seorang pengusaha. Padahal dalam dunia bisnis, kehabisan modal dan merugi merupakan hal yang sering terjadi. Karena itulah, lakukan perencanaan yang matang dengan prospek bisnis yang jelas. 

Siapkan segala daya dan upaya agar bisnis yang dijalankan terhindar dari risiko merugi. Buka pula lahan untuk para investor menanam modal agar bisnis tetap bisa dijalankan meskipun modal menipis atau bahkan habis. 

2. Tidak Percaya Diri

Sumber : Vemmedaily.com

Salah satu kualitas yang harus dimiliki seorang pengusaha selain kepemimpinan adalah kepercayaan diri. Jika saat memulai usaha Anda banyak meragukan kemampuan diri sendiri, jangan harap orang lain akan memercayai bisnis Anda. Untuk menghilangkan sifat tersebut, senantiasa bekali diri dengan segala pengetahuan tentang mendirikan dan mengelola perusahaan. 

Seiring berjalannya waktu, pengetahuan dan pengalaman akan membuat kita yakin pada setiap keputusan yang dibuat.

3. Takut Tertipu

Sumber : itsme.com

Banyaknya kasus penipuan sering kali membuat seorang pengusaha ragu untuk menjalin relasi bisnis dengan orang lain. Hal ini tentu saja bisa menjadi kendala usaha yang membuat bisnis susah berkembang. Jika sulit memercayai orang lain, mulailah untuk berbisnis sendiri.

Namun, jika merasa masih membutuhkan bantuan pihak lain, buatlah surat perjanjian kerja yang akan melindungi hak Anda dan perusahaan jika suatu saat terjadi penipuan. Sebagai langkah awal, pastikan partner bisnis yang akan diajak bekerja sama memiliki latar belakang tepercaya.

4. Bangkrut

Sumber : Gulalives.com

Yakinlah bahwa setiap kali membangun sebuah bisnis, ada banyak risiko negatif seperti kebangkrutan yang mungkin akan dialami. Daripada paranoid, jadikan sebagai motivasi. Jangan pernah lelah untuk belajar segala hal tentang bisnis dan berkembang. Jadi, meskipun suatu saat nanti perusahaan yang dibangun bangkrut, Anda tahu kapan waktu yang tepat untuk kembali bangkit dan bagaimana memulai lagi berdasarkan pengalaman di masa lalu.

5. Tidak Mampu Mengelola Keuangan

Sumber : Aturduit.com

Tidak semua pebisnis memiliki latar belakang pendidikan di bidang Ekonomi atau Akuntansi. Akibatnya saat membangun sebuah perusahaan, seorang pebisnis sering mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan atau mengatasi berbagai masalah pajak.

Itulah beberapa ketakutan pengusaha yang sering kali menjadi penghambat tumbuhnya sebuah bisnis. Sebagai pemilik, sebenarnya Anda tidak perlu mengelola keuangan usaha sendiri. Pekerjakan seorang karyawan yang ahli dalam bidang tersebut atau gunakan software yang dapat membantu perusahaan mengelola keuangan perusahaan, terutama yang baru merintis seperti UMKM atau startup.

Salah satu software atau aplikasi pengelola keuangan yang tepercaya adalah Finata. Selain memiliki kemampuan untuk membantu sebuah perusahaan mengelola keuangan, software ini juga mampu membantu kita dalam menghitung besaran pajak yang harus dibayarkan sekaligus melakukan pengisian form pajak secara otomatis.

Serunya, aplikasi Finata bisa diakses dengan mudah, di mana dan kapan saja dibutuhkan. Menarik bukan?

4 Kiat Efektif dan Efisien dalam Mengembangkan Usaha di Era Digital

Ingin usaha Anda semakin maju? Simak 4 kiat efektif dan efisien pengembangan usaha di era digital berikut.

Di zaman modern seperti sekarang, para pelaku usaha mau tidak mau harus membangun strategi digital untuk mempertahankan bisnisnya. Terlebih, kemudahan dalam memulai bisnis di era teknologi membuat persaingan antar pelaku usaha menjadi semakin ketat. Jika tidak melakukan strategi yang tepat, bisa-bisa usaha Anda akan gagal atau gulung tikar di tengah jalan.

Lalu, bagaimana caranya agar bisnis bisa bertahan dan bahkan lebih unggul dari para kompetitor? Yuk, simak 4 kiat efektif dan efisien dalam pengembangan usaha di era digital berikut ini.

  1. Manfaatkan Teknologi

Sumber : Selasar.com

Era digital menuntut Anda untuk memanfaatkan teknologi demi mengembangkan strategi bisnis. Dengan teknologi, kegiatan operasional perusahaan pun menjadi lebih efisien karena pekerjaan yang sulit bisa dilakukan secara otomatis oleh mesin. 

Untuk urusan keuangan, Finata bisa menjadi pilihan software akuntansi yang tepat untuk membantu pengembangan usaha. Melalui Finata, Anda akan mendapat kemudahan dalam mencatat data perusahaan dan karyawan, melakukan pengelolaan keuangan, menghitung cashflow, hingga mengelola pajak.

  1. Bangun Brand

Sumber : Kompas.com

Membangun brand adalah langkah penting yang harus dilakukan sebelum Anda masuk ke tahap selling. Dalam hal ini, Anda harus bisa membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk Anda melalui konten yang edukatif dan informatif sehingga mereka merasa diuntungkan. 

Tak hanya itu, membuat value proposition yang jelas juga penting untuk menambah nilai perusahaan dan meyakinkan konsumen untuk memilih produk Anda. Anda bisa membuat value proposition dengan cara menggali lebih dalam masalah customer serta mencari tahu apa kebutuhan mereka sehingga produk Anda nantinya menjadi problem solving.

  1. Gunakan Media Sosial sebagai Media Pemasaran

Sumber : Netz.id

Sekarang ini, media sosial adalah alat yang paling efektif untuk melakukan pemasaran. Bagaimana tidak, hampir setiap saat masyarakat berinteraksi melalui media sosial, dari mulai Instagram, Facebook, Twitter, Line, dan lain sebagainya. 

Selain lebih murah dibanding media pemasaran yang lain, cara penggunaan media ini pun sangat mudah. Tidak perlu keahlian khusus untuk memasarkan produk secara online di media sosial. Namun yang perlu diperhatikan, konten harus dibuat semenarik mungkin agar calon pelanggan tertarik dengan produk yang Anda tawarkan.

  1. Terus Berinovasi

Sumber : tekno.kompas.com

Inovasi juga menjadi komponen penting yang tidak boleh Anda lupakan jika ingin perusahaan Anda semakin maju. Pasalnya, dunia bisnis yang cepat berkembang memungkinkan adanya tren baru yang muncul setiap saat. Jika tidak ingin bisnis Anda tergerus oleh para kompetitor, Anda harus terus berinovasi membuat produk yang berbeda dan istimewa dari yang lain. Nah, itulah 4 kiat efektif dan efisien yang perlu Anda lakukan untuk pengembangan usaha di era digital. Semoga penjelasan di atas bermanfaat bagi Anda.

Design a site like this with WordPress.com
Get started