Tips Menyiapkan Akuntansi Sederhana untuk Bisnis

Salah satu kendala yang sering dihadapi pebisnis pemula adalah pembuatan laporan keuangan atau akuntansi. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Tidak semua pebisnis datang dari kalangan dengan latar belakang pendidikan Ekonomi atau Akuntansi. Terkadang bisnis yang dibangun hanya berdasarkan passion dan pengalaman. Tidak heran dalam perjalanannya, ada banyak kendala yang mungkin akan akan dihadapi. Salah satunya pembuatan laporan keuangan. 

Nah, jika Anda termasuk pengusaha yang belum cukup pengetahuan dalam hal ini, ada beberapa tips yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. Berpedoman pada SAK ETAP

Sumber : Tokopedia.com

SAK ETAP atau Standar Akuntansi Keungan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Pulik merupakan ketetapan yang dibuat oleh Ikatan Akuntan Indonesia pada 17 Juli 2009 dan mulai berlaku sejak Januari 2011. Ketetapan ini merupakan pedoman yang bisa dijadikan sebagai bahan pembuatan laporan keuangan sederhana.

Dalam ketetapan tersebut, terdapat beberapa prinsip keuangan yaitu tentang pembuatan laporan arus kas, posisi keuangan, kinerjanya, dan hal lain yang dibutuhkan dalam laporan sebuah perusahaan. Menurut SAK ETAP ada 4 jenis laporan keuangan, yaitu:

  • Laporan neraca
  • Laporan laba rugi
  • Laporan perubahan modal, dan
  • Laporan arus kas

Laporan-laporan di atas dibuat berdasarkan cash flow dan segala bentuk transaksi yang terjadi selama perusahaan berdiri dalam suatu periode. Biasanya segala bentuk pelaporan keuangan tersebut dibuat setiap akhir tahun.

2. Mengumpulkan, mencatat, dan memasukkan setiap transaksi ke buku besar

Sumber : Jurnal.id

Selain berpedoman pada SAK ETAP, langkah selanjutnya untuk membuat laporan akuntansi bisnis sederhana adalah dengan mengumpulkan, mencatat dan memasukkan setiap transaksi keuangan ke buku besar perusahaan. Tidak peduli seberapa besar atau kecilnya transaksi tersebut.

Mengapa begitu? Karena setiap transaksi yang terjadi akan memengaruhi arus keuangan perusahaan sehingga keberadaannya pun harus dibuktikan dengan pencatatan yang cermat serta teliti. Dari pencatatan ini Anda bisa membuat berbagai laporan keuangan seperti laporan laba rugi atau neraca tanpa kesulitan.

3. Menggunakan jasa keuangan

Sumber : acisindonesia.com

Selain beberapa tips yang telah disebutkan sebelumnya, Anda juga bisa memanfaatkan jasa keuangan seperti Finata untuk membantu membuat perencanaan, pembukuan, hingga pelaporan pajak. Finata sendiri merupakan platform keuangan yang berfokus pada pengembangan software bisnis berbasis web untuk memudahkan para pengusaha menjalankan bisnis mereka, terutama yang masih UMKM.

Selain itu, software dari Finata juga dapat mendiagnosis kondisi keuangan perusahaan sehingga pemilknya tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegah kerugian dan meminimalisasi risiko kebangkrutan.

Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan oleh para pengusaha untuk menyiapkan akuntansi sederhana di perusahaan. Sebagai upaya agar keuangan perusahaan tetap sehat, cobalah untuk menggunakan software dari Finata. Karena software tersebut dapat membantu perusahaan mengelola keuangan mereka secara lebih mudah, cepat, efektif, efisien, serta bisa dilakukan di mana saja. 

3 Indikator Penting dalam Keuangan yang Memengaruhi Kesehatan Bisnis Anda

Ketahui cara menilai kesehatan bisnis Anda melalui 3 indikator penting dalam keuangan berikut ini.

Ada sejumlah faktor yang memengaruhi kesehatan bisnis. Salah satunya dapat dilihat dari kondisi keuangan bisnis itu sendiri. Kondisi keuangan bisnis yang sehat harus berada dalam posisi stabil. Kata stabil bisa merujuk pada 3 indikator penting dalam keuangan berikut ini. Apa saja? 

  1. Kemampuan Usaha untuk Memenuhi Kewajiban Finansialnya

Sumber : Republika.co.id

Salah satu indikator kesehatan usaha ialah kemampuan usaha itu sendiri untuk menghidupi kebutuhannya, mulai dari membiayai keperluan investasi dan memenuhi kewajiban finansial jangka pendek seperti membayar gaji karyawan; biaya operasional; dan membayar utang yang jatuh tempo. 

Apabila bisnis yang Anda jalankan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya, maka usaha Anda terbilang likuid. Likuiditas merupakan indikator penting dalam keuangan yang harus Anda perhatikan. Bisnis yang likuid bisa dikatakan sebagai bisnis yang sehat. 

Untuk mengukur seberapa likuid bisnis Anda, Anda perlu mencari rasio likuiditas melalui beberapa rumus, seperti Current Ratio yang diperoleh dari perbandingan aset lancar dengan kewajiban lancar; Quick Ratio, yaitu perbandingan antara penjumlahan sekuritas jangka pendek, kas, dan piutang dengan kewajiban lancar; serta Cash Ratio, proses menghitung likuiditas dengan melibatkan kas perusahaan. 

  1. Bertumbuhnya Pendapatan 

Sumber : money.kompas.com

Kondisi keuangan yang baik ditandai dengan pertumbuhan pendapatan yang stabil. Di sinilah peran laporan laba rugi dalam menunjukkan seberapa banyak pendapatan Anda mengalami peningkatan. Dibutuhkan pula margin laba untuk mendapatkan informasi keuntungan dalam suatu periode secara akurat.

Apa itu margin laba? Margin laba merupakan salah satu indikator dalam keuangan yang digunakan untuk mencari tahu berapa banyak pemasukan yang diperoleh dari aktivitas operasional. Margin laba juga bisa dimanfaatkan untuk menentukan berapa persen keuntungan yang dihasilkan oleh bisnis Anda. Lebih dari itu, margin laba dapat menentukan kesehatan bisnis yang Anda jalankan. 

Margin laba didapatkan melalui dua pendekatan, yakni margin laba bersih atau kotor. Kalau ingin melihat profitabilitas bisnis secara menyeluruh, Anda perlu merujuk pada margin laba bersih. 

  1. Tidak Banyak Berutang

Sumber : Republika.co.id

Sekarang, coba lihat laporan keuangan Anda terkait utang. Apakah bisnis Anda sering berutang untuk memenuhi kebutuhan operasional? Jika tidak, maka bisnis yang Anda jalankan memiliki arus keuangan yang sehat. Sebaliknya, bila utang bisnis Anda makin menumpuk, artinya kesehatan bisnis tersebut cukup buruk. Segeralah cari solusi untuk melunasinya agar tidak menjadi beban di kemudian hari. 

Itulah 3 tolok ukur dalam keuangan yang dapat dijadikan patokan untuk menilai apakah usaha yang Anda jalankan dalam kategori sehat atau tidak. Meski begitu, 3 indikator di atas perlu didukung dengan software akuntansi yang andal supaya proses analisis kesehatan bisnis menghasilkan data yang akurat. 

Sebagai solusi, Finata hadir sebagai software keuangan UMKM yang mampu mendiagnosis seberapa sehat bisnis yang Anda jalankan berdasarkan laporan keuangan. Cara mengoperasikan Finata pun terbilang mudah, sehingga siapa saja bisa menggunakan sekalipun orang awam. Klik di sini untuk mengetahui fitur apa saja yang ditawarkan Finata.

Ini Hal yang Harus Disiapkan Saat Melakukan Pelaporan Pajak

Bingung menyiapkan dokumen untuk pelaporan pajak? Simak pembahasan di bawah ini untuk memasikan Anda tidak melewatkan dokumen yang dibutuhkan.

Sumber : economy.okezone.com

Sebagai warga negara yang baik, membayar pajak merupakan sebuah kewajiban yang harus ditunaikan tidak peduli apa pun pekerjaan kita. Hal ini juga berlaku bagi para pebisnis yang memiliki sebuah perusahaan. Setidaknya ada beberapa jenis pajak yang harus dibayarkan oleh seorang pengusaha, yaitu:

  • PPh (Pajak Penghasilan)
  • PPN (Pajak Pertambahan Nilai), dan
  • PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah)

Biasanya, pajak tersebut dibayarkan saat pelaporan pajak di akhir tahun. Agar prosesnya mudah, ada beberapa hal yang harus disiapkan, di antaranya:

1. Laporan Neraca

Sumber : Dictio.id

Dokumen ini berisi laporan keuangan perusahaan yang dihasilkan dalam suatu periode akuntansi. Laporan neraca biasanya terdiri dari 3 unsur utama, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas. Adapun informasi yang disajikan dalam laporan ini adalah:

  • Jenis aktiva (harta atau aset)
  • Nilai aktiva
  • Jenis kewajiban (liabilitas)
  • Nilai setiap kewajiban
  • Jenis kepemilikan modal (ekuitas)
  • Nilai dari modal

Neraca ini disiapkan agar kita tahu berapa dan apa saja pajak yang harus dibayarkan. Lebih baik siapkan laporan neraca sebelum Anda melaporkan pajak perusahaan agar prosesnya bisa lebih cepat dan mudah.

2. Laporan Laba Rugi

Sumber : liputanberita21.com

Dalam setiap laporan keuangan, laba rugi merupakan beberapa poin yang selalu kita temukan. Laporan ini biasanya merupakan bagian dari sebuah laporan keuangan yang dihasilkan dalam suatu periode akuntansi. Laporan tersebut dibutuhkan sebagai kelengkapan lapor pajak dalam satu tahun.

Pada laporan laba rugi biasanya terdapat beberapa informasi yang meliputi:

  • Jenis-jenis pendapatan dalam satu tahun
  • Jumlah pendapatan
  • Nilai pendapatan
  • Jenis biaya yang harus dikeluarkan dalam satu tahun
  • Selisih dari pendapatan dan biaya yang merupakan hasil laba rugi sebuah perusahaan

Dari laporan laba rugi ini Anda akan mengetahui berapa pendapatan yang harus dibayarkan pajaknya. Inilah mengapa, membawa laporan laba rugi merupakan syarat utama saat melakukan lapor pajak.

3. SPT Tahunan Badan 1771

Sumber : Konsultanmanajemenautopilot.com

Selain laporan neraca dan laba rugi, Anda juga harus mengisi SPT Tahunan Badan 1771. Formulirnya bisa didapatkan di kantor pajak yang mengurus wilayah tempat perusahaan berdiri. SPT Tahunan Badan 1771 sendiri terdiri dari:

  • 2 halaman laporan induk
  • 6 halaman lampiran I-VI, dan
  • Lampiran khusus 1A/1B sampai 8A/8B

Setiap lampiran dan isian yang ada pada formulir tersebut wajib dilengkapi untuk mempermudah proses laporan pajak tahunan.

Biasanya selain 3 hal yang telah disebutkan sebelumnya, persiapan pajak lain yang dilakukan oleh perusahaan adalah membawa kartu NPWP Badan Usaha dan kelengkapan lain yang sewaktu-waktu dibutuhkan, seperti laporan penyusutan, dokumen usaha, atau SPT tahun lalu sebagai panduan.

Jadi, sudah siap menjadi warga yang baik dan melakukan pelaporan pajak? Jika mengalami kesulitan, Anda bisa menggunakan software seperti Finata, untuk melakukan pengelolaan dan pencatatan keuangan sekaligus membantu menghitung besaran pajak yang harus dibayarkan. 

Semoga bermanfaat

Rahasia Tembus Omzet 1 M dalam 1 Tahun

Rahasia Tembus Omzet 1 M dalam 1 Tahun

Apa strategi yang harus ditempuh untuk menghasilkan omzet usaha 1 miliar per tahun? Banyak bukti yang menunjukkan bahwa angka ini tidak mustahil untuk dicapai.

Harapan setiap pelaku usaha adalah dapat mencapai target omzet usaha yang telah ditetapkan sejak awal. Besar target bervariasi, bergantung pada perkiraan nilai potensi usaha tersebut. Biasanya, pelaku usaha akan bersikap optimis sehingga menetapkan omzet yang besar untuk bisnis yang dikelolanya.

Omzet 1 Miliar, Apakah Mungkin?

Sumber : Pantau.com

Berbicara mengenai angka, 1 miliar merupakan jumlah yang sangat fantastis. Apalagi bagi pelaku usaha mikro yang baru saja mulai membangun bisnis. Namun, ada banyak kisah sukses yang menjadi bukti bahwa mencapai omzet 1 miliar bahkan lebih bukan hal yang mustahil. 

Salah satunya adalah Andreas Chaiyadi, owner PT. Dwi Aneka Kemasindo, yang awalnya bergerak di industri pengemasan menggunakan kotak karton. Saat ini, Andreas bahkan dapat mencapai omzet tahunan usaha hingga 184 miliar. Nah, apa saja yang bisa dilakukan untuk mengikuti jejak Andreas? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Kualitas produk yang stabil

Sumber : Strategidanbisnis.com

Andreas dapat mereguk keuntungan usaha yang besar berkat order yang terus berulang dari para klien. Hal ini disebabkan oleh kualitas produk yang disediakan tidak mengecewakan. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu mengecek produk yang akan dipasarkan dan melakukan evaluasi jika ada yang belum sempurna.

Mempertahankan kualitas produk memang tidak mudah. Biasanya, hal tersebut juga diikuti dengan biaya produksi yang bertambah. Namun, dengan kualitas yang lebih baik, harga sedikit lebih tinggi tentu bukan masalah besar.

  • Berani melakukan ekspansi bisnis

Sumber : Alinea.id

Apabila bisnis sudah berada dalam tahap stabil, mulailah untuk melakukan ekspansi. Hal itulah yang dilakukan oleh Andreas. Ketika melihat bisnisnya bertambah besar, ia segera melakukan penambahan peralatan dengan kualitas yang lebih baik. Tempat produksi pun dipindahkan ke area yang lebih luas. Bukan hanya itu, jumlah karyawan terus ditambah. Layanan yang disediakan pun lebih beragam.

Meskipun demikian, keputusan ini tentu tidak boleh diambil secara asal atau terburu-buru. Lakukan perhitungan terlebih dahulu supaya ekspansi bisnis dapat menguntungkan, bukan justru merugikan perusahaan.

  • Menerapkan strategi pemasaran yang efektif

Sumber : Republika.co.id

Strategi pemasaran yang efektif perlu dilakukan untuk menembus omzet hingga 1 M bahkan lebih. Kondisi pasar dapat menjadi acuan bagi Anda untuk mempertimbangkan strategi terbaik yang sebaiknya diterapkan. 

Nah, untuk mencapai omzet usaha yang diharapkan tersebut, para pelaku usaha mikro dapat memanfaatkan dukungan pengelolaan bisnis dari Finata. Software ini akan membantu Anda dalam pengelolaan keuangan, khususnya dalam hal perencanaan dan pembukuan di dalam perusahaan. 

Apabila pengelolaan keuangan berjalan dengan baik, kinerja bisnis pun akan optimal. Dengan sistem berbasis web, Finata dapat diakses kapan pun dan di mana pun sehingga cocok bagi pelaku usaha masa kini. Yuk, pelajari lebih jauh tentang Finata di sini.

Yuk, Kenali Posisi Keuangan Perusahaan dan Tindakan yang Harus Dilakukan

Mengetahui posisi keuangan perusahaan sangat penting supaya langkah-langkah strategis dapat ditentukan sejak awal. Laporan keuangan yang akurat akan membantu Anda.

Sumber : Topbusiness.id

Posisi keuangan (financial position) merupakan gambaran keadaan keuangan suatu perusahaan. Gambaran ini ditunjukkan oleh nilai kekayaan atau harta dan utang yang dimiliki oleh perusahaan. Bagaimana mengetahui jumlah yang pasti dari kedua aspek tersebut? Caranya adalah dengan memanfaatkan neraca yang merupakan bagian dari laporan keuangan.

Ada beberapa unsur yang wajib terdapat dalam sebuah neraca, yaitu aset (aktiva), liabilitas (utang), dan ekuitas. Aset adalah sumber yang dianggap akan bermanfaat bagi bisnis di kemudian hari. Di neraca, aset masuk dalam saldo normal debit. Liabilitas adalah utang yang dimiliki pada pihak lain dan harus dilunasi pada masa yang akan datang. Sementara itu, ekuitas adalah tuntutan pemilk terhadap modal di sebuah perusahaan. 

Mengetahui Posisi Keuangan

Sumber : Zonasultra.com

Berdasarkan likuiditasnya, neraca dapat dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu aktiva lancar dan aktiva tidak lancar. Aktiva lancar dapat berupa kas (tabungan di bank maupun kas kecil), investasi jangka pendek, piutang usaha, persediaan, dan beban dibayar di muka. Aktiva lancar diharapkan dapat terjual atau digunakan pada siklus nomal. 

Sementara itu, aktiva tidak lancar adalah aktiva tetap (tanah dan properti serta mesin dan peralatan), investasi jangka panjang, aktiva tak berwujud (paten, hak cipta, goodwill), dan sebagainya.

Adapun kewajiban yang harus tercantum dalam neraca berupa utang lancar dan utang jangka panjang. Contoh utang lancar antara lain utang gaji, utang bunga, utang usaha, pendapatan diterima di muka, dan sebagainya. Kewajiban ini diharapkan dapat selesai dalam siklus yang normal. Utang jangka panjang dapat berupa wesel bayar, utang hipotek, dan utang obligasi. 

Tindakan yang Harus Dilakukan

Sumber : Jurnal.id

Melalui informasi mengenai aktiva dan utang dalam neraca/laporan posisi keuangan, Anda dapat menganalisis kesehatan keuangan perusahaan. Apabila jumlah utang ternyata lebih besar daripada aktiva, berarti perusahaan sedang dalam masa krisis. Oleh karena itu, sangat diperlukan tindakan keuangan yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Mengubah aktiva tetap untuk menambah jumlah aktiva lancar. Untuk melakukan ini, terlebih dahulu lakukan analisis mengenai jenis aktiva tetap yang bukan merupakan kebutuhan utama dalam sebuah proses produksi.
  • Menunda pembayaran utang jangka panjang. Ini adalah solusi sementara untuk menambal krisis yang sedang dihadapi. Sebelumnya, ketahui jenis utang jangka panjang yang masih belum jatuh tempo.
  • Melakukan evaluasi dan perubahan strategi guna memperbaiki kondisi secara jangka panjang. Hal ini perlu dilakukan setelah posisi keuangan perusahaan sudah agak stabil.

Nah, supaya laporan keuangan yang digunakan lebih akurat, Anda perlu memiliki sistem akuntansi yang efektif. Dalam hal ini, Anda bisa mengandalkan Finata, sebuah software bisnis berbasis web yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Melalui fitur-fitur yang tersedia, Finata akan memberikan dukungan maksimal dalam menentukan posisi keuangan perusahaan saat ini. Informasi selanjutnya mengenai software tersebut bisa Anda lihat di sini.

Ketahui 5 Sumber Modal Utama dalam Merintis Usaha

Bingung cari modal untuk memulai usaha? Cari tahu beberapa sumber modal usaha berikut ini.

Memulai bisnis merupakan investasi yang tepat untuk jangka panjang. Namun, sering kali keinginan memulai bisnis terganjal masalah modal. Gara-gara kesulitan mencari sumber modal, banyak calon pebisnis yang terpaksa harus menunda keinginan untuk merintis usaha. 

Jika sampai sekarang modal yang Anda miliki belum cukup untuk memulai usaha, tak perlu berkecil hati. Masih banyak sumber modal lain yang mungkin belum Anda usahakan. Karenanya, kenali lima sumber modal yang dapat Anda manfaatkan untuk memulai usaha, antara lain:

1. Tabungan pribadi

Sumber : Kudo.co.id

Banyak pengusaha sukses yang mengawali perjalanan bisnisnya dengan menjadi karyawan. Jika saat ini Anda masih berstatus karyawan dan tertarik memulai bisnis, ada baiknya untuk menyisihkan sebagian pendapatan khusus untuk usaha. 

Sisihkan setidaknya 10% untuk modal awal usaha yang sekiranya cukup untuk membeli bahan baku atau perlengkapan operasional. Jika jumlah yang ditargetkan sudah mencukupi, Anda dapat mulai menjalankan bisnis sedikit demi sedikit.

2. Menjual aset

Sumber : Jambilink.com

Tidak ada salahnya menjual aset seperti kendaraan bermotor, emas, atau barang berharga lainnya untuk memulai sesuatu yang lebih besar. Bila usaha yang dirintis berhasil, Anda dapat membeli kembali aset yang dijual untuk modal usaha. Sebelum menjual aset untuk sumber modal, ada baiknya perhitungkan harga jual di pasaran serta risiko yang harus dihadapi untuk mengantisipasi kemungkinan kerugian yang terlalu besar.

3. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Sumber : Mediakonsumen.com

Opsi sumber modal populer selanjutnya adalah mengajukan Kredit Tanpa Agunan di bank. Selain tidak perlu memberikan jaminan aset, jumlah bunga yang ditawarkan lumayan besar yakni sekitar 20-30 persen. Agar hasilnya lebih maksimal, cobalah untuk mengambil tenor pinjaman yang singkat.

4. Patungan modal

Sumber : Fimela.com

Ajak teman atau saudara yang memiliki minat di bidang bisnis yang sama untuk menjadi mitra. Patungan modal atau joint venture ini juga lumayan menguntungkan karena jumlah modal dan pekerjaan yang terbagi rata. Jika menemukan potensi kerugian, Anda tidak akan menanggungnya seorang diri. Sebelum memulai joint venture, pastikan untuk membuat perjanjian tertulis antarmitra yang diakui secara hukum demi menghindari kemungkinan konflik di masa depan.

5. Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Sumber : netralnews.com

Program pembiayaan usaha dari pemerintah ini juga wajib Anda pertimbangkan. Pemerintah bekerja sama dengan PT. Asuransi Kredit Indonesia  (Askrindo) dan sejumlah bank untuk menyediakan layanan permodalan usaha bagi masyarakat kecil. Jumlah kredit yang disalurkan dari program ini dapat mencapai limit Rp500.000.000.

Imbangi pengelolaan modal bisnis Anda dengan pencatatan keuangan usaha yang akurat. Agar lebih mudah dalam mengelola keuangan bisnis, Anda dapat memanfaatkan perangkat akuntansi Finata. Software tersebut menawarkan beragam fitur pembukuan mutakhir untuk melacak transaksi sekaligus menyajikan data keuangan informatif untuk menganalisis kesehatan bisnis Anda. 

Khusus pemilik usaha mikro, Finata memberikan pemakaian gratis selamanya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Segera manfaatkan sumber modal usaha Anda dengan memilih Finata. Klik di sini untuk informasi lengkapnya. 

Tantangan dan Peluang yang Wajib Disiasati di Era Revolusi Industri 4.0

Era revolusi industri 4.0 sudah di depan mata. Apa saja peluang dan tantangan yang harus disiasati?

Sumber : Ginktech.net

Belakangan ini, istilah Revolusi Industri 4.0 makin sering diperbincangkan. Wacana pengembangan industri yang mengedepankan prinsip Internet Of Things ini mulai tampak geliatnya melalui pertumbuhan pesat perusahaan rintisan atau startup.

Berdasarkan data Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), pertumbuhan startup dalam kurun waktu 5 tahun menyentuh jumlah persentase yang signifikan. Pada 2018, jumlah perusahaan startup yang terdaftar mencapai angka 956, jauh lebih banyak dibandingkan data tahun 2015 yang hanya berjumlah 52 perusahaan. Kesuksesan startup lokal berstatus unicorn seperti Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak memiliki peran krusial dalam membangkitkan semangat pebisnis untuk mendirikan perusahaan berbasis teknologi.

Pertumbuhan perusahaan rintisan yang pesat ini tentu memberikan gambaran masa depan era digital dan ekonomi yang menjanjikan. Di balik peluang yang menggiurkan, tentu ada tantangan yang wajib disiasati para pelaku bisnis. Lantas, seperti apa peluang dan tantangan di era Revolusi Industri 4.0?

  • Peluang bisnis berskala global terbuka lebar

Sumber : Jagoankode.blogspot

Berkat kemajuan teknologi yang pesat, kini kita dapat merambah bisnis hingga pasar internasional. Saat ini bahkan kita sudah dapat melakukan transaksi jual-beli dengan konsumen maupun pedagang dari berbagai negara melalui marketplace online.

  • Setiap orang memiliki akses untuk terlibat dalam industri digital

Sumber : economy.kompas.com

Rasanya, hampir semua orang kini dapat membeli ponsel pintar. Akses internet pun tak lagi sulit dinikmati warga yang tinggal di pelosok daerah. Kemudahan akses perangkat digital ini tentu membuka peluang besar bagi setiap orang untuk terlibat aktif dalam meramaikan pasar industri digital.

  • Arus informasi cepat

Masyarakat dapat memperolah informasi terkini dengan lebih cepat berkat akses internet. Akses informasi yang cepat dan melimpah tentu dapat memberikan manfaat bagi setiap pengguna. Sayangnya, bukan hanya dampak positif, kebiasaan resharing yang tak bertanggung jawab juga turut menyumbang tersebarnya berita bohong atau hoax.

  • Perubahan pola konsumsi berbasis otomatisasi teknologi memang semakin memudahkan pengguna. Namun, di sisi lain turut “mematikan” industri atau pekerjaan tertentu

Kompetisi di Revolusi Industri 4.0 tak sekadar manusia vs. mesin. Tenaga kerja pun kini harus bersaing dengan perangkat komputer yang dibekali kecerdasan artifisial. Untuk industri perbankan, misalnya, banyak yang memprediksi akan ada pemangkasan tenaga kerja hingga 30% dalam lima tahun ke depan. Belum lagi pertumbuhan perusahaan fintech yang kian melesat beberapa tahun terakhir. Bukan tidak mungkin transaksi perbankan konvensional akan tergantikan sepenuhnya oleh platform.

  • Jumlah tenaga ahli yang belum memenuhi kebutuhan perusahaan pun jadi tantangan yang harus dihadapi

Sumber : Youthmanual.com

Kebutuhan tenaga kerja yang memiliki keahlian terus meningkat. Sayangnya, keterampilan tenaga kerja Indonesia dinilai belum siap untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0, mengingat sekitar 70% tenaga kerja memiliki pendidikan setara SMP. Pendidikan berbasis keterampilan dan kejuruan yang sesuai dengan target Revolusi 4.0 mutlak dibutuhkan demi memaksimalkan penyerapan tenaga kerja di masa yang akan datang.

Revolusi Industri 4.0 bukan hanya monopoli perusahaan besar. Industri kecil dan menengah pun wajib menerapkan teknologi agar dapat bersaing di pasar bebas. Salah satu cara industri kecil untuk mengejar kemajuan di era Revolusi Industri 4.0 adalah dengan mengimplementasikan perangkat berbasis teknologi untuk merekam seluruh data keuangan serta memudahkan penghitungan pajak.

Kini telah hadir Finata, perangkat akuntansi yang didesain untuk pemilik usaha kecil dan menengah. Dengan sejumlah fitur mutakhir yang tersedia, Anda dapat melakukan pembukuan dengan lebih rapi dan akurat. Fitur unggulan Finata tak hanya dapat membantu pembukuan keuangan, tetapi juga dapat menyajikan data untuk menganalisis kesehatan perusahaan Anda. Tertarik? Awali langkah Revolusi Industri 4.0 Anda dengan coba gratis software Finata untuk merasakan beragam keunggulannya.

Ketahui 4 Sensor Bisnis untuk Mendiagnosis Kesehatan Perusahaan Anda

Tahukah Anda? Keberlangsungan perusahaan dapat diprediksi melalui 4 sensor indikator ini.

Sumber : Khanfarkhan.com

Manajemen keuangan memiliki peran penting dalam menentukan keberlangsungan sebuah perusahaan. Dalam mengukur keberhasilan perusahaan, pebisnis sering kali melakukan analisis rasio keuangan yang juga merupakan sensor bisnis untuk mendiagnosis kesehatan perusahaan. Rasio keuangan dapat memberikan gambaran tepat atau tidaknya kebijakan keuangan yang diambil. 

Data-data yang diambil untuk melakukan analisis rasio keuangan umumnya berasal dari laporan keuangan serta manajemen aset perusahaan. Lebih jelasnya, simak 4 sensor bisnis yang dapat menjadi indikator kesehatan perusahaan berikut ini:

1. Rasio Profitabilitas

Sumber : Slideplayer.info

Dengan rasio profabilitas, Anda dapat mengetahui performa perusahaan dilihat dari kemampuannya dalam menghasilkan profit. Untuk mendiagnosis kesehatan perusahaan melalui rasio profitabilitas, ada setidaknya lima elemen indikator yang terlibat, seperti:

  • Gross Profit Margin: Perbandingan laba kotor dan penjualan pada periode yang sama. Semakin besar jumlahnya, semakin baik pula kondisi kesehatan perusahaan.
  • Operating Profit Margin: Jumlah laba bersih sebelum bunga dan pajak. Operating profit margin juga dapat menjadi tolok ukur efisiensi perusahaan dalam menekan biaya.
  • Net Profit Margin: Perbandingan laba bersih setelah pajak dan penjualan bersih. Semakin tinggi rasionya, semakin baik.
  • Return on Assets: Laba yang dihitung dari laba sebelum bunga atau pajak.
  • Return on Investment: Rasio perbandingan keuntungan dengan nilai investasi yang dikeluarkan.

2. Rasio Likuiditas

Sumber : Medcom.id

Rasio likuiditas memberikan gambaran kemampuan perusahaan dalam membayarkan kewajibannya, seperti utang jangka panjang dan pendek, gaji karyawan, serta biaya operasional. Untuk mengukur likuiditas perusahaan, Anda dapat membandingkan total aktiva lancar dan total pasiva lancar atau utang jangka pendek. Pengukuran rasio likuiditas lazimnya dilakukan beberapa kali dalam satu periode agar perkembangan likuditas perusahaan dapat terlacak dari waktu ke waktu.

3. Rasio Solvabilitas

Sumber : rri.co.id

Rasio solvabilitas menunjukkan besaran aktiva perusahaan yang dibiayai dengan utang. Melalui sensor kesehatan bisnis ini, Anda dapat mengukur perbandingan utang yang ditanggung perusahaan dengan nilai aktiva. Sama seperti rasio likuiditas, rasio solvabilitas juga dapat menjadi indikator kemampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya.

4. Rasio Aktivitas

Sumber : Slideplayer.info

Rasio aktivitas dapat menunjukkan tingkat efisiensi perusahaan dalam menggunakan aset dan sumber daya. Anda dapat mengetahui aktiva mana yang produktif maupun tidak. Setelah dianalisis menggunakan rasio aktivitas, keputusan mengalokasikan dana untuk aktiva produktif pun dapat dibuat. Untuk mengukur efisiensi perusahaan menggunakan rasio aktivitas, biasanya diberlakukan perhitungan perputaran piutang yang jumlahnya didapat dengan membagi total penjualan bersih dengan rata-rata piutang dagang.

Berdasarkan ulasan mengenai rasio keuangan sebagai sensor kesehatan bisnis di atas, Anda tentu makin memahami pentingnya memiliki pencatatan keuangan yang rapi, detail, dan terbaca. Tak perlu repot, Anda dapat mempercayakan kebutuhan pencatatan keuangan perusahaan dengan softaware akuntansi Finata. Finata didesain untuk pelaku bisnis UMKM yang menginginkan kemudahan dalam mencatat pembukuan. 

Dengan beragam fitur mutakhirnya, Finata menyajikan data akurat untuk mendiagnosis kesehatan perusahaan Anda. Finata juga memiliki fitur indikator kesehatan bisnis yang akan menampilkan gambaran kondisi kesehatan perusahaan begitu data keuangan diunggah. Anda pun jadi lebih mudah menyusun strategi keuangan demi kemajuan bisnis.  Khusus untuk usaha mikro, Finata memberikan akses gratis selamanya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Yuk, awasi sensor bisnis Anda dengan Finata. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

MEMBANTU UKM DENGAN MENYEDIAKAN PETA KEUANGAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN USAHANYA

“Permasalahannya adalah anda bingung kenapa bisnis untung tapi uang tidak ada, atau uang tersedia di bank tapi meliat laporan keuangan merugi, maka pakailah FINATA yang akan membantu anda menganalisa kesehatan bisnis anda dengan mudah”

Manfaat Scale-up Bisnis Dropship dan Reseller untuk Anda!

Dengan mengikuti program Kuliah WhatsApp Group “Scale-up Bisnis Dropship dan Reseller 10x Lipat” ini, maka Anda akan mendapatkan banyak sekali manfaat untuk perkembangan bisnis Anda, di antaranya:

  1. Memahami cara membuat perencanaan keuangan bisnis.
  2. Mampu membuat laporan keuangan bisnis menjadi lebih rapi dan tertata sesuai standar akuntansi dan pajak.
  3. Mampu mengelola hitung, lapor, dan setor pajak tepat waktu sesuai dengan sistem perpajakan yang berlaku.
  4. Tidak bingung lagi membaca laporan keuangan.
  5. Dapat memeriksa dan menilai kesehatan bisnis Anda apakah dalam keadaan sehat, hati-hati, resiko, maupun bahaya.
  6. Dapat mendiagnosis kesehatan bisnis Anda, mulai dari analisa kesehatan kas, analisa manfaat hutang, analisa tingkat keuntungan, hingga analisa aktivitas bisnis Anda.
  7. Mengukur kepentingan scale up bisnis dropship maupun reseller, sehingga membantu bisnis Anda menghasilkan profit yang terus bertumbuh hingga 10 kali lipat bahkan lebih.
  8. Mencegah terjadinya kegagalan / kebangkrutan bisnis Anda karena sistem keuangan sudah Anda atur dengan rapi dan benar.
  9. Menghindari kesalahan penginputan data-data laporan keuangan yang sering terjadi karena ketidaksesuaian catatan pembukuan dan data di komputer, sehingga menyebabkan kerugian tanpa diketahui sumbernya.

Untuk itu, segera daftarkan diri Anda untuk mendapatkan semua manfaat tersebut!

Dapatkan diskon untuk pendaftar pertama hingga 70% di sini: https://finata.id/events/scale-up-bisnis-dropship-resell

UNTUK INFO SELENGKAPNYA KLIK LINK https://finata.id/fitur/https://finata.id/fitur/ atau http://finata.biz/

#keuangan #perencanaankeuangan #tipskeuangan #solusikeuangan #perencanakeuangan #manajemenkeuangan #konsultankeuangan #laporankeuangan #keuangankeluarga #literasikeuangan #akuntansikeuangan #cerdaskeuangan #rencanakeuangan #aplikasikeuangan #bisnisamanhidupnyaman #finansialtertata #softwarekeuanganbisnis #softwarekeuangan #umkm #keuanganbisnis #softwareakuntansi #softwarepajak

Software Akuntasi Gratis,Software Akuntansi Online, Software Akuntansi Keuangan, Software Sistem Akuntansi Keuangan, Software Akuntansi Terbaik, Software Akuntansi Perusahaan, Software Akuntansi Perusahaan Jasa, Software Akuntansi Perusahaan Dagang, Software Akuntansi Perusahaan Manufaktur,Jual Software akuntansi.

FINATA ADALAH SOFTWARE ANALISA KINERJA USAHA ANDA AGAR FINANSIAL TERTATA, BISNIS AMAN HIDUP NYAMAN!!

“FINATA ini memberikan anda sebuah ide yang membuat Usaha sukses yang dipakai di Indonesia untuk membuat bisnis lebih sehat profit terus tumbuh berkembang.”

Perbedaan Reseller dan Dropshipper

Pasti di telinga kita sudah tidak asing lagi mendengar istilah reseller dan dropshipper.

Tapi, apakah Anda sudah tahu perbedaan keduanya?

Oke, mari kita perjelas bersama-sama!

Reseller: metode penjualan yang memungkan toko atau si pemilik bisnis menyimpan stok barang yang ingin dijual.

Dropshipper: metode penjualan yang memungkinkan toko atau si pemilik bisnis tidak menyimpan stok barang yang ingin dijual. Jadi, sebagai pemilik toko tidak perlu menyimpan stok barang.

Pada bisnis dropshipping, ketika ada pembeli yang datang dan memesan barang ke toko yang Anda punya, maka Anda bisa langsung memesannya ke supplier dan meminta supplier barang untuk mengirimkan barang secara langsung ke konsumen Anda.

Secara singkat, bedanya reseller dengan dropshipper, dengan sistem dropshipping Anda tidak perlu stok barang dan melakukan inventarisasi.

Sementara sistem reseller tetap harus melakukan stok barang dan inventarisasi.

Sudah jelas? Atau masih bingung? Atau Anda punya versi jawaban tersendiri? Coba kirim ke kolom komentar di bawah ini.

Untuk info selengkapnya klik link https://finata.id/ atau http://finata.biz/

#sharingiscaring #2020sukses #tumbuhbersamafinata #keuangan #perencanaankeuangan #tipskeuangan #solusikeuangan #perencanakeuangan #manajemenkeuangan #konsultankeuangan #laporankeuangan #keuangankeluarga #literasikeuangan #akuntansikeuangan #cerdaskeuangan #rencanakeuangan #aplikasikeuangan #bisnisamanhidupnyaman #finansialtertata #softwarekeuanganbisnis #softwarekeuangan #umkm #keuanganbisnis #softwareakuntansi #softwarepajak

Software Akuntasi Gratis,Software Akuntansi Online, Software Akuntansi Keuangan, Software Sistem Akuntansi Keuangan, Software Akuntansi Terbaik, Software Akuntansi Perusahaan, Software Akuntansi Perusahaan Jasa, Software Akuntansi Perusahaan Dagang, Software Akuntansi Perusahaan Manufaktur,Jual Software akuntansi

Design a site like this with WordPress.com
Get started