Ini Persiapan Legalitas Perusahaan untuk Membangun Usaha Baru

Anda harus melakukan persiapan Legalitas Perusahaan, tanpa ini perusahaan tidak sah di mata hukum.

Hukum di Indonesia sangat dijunjung tinggi, karena Indonesia adalah negara hukum.  Hukum ini mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, sebagai warga negara, kita harus patuh mengikuti aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Demikian juga dengan perusahaan, usaha yang dijalankan harus legal dalam arti sah di mata hukum. 

Pentingnya Persiapan Legalitas Perusahaan

Legalitas adalah berupa izin yang sah secara hukum terkait segala kegiatan usaha yang dilakukan, termasuk semua elemen yang terlibat di dalamnya. Legalitas ini baru bisa dianggap resmi jika memiliki dokumen, yang telah disahkan oleh pemerintah ataupun badan yang berwenang untuk mengeluarkan dokumen  yang berlaku tersebut. 

Dokumen ini tentunya sesuai dengan data riil yang ada di perusahaan, yang berarti bahwa perusahaan tersebut benar ada dan tidak fiktif. Jika perusahaan tidak memiliki izin, maka kegiatannya dianggap tidak legal. Hal ini disebabkan legalitas menjadi faktor utama bagi sebuah badan usaha, untuk dapat bertindak secara hukum seperti melakukan produksi, bertransaksi, dan aktivitas usaha lainnya.

Sedangkan bila mengacu pada dua konsep legalitas perusahaan, yang pertama adalah  bahwa setiap perusahaan yang didirikan pasti telah mempunyai bentuk badan usahanya masing-masing. Konsep yang kedua, bahwa setiap perusahaan yang melakukan aktivitas usahanya wajib memenuhi syarat operasional perusahaan.

Dengan demikian, perusahaan juga harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan. Syarat operasional ini membuktikan jika perusahaan sudah dinyatakan memiliki legalitas usaha.

Inilah pentingnya perusahaan untuk segera melegalkan usahanya.

  1. Perusahaan berupaya untuk dapat tunduk pada hukum yang berlaku, mengikuti peraturan dan sah untuk beroperasi di negara ini. 
  2. Dengan memiliki legalitas, instansi atau perusahaan lain pun akan percaya bahwa perusahaan telah sah menurut hukum.
  3. Perusahaan telah memenuhi syarat untuk membayar pajak pertambahan nilai dari hasil penjualannya.
  4. Perusahaan telah berkewajiban guna membayar pajak, seperti pajak gaji karyawan, pajak pertambahan nilai penjualan.
  5. Perusahaan dalam usahanya melakukan aktivitas yang berhubungan dengan perusahaan lain, terkait kerja sama antarperusahaan baik perusahaan swasta maupun milik pemerintah.
  6. Perusahaan juga terkait dengan instansi pemerintahan, misalnya sebagai supplier atau penyedia jasa, yang harus melakukan tender barang dan jasa yang dilakukan oleh pemerintah.
  7. Perusahaan telah mempunyai brand sendiri sehingga membutuhkan perlindungan hukum terhadap perusahaannya. Dengan demikian, perusahaan akan kuat secara hukum, terutama jika mengalami masalah dengan perusahaan lain yang melakukan kecurangan.

Jenis  Legalitas Perusahaan

Nah, lalu bagaimana caranya Anda sebagai pelaku bisnis untuk mulai melakukan persiapan legalitas perusahaan baru? 

  • Pertama kali Anda harus menghubungi notaris untuk membantu membuat akta perusahaan. Akta perusahaan inilah yang menjadi landasan perusahaan, yang berisikan modal dasar, struktur perusahaan, produk atau jasa yang disediakan perusahaan.
  • Selain itu, untuk PT atau Perseroan Terbatas, penggunaan nama PT harus disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM dan oleh notaris.  Nama PT ini tidak boleh sama, untuk memastikan, Anda bisa mengeceknya secara online. Proses pengesahan nama PT ini membutuhkan waktu kurang lebih 1 – 2 minggu.
  • Setelah SK dari Kementerian Hukum dan HAM ini keluar, baru dilaksanakan proses selanjutnya untuk membuat perusahaan menjadi legal meliputi pembuatan:
  1. Domisili Perusahaan

Anda dapat mendatangi RT setempat untuk membuat domisili perusahaan dengan membawa:

  • Formulir domisili perusahaan yang sudah diisi lengkap.
  • KTP (Kartu Tanda Penduduk) penanggung jawab.
  • Surat Pernyataan tidak keberatan dari tetangga yang harus ditandatangani oleh minimal 4 tetangga terdekat serta RT dan RW setempat.
  • SHM  atau Sertifikat Hak Milik.
  • IMB atau Izin Mendirikan Bangunan.
  • Apabila tempatnya menyewa, harus  ada persetujuan dari pemilik gedung dan bukti kontrak sewa gedung.
  • Bukti pembayaran PBB tahun terakhir.
  • Akta Notaris.
  • SK Kemenkumham (Kementerian Hukum dan HAM).
  • Keterangan detail terkait perusahaan seperti nomor telpon, jam kantor, dan jumlah karyawan.

Setelah itu, proses bisa dilanjutkan dengan mendatangi kelurahan dan kecamatan guna meminta tanda tangan dari lurah dan camat pada formulir domisili perusahaan. Proses membuat domisili ini formalnya tidak mengeluarkan biaya atau masih gratis. Setelah domisili perusahaan ini terbit, proses bisa dilanjutkan dengan membuat NPWP Perusahaan.

  1. NPWP Perusahaan

Sebagai pemilik perusahaan, Anda wajib mendaftarkan usaha Anda untuk mendapatkan NPWP Badan (Nomor Pokok Wajib Pajak), apabila  Wajib Pajak telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. 

NPWP merupakan nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana yang menjadi tanda pengenal atau identitas bagi setiap Wajib Pajak, dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.  

Sedangkan fungsi NPWP adalah sebagai identitas Wajib Pajak, sarana administrasi perpajakan, dan persyaratan untuk sejumlah pelayanan umum. Lalu, bagaimana dengan persyaratan NPWP?

Berikut ini adalah persyaratan NPWP bagi tiga jenis badan usaha yang dikeluarkan dari situs resmi Kementerian Keuangan RI.

  • Badan Usaha Berorientasi Laba atau Profit oriented

Badan Usaha Berorientasi Profit termasuk PT, CV, Koperasi, UD, dan Yayasan.  Tujuan dibentuknya badan usaha hanya untuk mencari laba atas usaha yang dilakukan. Persyaratannya adalah sebagai berikut:

  1. Fotokopi akta pendirian atau dokumen pendirian dan perubahan bagi Wajib Pajak perusahaan dalam negeri atau Surat Keterangan penunjukan dari kantor pusat  (khusus untuk bentuk usaha tetap).
  2. Fotokopi KTP direktur atau salah satu pendiri badan usaha.
  3. Fotokopi Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) direktur atau salah satu pendiri perusahaan.
  4. Fotokopi dokumen izin usaha dan atau kegiatan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang.
  5. Surat keterangan tempat kegiatan usaha dari Pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa.
  6. Lembar tagihan listrik dari Perusahaan Listrik atau bukti pembayaran listrik.
  7. Mengisi Formulir pendaftaran NPWP.
  8. Surat Kuasa bermaterai Rp6.000, apabila pengurusan NPWP bukan direktur atau pengurus badan usaha.
  • Badan Usaha Tidak Berorientasi Profit atau Non Profit Oriented

Yang termasuk di dalamnya adalah Ormas, perkumpulan atau yayasan yang dibentuk tidak untuk mencari profit  atas usaha yang dilakukan. Persyaratannya sebagai berikut:

  1. Akta Pendirian.
  2. Fotokopi KTP ketua atau salah satu pengurus badan atau organisasi.
  3. Fotokopi NPWP ketua atau salah satu pengurus badan atau organisasi.
  4. Surat Keterangan Domisili dari Kelurahan.
  5. Mengisi Formulir Pendaftaran NPWP.
  6. Surat Kuasa bermaterai Rp6.000, apabila pengurusan NPWP tidak dilakukan oleh direktur atau pengurus badan usaha.
  • Badan Usaha Operasi Kerjasama atau Joint Operation.

Badan Usaha Operasi Kerjasama atau Joint Operation ini, merupakan badan usaha yang dilaksanakan oleh dua perusahaan yang melakukan sebuah proyek. Kedua badan usaha ini harus memiliki NPWP masing-masing. Sementara untuk NPWP Joint Operation dibuat NPWP baru menggunakan nama gabungan antara kedua perusahaan. Persyaratannya adalah:

  1. Fotokopi Perjanjian Kerjasama atau Akta Pendirian sebagai bentuk kerjasama operasi (Joint Operation).
  2. Fotokopi Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak masing-masing anggota bentuk kerjasama operasi, yang diwajibkan memiliki NPWP.
  3. Fotokopi Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak orang pribadi salah satu pengurus perusahaan anggota bentuk kerjasama koperasi atau fotokopi paspor dan surat keterangan domisili dari Pejabat Pemerintah Daerah, setidaknya Lurah atau Kepala Desa dalam hal penanggung jawabnya adalah seorang WNA.
  4. Fotokopi dokumen izin usaha dan atau kegiatan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha, dari Pejabat Pemerintah Daerah setidaknya dari Lurah atau Kepala Desa.
  1. Mengurus Izin Gangguan (HO/IG)

HO/IG ini menjadi salah satu syarat untuk membuat SIUP dan TDP, yang dibuat oleh Dinas Perizinan Domisili Usaha di kabupaten atau kota. Dokumen ini merupakan surat bukti bahwa Anda tidak keberatan dengan lokasi dan situasi dari tempat Anda mendirikan usaha.

Proses pembuatan HO/IG ini berbeda-beda di setiap daerah berhubung sistem dan kebijakan yang diterapkan juga berbeda, meskipun sebagian besar hampir sama. Kita ambil contoh di Kota Bandung, yang saat ini telah memakai sistem online untuk mendaftarkan HO/IG ini.

 Anda tinggal mengunjungi website atau kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat. Berikut ini persyaratan untuk membuat HO/IG:

  1. Scan Akta Notaris Pendirian Perusahaan Lengkap.
  2. Scan KTP Asli Direktur atau Pemilik Badan Usaha.
  3. Keterangan domisili perusahaan.
  4. Pernyataan tidak keberatan dari tetangga (sama seperti yang dipakai untuk syarat pembuatan domisili badan usaha).
  5. Scan Surat Kepemilikan Tanah (Sertifikat/lainnya).
  6. Scan Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), termasuk gambar denah atau situasi.
  7. Scan Surat Sewa Tanah atau Persetujuan Pemanfaatan Tanah.
  8. Scan Rekomendasi Dokumen Lingkungan (jika tidak merusak lingkungan tidak perlu dilampirkan).
  9. Copy pengesahan AD. PT dari Menteri Hukum dan HAM.
  10. Scan NPWP.
  11. Bukti lunas retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran. (Biaya retribusi Rp20 ribu dan tabung Rp350 ribu).
  12. Scan Bukti Lapor SPT Tahunan 2 tahun terakhir (Jika perusahaan baru tidak perlu).

Berhubung sistem pengurusan ini online, Anda tidak perlu datang langsung ke kantor. Semua surat dan scan ini dikirimkan melalui pos langsung ke kantor dan akan selesai dalam waktu 1 -2 minggu. Anda tinggal membayar biaya Rp150 ribu melalui bank BJB. 

  1. Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

SIUP ini dibuat oleh pemerintah daerah tempat Anda mendirikan usaha yang diperuntukkan bagi usaha perdagangan. Apapun bentuk usahanya bila merupakan jenis usaha perdagangan, maka perusahaan harus memiliki surat  yang berlaku di seluruh daerah ini.

SIUP ini wajib bagi usaha Anda karena dengan memiliki SIUP ini, usaha Anda sudah terdaftar dan secara hukum resmi dan sah menjalankan usaha perdagangan Anda. Sebelum Anda mengurus syarat administrasi pembuatan SIUP ini, persiapkan dulu dokumennya, yang dibedakan  berdasar jenis atau bentuk usaha yang dijalankan. 

  1. Untuk Perseroan Terbatas (PT)
  • Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) Penanggung Jawab/Direktur Utama perusahaan/pemegang saham.
  • Fotokopi KK (Kartu Keluarga)apabila penanggung jawabnya wanita.
  • Fotokopi NPWP.
  • Surat Keterangan Domisili atau SITU (Surat Izin Tempat Usaha).
  • Fotokopi Akta Pendirian PT disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM.
  • Fotokopi Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum dari Menteri Hukum dan HAM.
  • Surat Izin Gangguan (HO).
  • Izin Prinsip, yaitu surat yang dibuat oleh pemerintah daerah yang diberikan pada pengusaha atau badan usaha.
  • Neraca Perusahaan.
  • Pasfoto Direktur Utama/Penanggung jawab/Pemilik Perusahaan, ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar.
  • Materai Rp6.000.
  • Izin teknis dari Instansi terkait apabila diminta.
  1. Perusahaan Perorangan
  • Fotokopi KTP pemegang saham perusahaan.
  • Fotokopi NPWP.
  • Surat Keterangan Domisili.
  • Neraca Perusahaan.
  • Materai Rp6.000.
  • Foto Direktur Utama/Penanggung Jawab, ukuran 4×6 cm sebanyak 2 lembar.
  • Izin lain terkait usaha yang dijalankan.
  1. Koperasi
  • Fotokopi KTP Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas Koperasi.
  • Fotokopi NPWP.
  • Fotokopi Akta Pendirian Koperasi yang disahkan instansi berwenang.
  • Daftar Susunan Dewan Pengguna dan Dewan Pengawas.
  • Fotokopi Surat Keterangan Domisili atau SITU (Surat Izin Tempat Usaha) dari Pemerintah Daerah. 
  • Neraca Koperasi.
  • Materai Rp6.000.
  • Pasfoto Direktur Utama/Penanggung Jawab/Pemilik perusahaan, ukuran 4×6 2 lembar.
  • Izin lain yang terkait.
  1. Perusahaan Perseroan Terbuka (Tbk)
  • Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) Penanggung Jawab/Direktur Utama/ Pemilik perusahaan.
  • Fotokopi SIUP sebelum menjadi perseroan terbuka.
  • Fotokopi Akta Notaris Pendirian dan Perubahan perusahaan dan surat persetujuan status perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka, dari Departemen Hukum dan HAM.
  • Surat Keterangan dari Badan Pengawas Pasar Modal, bahwa perusahaan telah melakukan penawaran umum secara luas dan terbuka.
  • Fotokopi Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (STP-LKTP) tahun buku terakhir.
  • Pasfoto Direktur Utama/Penanggung jawab/Pemilik Perusahaan, ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar.
  1. Membuat Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Hal terakhir yang harus Anda urus adalah TDP. Jika Anda sudah mengantongi surat TDP ini, berarti perusahaan Anda sudah terdaftar secara sah di wilayah tersebut. Dengan demikian, legalitas perusahaan sudah lengkap dan Anda bisa mengikuti tender atau mendapatkan proyek di suatu daerah. 

Saat ini, pembuatan TDP juga sudah bisa dilakukan secara online di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) . Bentuk perusahaan yang harus didaftarkan adalah jenis badan usaha yang berbadan hukum seperti PT, CV, dan Firma. Selain perusahaan yang berbadan hukum, maka tidak memerlukan TDP. Persyaratan membuat TDP adalah sebagai berikut:

  • Scan KTP Asli Direktur/Pemilik Perusahaan.
  • Scan Akta Notaris Pendirian Perusahaan.
  • Scan NPWP.
  • Copy izin teknis (bisa memakai SIUP).
  • Copy Pengesahan AD.PT dari Menteri Hukum dan HAM.
  • Copy IG/HO.
  • Scan Bukti Lapor SPT Tahunan 2 tahun terakhir (kecuali perusahaan baru).
  • Copy SK Pengesahan Badan Hukum.

Setelah selesai, TDP ini akan dikirim melalui pos ke alamat kantor Anda secara gratis. Dengan demikian, sekarang legalitas perusahaan Anda sudah lengkap. Jangan lupa untuk membuat rekening perusahaan, sehingga Anda tidak lagi memakai rekening milik pribadi, yang bisa membuat klien kurang percaya.

Membuat Rekening Perusahaan

Setelah urusan legalitas perusahaan ini beres, Anda tinggal datang ke bank pilihan Anda, untuk membuka rekening perusahaan. Prosesnya tidak berbeda seperti halnya saat Anda membuat rekening pribadi.  Syaratnya adalah sebagai berikut:

  • Akta Perusahaan.
  • KTP Penanggung jawab/Pemilik.
  • Domisili Perusahaan.
  • NPWP.
  • HO/IG.
  • SIUP.
  • TDP.

Nah, itulah urutan lengkap untuk prosedur persiapan legalitas perusahaan yang harus Anda lalui. Setelah semuanya beres, Anda pun telah memiliki perusahaan yang legal, sehingga Anda sudah dapat menjalankan bisnis yang sah di mata hukum dengan aman dan nyaman. 

Selain itu, keberlangsungan bisnis Anda tetap dapat terjaga.  Kewajiban Anda selanjutnya adalah melaporkan pajak bulanan dan SPT tahunan perusahaan pada kantor pajak. 

Jadi untuk kebutuhan laporan pajak perusahaan Anda dengan cepat dan mudah, segera kunjungi https:/finata.co.id/homepage.  Finata merupakan software keuangan dengan fitur terlengkap, dengan demikian dapat membantu Anda mengatasi segala kebutuhan penyusunan laporan keuangan perusahaan hingga sinkronisasi perpajakan. Nah, apakah Anda ingin mencobanya?

Kenapa Finata Mudah Digunakan Oleh Siapa Saja

 Finata adalah program keuangan berbasis web yang murah, lengkap, dan bisa digunakan pemilik UKM. Berikut penjelasan kemudahan serta fungsi Finata.

Ingin tahu kondisi kesehatan suatu bisnis? Pengelolaan keuangan adalah salah satu indikator pentingnya. Aktivitas serta laporan keuangan yang seimbang dan rinci adalah kunci bisnis sehat. Finata menghadirkan kemudahan bagi pemilik bisnis dan pelaku UKM yang membutuhkan sistem pengelolaan keuangan berkualitas. 

Apa Itu Finata?

Finata adalah perangkat bisnis berbasis web yang menawarkan berbagai fungsi pengelolaan keuangan. Anda dapat menggunakannya untuk mengelola pembukuan, mencatat pengeluaran dan pemasukan, mendata utang piutang, hingga menghitung pajak. Semua dirangkum dalam sistem pelaporan lengkap yang mudah dibuat, dan dengan biaya relatif murah.

Tidak seperti program keuangan lainnya, Finata memiliki kelebihan berupa sensor kesehatan keuangan serta fungsi koreksi fiskal. Dua fungsi ini membantu pemilik bisnis untuk terus menjaga dan memperbaiki sistem keuangan mereka. Tarif yang murah serta visual yang mudah dipahami membuatnya cocok untuk pengusaha baru.

Finata cocok untuk berbagai jenis bisnis. Anda dapat memanfaatkannya untuk menjalankan usaha manufaktur, dagang, jasa, hingga usaha rumah tangga. 

Fitur Utama Finata

Finata menawarkan berbagai fitur yang mendukung pengelolaan keuangan secara menyeluruh. Gunakan semua fitur ini agar Anda bisa berfokus pada kegiatan pengembangan dan pengelolaan bisnis.

  • Master Data

Ketika Anda membuat akun, Finata akan menyediakan sistem Master Data untuk menampung semua informasi usaha. Data ini meliputi nama dan detail bisnis, identitas pemilik, jumlah karyawan, saldo awal, data akun, rincian produk, daftar pemasok, info pajak, serta daftar aset. Semua dapat diakses dengan mudah kapan pun Anda membutuhkannya.

Setiap akun Finata hanya berlaku untuk satu perusahaan. Anda wajib membuat akun terpisah untuk setiap perusahaan atau bisnis. Hal ini menjamin akurasi serta kemudahan mengelola keuangan setiap bisnis.

  • Jurnal dan Laporan Penjualan

Finata mencatat setiap transaksi penjualan secara rapi, mulai dari tahap penawaran (offer) hingga pencatatan transaksi. Finata juga mencatat setiap pembayaran baik tunai maupun tempo, dan membuat faktur pada saat yang sama dengan penjualan. Hal ini membantu menyingkat waktu transaksi serta mengurangi risiko kekeliruan dalam pencatatan.

Ingin tahu karakteristik pelanggan Anda? Rangkuman penjualan oleh Finata akan mencatat setiap transaksi secara rinci, termasuk piutang, sehingga Anda bisa menganalisis pelanggan paling baik maupun “bandel.”

  • Jurnal dan Laporan Pembelian

Catat setiap tahap pembelian Anda, mulai dari pengiriman permintaan (inquiry), pemesanan, pembayaran dan utang, hingga siapa pemasok yang mengirimkan pesanan Anda. Setiap tahap dicatat secara rinci agar ada laporan mendetail tentang transaksi. Pencatatan ini juga membantu menentukan alur kerja dalam bisnis, agar tetap rapi.

Ingin tahu pemasok mana yang bisa Anda percaya dan yang tidak? Catatan rekap pembelian dalam sistem Finata membantu menunjukkan pemasok dengan harga terbaik dan paling tepat waktu. Hal ini akan memudahkan saat Anda harus menentukan daftar pemasok rutin serta cadangan yang akan mendukung kelancaran bisnis.

  • Sensor Keuangan

Sensor keuangan adalah salah satu fitur terbaik Finata. Anda bisa melihat data lengkap terkait tren, rasio, dan pembandingan (komparasi) dalam seluruh kegiatan keuangan. Misalnya, Anda bisa melihat perbandingan laba bersih dengan aliran transaksi keuangan (cashflow), aset dengan ekuitas (ETA), neraca laba dan rugi, hingga penghitungan balik modal.

  • Penghitungan dan Pelaporan Pajak

Finata menghadirkan fungsi penghitungan dan pelaporan pajak lengkap untuk memudahkan pengusaha menjalankan kewajiban. Fitur ini tersedia untuk penghitungan pajak bulanan dan tahunan, lengkap dengan fungsi koreksi fiskal untuk kalkulasi lebih akurat. Wajib lapor pajak menjadi lebih mudah.

  • Pengelolaan Aset

Finata menghadirkan fitur pengelolaan aset terkait pendataan aset tetap di Master Data, baik yang berwujud maupun tidak. Anda juga bisa mendapat hasil penghitungan valuasi aset berdasarkan metode penyusutan resmi. Pastikan semua aset terdaftar agar Anda bisa menjaga kondisi bisnis serta mengelolanya dengan baik.

  • Sistem Keamanan Keuangan

Finata memiliki sistem keamanan yang kuat dan terpercaya. Sistemnya mampu membuat cadangan data, melacak data audit untuk mencegah penipuan, serta melakukan impor-ekspor data secara lengkap untuk mencegah hilangnya informasi penting.

Finata juga memiliki fitur pengingat (reminder). Anda dapat mendapat peringatan untuk hal penting, seperti utang atau piutang yang masih harus dibayar. 

Manfaat Finata untuk Diagnosa Kesehatan Bisnis 

Tahukah Anda bahwa kesehatan keuangan sangat menentukan dalam kinerja bisnis?

Kondisi kesehatan bisnis tidak hanya menentukan kemampuan beroperasi, tetapi juga perkembangan serta kemampuan menangani problem. Anda harus memiliki transaksi yang rapi dan sehat, catatan utang piutang rapi, serta sistem pelaporan pajak yang baik. Finata membantu Anda melakukan semua itu dengan sistem canggih yang mudah dioperasikan.

Sensor keuangan serta laporan kesehatan bisnis Finata memberi beberapa manfaat sebagai berikut:

  • Merapikan catatan utang piutang

Utang piutang dapat menyebabkan kerugian jika tidak dicatat dengan rapi. Finata memiliki sistem pencatatan utang piutang yang terperinci, lengkap dengan informasi seperti pihak terkait, tanggal dan hari, catatan nominal, tanggal jatuh tempo, dan sebagainya. Sistem ini didukung dengan peringatan yang akan memberi tahu Anda kapan harus membayar atau menagih.

  • Menganalisis neraca, laba, dan rugi

Banyak orang tidak bisa melakukan analisis neraca bisnis serta membandingkannya dengan laba dan rugi. Finata menyederhanakannya ke dalam fitur analisis kesehatan bisnis. Anda dapat melihat perbandingan antara neraca bisnis dengan aset, modal, rasio likuiditas, dan lain sebagainya. Sistem ini akan membantu Anda membandingkan antara rencana bisnis dan modal dengan kenyataan di lapangan.

  • Memperkirakan jumlah stok yang tepat

Finata sedang mempersiapkan fitur laporan stok yang akan segera hadir (coming soon). Fitur ini dirancang karena jumlah stok dapat menentukan kesuksesan dan kerugian bisnis. Stok yang terlalu sedikit atau banyak dapat mengganggu usaha. Kelebihan stok dapat menumpuk di gudang hingga rusak atau kedaluwarsa. 

Manajemen stok dalam sistem Finata membantu Anda menganalisis jumlah stok. Anda juga bisa menentukan apakah sudah waktunya memesan lagi. Sistem pengelolaan stok juga memisahkan kategori persediaan berdasarkan kegunaannya. Anda akan menemukan sistem penghitungan serta pengelolaan stok bahan baku dan pembantu, produk yang sedang dalam pemrosesan, serta barang jadi.

  • Menganalisis perubahan dan pengelolaan modal

Kemampuan mengelola modal penting untuk menjaga aktivitas bisnis. Modal bisa berasal dari laba yang ditahan atau suntikan investasi. Sistem Finata membantu Anda melihat laporan perubahan, pengadaan, serta pemakaian modal lengkap. Hal ini membantu pebisnis untuk menyesuakan strategi penggunaan modal, sehingga tujuan bisnis tercapai.

Kesehatan bisnis merupakan kunci untuk menjalankan usaha dengan baik, termasuk dalam hal kesiapan menghadapi perubahan besar. Finata menyederhanakan konsep-konsep rumit dalam hal analisis kesehatan bisnis, sehingga Anda bisa memahaminya dengan mudah serta menerapkan strategi pengelolaan tepat.

Keunggulan Finata untuk Pengelolaan Keuangan

Apa keunggulan Finata dalam pengelolaan keuangan dibandingkan sistem serupa? Berikut kemudahan yang bisa Anda peroleh saat mengelola keuangan usaha dengan Finata:

  • Fitur dan visual mudah dikelola

Pusing memikirkan sistem pengelolaan keuangan yang rumit? Finata menghadirkan fitur-fitur pencatatan neraca, utang piutang, serta analisis bisnis yang bisa dijelajahi dengan tombol-tombol mudah. Anda dapat melihatnya di layar komputer maupun perangkat, sehingga mudah untuk mengelola bisnis dari mana saja.

  • Sistem otomatis dan intuitif

Serahkan semua aktivitas pembukuan manual Anda pada sistem Finata! Masukkan angka-angka pada tempat yang tepat, dan lupakan keharusan berhitung secara manual. Anda tidak hanya mendapat hasil otomatis, tetapi juga laporan, retur, serta sistem pembuktian lainnya secara langsung. 

  • Pengelolaan keuangan lengkap dan murah

Finata menghadirkan program keuangan berbasis web yang terjangkau. Anda bisa memanfaatkan sistem pengelolaan keuangan, pajak, utang piutang, dan analisis kesehatan bisnis dengan harga lebih murah daripada jika membeli software mahal. Sistemnya menyerupai metode HTTP/SSL yang mirip dengan sistem di bank konvensional. Hal ini menjamin keamanan data lewat sistem enkripsi.

  • Fitur gratis untuk UMKM

Punya usaha dengan keuntungan di bawah Rp300 juta? Nikmati fitur gratis selamanya dari Finata. Dirancang khusus untuk pemilik UMKM, Finata membantu pemilik bisnis kecil dan rumah tangga untuk membangun usaha dengan sistem keuangan berkualitas.

  • Sistem keuangan yang rapi dan akurat

Sistem Finata diperbarui secara teratur, sehingga Anda akan selalu mendapatkan perhitungan rapi serta akurat. Setiap ada pembaruan, Anda akan menerima informasinya lewat alamat email yang terdaftar. Data Anda akan tetap aman dan utuh walau sistem Finata diperbarui.

Berbagai kemudahan Finata ini tidak hanya mendukung pengelolaan keuangan, namun juga membantu dalam hal setor serta pelaporan pajak.

Kemudahan Pengelolaan dan Pelaporan Pajak

Perhitungan dan pelaporan pajak adalah tugas yang rumit, terutama bagi pemilik usaha. Anda harus melakukan perhitungan akurat untuk memastikan bahwa perusahaan telah menunaikan kewajiban pajaknya. Jika Anda melakukannya secara manual, Anda akan direpotkan oleh berbagai kegiatan penghitungan dan pengisian formulir.

Finata menghadirkan berbagai fitur pengelolaan pajak yang menjamin akurasi serta kemudahan, contohnya adalah:

  • Koreksi Fiskal

Koreksi fiskal adalah upaya penyesuaian perhitungan yang harus dilakukan wajib pajak sebelum menunaikan kewajibannya. Hal ini karena adanya perbedaan dalam hal perhitungan antara sistem akuntansi komersial dan pajak. Finata memiliki fungsi koreksi fiskal otomatis yang sesuai dengan panduan resmi terkini. Anda bisa memasukkan angka-angkanya saja, dan Finata akan melakukan semuanya.

Dengan Finata, Anda tidak perlu kaget karena ada ketidaksesuaian antara kewajiban pembayaran pajak dengan perhitungan Anda. Fungsi koreksi fiskal memastikan bahwa pelaku usaha membayar pajak sesuai dengan ketentuan.

  • Perhitungan Pajak untuk Pemasok dan Pelanggan

Perhitungan PPH dan PPN dalam Finata dipisahkan antara pemasok serta pelanggan. Pemisahan otomatis ini membantu Anda memperhitungkan pemasukan dan pengeluaran wajib pajak. Transaksi dan kewajiban pembayaran pajak juga bisa dilacak dengan mudah. Hal ini juga memudahkan dalam hal penerapan harga atau biaya jasa, terutama jika Anda ingin memberi informasi soal berapa persen pajak yang ada di dalamnya.

  • Pembuatan Laporan Pajak Lengkap

Kegiatan setor dan lapor pajak menjadi lebih mudah dengan Finata. Anda bisa mendapat perhitungan akurat serta bentuk laporan yang mendetail. Sistem pelaporan juga disesuaikan dengan formulir pembayaran PPh, PPN, serta jenis-jenis pajak wajib lainnya. Penghitungan kewajiban setor pajak juga dibuat berdasarkan persentase yang berlaku.

 Keuntungan Menggunakan Finata untuk UKM

Pemilik UKM dan usaha skala rumah tangga biasanya tidak memikirkan untuk mengadopsi software pembukuan mahal. Akan tetapi, Finata juga ideal untuk pengusaha kecil. Ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh pemilik UKM atau bisnis rumahan jika menggunakan Finata sejak awal, yaitu:

  • Menetapkan fondasi keuangan sehat

Bisnis yang sehat ditunjang oleh sistem keuangan yang juga sehat. Jika menggunakan Finata dari awal pendirian bisnis, Anda akan menetapkan fondasi keuangan sehat. Semua jenis transaksi dicatat dan dilaporkan secara rinci, tetapi dengan cara mudah.

  • Memudahkan untuk fokus pada bisnis

Jika Anda berkeras menggunakan sistem pembukuan manual, waktu Anda akan banyak terbuang hanya untuk mengisi angka-angka ke dalam sistem tersebut. Finata menyingkat waktu yang Anda perlukan untuk mengurus keuangan harian, sehingga Anda bisa fokus pada aspek bisnis lain, seperti pengembangan.

  • Mengamankan aset sejak awal

Ketika bisnis semakin berkembang, Anda wajib melindungi semua jenis aset, baik yang bergerak maupun tidak. Sistem manajemen aset dalam Finata membantu mendata semua data aset yang Anda miliki. Sistem tersebut juga akan menghitung nilai buku semua aset tersebut seiring waktu, lengkap dengan perhitungan pajaknya.

  • Memudahkan analisis dan laporan

Analisis bisnis dan pelaporan penting untuk menentukan strategi bisnis selanjutnya. Jika pelaporan bisnis terlalu sulit untuk Anda, gunakan sistem Finata. Laporan dan hasil analisis yang keluar hadir dalam bentuk yang mudah dicerna. Anda juga bisa membuat grafik atau diagram, sehingga memudahkan penjelasan jika harus menemui pemegang modal atau saham.

  • Memudahkan pengembangan

Mengembangkan bisnis menuntut Anda untuk memastikan bahwa sistem pengelolaan keuangan konsisten di semua tempat. Finata mudah diaplikasikan, sehingga Anda bisa membentuk keuangan sehat yang sempurna untuk cabang bisnis baru.

  • Menghemat biaya pengelolaan keuangan

Finata memberi kesempatan untuk semua pelaku usaha agar bisa mengelola keuangan bisnis secara sehat. Hal ini diwujudkan lewat program dengan harga murah. Masyarakat pemilik bisnis rumah tangga dan UKM pun tidak perlu mengeluarkan banyak uang hanya untuk membeli program akuntansi yang kurang berkualitas.

Dengan semua kemudahan ini, Anda akan bisa memulai serta mengelola bisnis kecil dengan lebih baik. Pastikan memanfaatkan fitur Finata untuk menciptakan sistem keuangan sehat sejak awal.

Cara Mudah Mengakses dan Menggunakan Finata

Ingin membuktikan sendiri kemudahan Finata? Cukup kunjungi situs resminya dan pilih tombol Coba (Gratis) Sekarang. Finata menyediakan program uji coba gratis untuk memberi Anda petunjuk cara penggunaan serta keuntungannya. Pemilik UKM bahkan bisa membeli program ini dengan harga sangat murah.

Anda membutuhkan Wi-Fi atau koneksi internet lain untuk bisa mengakses Finata. Sistem ini dapat diakses lewat perangkat Android atau Apple. Ketika mendaftar, Anda wajib mengisi semua informasi datar terkait usaha yang dijalankan, seperti nama dan alamat bisnis, tanggal berdiri, NPWP, akun bank, serta logo bisnis.

Gunakan satu akun untuk mengelola keuangan di satu bisnis, dan buat akun baru jika ada bisnis lainnya. Hal ini untuk mencegah kebingungan dan kekeliruan, terutama jika dua bisnis tersebut memiliki nama atau jenis usaha yang mirip.

Kesimpulan: Finata sebagai Solusi Keuangan Terbaik

Bisnis yang sehat ditentukan oleh sistem pengelolaan keuangan serta aset yang berkualitas. Lupakan software pembukuan mahal atau sistem pembukuan yang rumit serta tidak akurat. Finata memberi Anda keunggulan dalam hal pembukuan, pelaporan dan penghitungan pajak, manajemen aset, serta pelacakan utang piutang.

Kemudahan pengelolaan, sistem pelaporan otomatis yang akurat, serta biaya murah adalah kunci untuk sistem keuangan sukses masa kini. Kunjungi Finata di http://finata.id/homepage/ untuk mendapat informasi lebih lanjut atau mendaftarkan bisnis Anda.

10 Alasan Umum Penyebab Bangkrutnya Sebuah Bisnis

Dalam dunia bisnis, kebangkrutan adalah hal yang umum terjadi. Apa penyebab umum bangkrutnya sebuah bisnis? Simak uraiannya berikut ini!

Kabar bangkrutnya perusahaan teh kenamaan Sariwangi rasanya masih begitu segar dalam ingatan. Pengumuman yang dikeluarkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat itu sontak membuat banyak pihak terkejut. Bagaimana tidak, produk teh yang terkenal dengan iklan-iklan kreatifnya itu masih beredar dan laris manis di pasaran. Utang sebagai salah satu penyebab bangkrutnya sebuah bisnis disinyalir sebagai alasan kenapa perusahaan yang berdiri pertama kali pada tahun 1962 ini dinyatakan pailit.

Kebangkrutan atau yang dalam bahasa Inggris disebut bankruptcy merupakan kondisi ketika individu atau sebuah organisasi (dalam hal ini termasuk perusahaan), secara hukum dianggap tidak mampu membayar kreditur mereka. Menurut KBBI, bangkrut adalah ketika seseorang atau sebuah bisnis menderita kerugian yang besar sehingga habislah harta bendanya. 

Jenis-jenis Kebangkrutan

Kebangkrutan juga dikenal dengan istilah likuidasi perusahaan atau penutupan bisnis karena kegagalan yang terjadi di dalam perusahaan. Kegagalan ini bisa terjadi dalam dua bentuk yakni:

  1. Kegagalan Ekonomi

Kegagalan ekonomi atau economic distressed terjadi ketika perusahaan kehilangan pendapatan atau uangnya sehingga tidak mampu membiayai kegiatan operasionalnya. Ini artinya tingkat laba perusahaan lebih sedikit dari biaya modal atau nilai arus kas perusahaan yang sekarang lebih kecil dari kewajiban. Kegagalan semacam ini dapat terjadi jika cash flow atau arus kas perusahaan yang ada jauh di bawah nilai yang diharapkan.

Kegagalan keuangan juga bisa terjadi ketika tingkat pendapatan investasinya lebih kecil daripada modal yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk investasi tersebut.

  1. Kegagalan Keuangan

Kegagalan keuangan atau financial distressed terjadi ketika perusahaan mengalami kesulitan dana baik dana kas maupun modal kegiatan operasional. Perusahaan bisa mencegah terjadinya kegagalan finansial dengan menggunakan sebagian dari asset liability management.

Penyebab Umum Bangkrutnya Sebuah Bisnis

Secara umum, ada 10 alasan kenapa sebuah bisnis bisa jatuh ke dalam kebangkrutan. Simak penyebab umum bangkrutnya sebuah bisnis dalam uraian berikut ini!

  1. Utang

Berkaca pada kasus yang menimpa PT Sariwangi Agricultural Estate Agency, utang ternyata memiliki peluang besar yang bisa menyebabkan sebuah bisnis bangkrut. Sariwangi waktu itu meminjam uang sebesar Rp1 triliun yang rencananya digunakan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan teh mereka yang akhirnya gagal. Tidak seimbangnya modal yang dimiliki dengan besarnya utang perusahaan menyebabkan keuntungan terus berkurang. Pada akhirnya ini akan menyebabkan kerugian terus menerus dan membuat perusahaan harus rela untuk menyatakan kebangkrutannya.

  1. Menyerahkan Kontrol pada Orang yang Salah

Ketika Anda baru memulai bisnis, penting untuk mengetahui kepada siapa saja Anda memberikan kewenangan. Di awal merintis usaha, memiliki kontrol penuh adalah sesuatu yang wajib bagi Anda. Sebagai pemilik, Andalah yang lebih paham mengenai kondisi perusahaan luar dalam. Rasa memiliki yang ada dalam diri juga membuat Anda lebih hati-hati dan penuh pertimbangan dalam mengambil sebuah keputusan.

Bandingkan keadaannya jika Anda menyerahkan tugas besar tersebut pada orang lain. Selain kepercayaan yang belum tentu terjaga, Anda juga akan kehilangan kesempatan melihat dan mengambil kesempatan-kesempatan yang muncul selama mengelola bisnis.

  1. Tidak Efektif dan Tidak Efisiennya Manajemen Perusahaan

Manajemen perusahaan dianggap efektif ketika tujuan yang diinginkan bisa tercapai dengan tepat sesuai waktu yang ditargetkan. Sementara itu manajemen disebut efisien ketika perusahaan mampu meraih hasil optimal dengan penggunaan sumber daya dan modal yang minimal. Banyak perusahaan yang harus rela kehilangan banyak uang karena gagal menjaga efektivitas dan efisiensi operasionalnya sehingga harus berakhir bangkrut.

  1. Enggan Berinovasi

Sesukses apapun sebuah bisnis, jika hanya diam di tempat maka pasti akan ketinggalan. Setiap perusahaan harus mampu secara peka membaca situasi dan perkembangan di sekitar. Kita bisa belajar dari kasus bangkrutnya Kodak, perusahaan yang selama ini dikenal sebagai salah satu distributor kamera terbesar di dunia. Ketidakmampuan perusahaan mengikuti era digital yang semakin menggurita memaksa Kodak harus gulung tikar. Dari kasus Kodak kita juga bisa belajar bahwa fleksibilitas dan kepekaan juga merupakan kunci yang penting untuk sebuah bisnis agar bisa bertahan lama.

  1. Tidak Dekat dengan Konsumen

Komunikasi yang Anda bangun dengan konsumen bukan hanya sekadar untuk memastikan mereka puas dengan layanan yang diberikan. Ada banyak sekali strategi yang bisa disusun dengan membaca pergerakan pasar termasuk para kompetitor.

Dengan menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan pelanggan ditambah layanan terbaik, Anda bisa mengetahui apa saja yang mereka inginkan. Kedekatan dengan konsumen juga bisa membantu Anda membaca tren sekaligus mengetahui langkah apa yang dilakukan oleh para pesaing Anda. Kalau Anda beruntung dan bergerak dengan bijak, selain menghindari kebangkrutan Anda juga bisa maju selangkah di depan kompetitor.

  1. Ekonomi Global yang Tidak Stabil

Jika kelima alasan sebelumnya mengacu pada persoalan internal di dalam perusahaan, maka poin selanjutnya akan membahas pada masalah yang terjadi dari luar. Penyebab paling umum yang bisa mengakibatkan perusahaan bangkrut adalah keadaan ekonomi yang tidak baik secara global.

Ketika perekonomian dunia menurun, pertumbuhan ekonomi juga mengalami penurunan dan bisnis akan menjadi lesu. Banyak orang memilih untuk menyimpan uang ketimbang membelanjakannya. Tingkat konsumsi yang turun ini secara tidak langsung pasti akan memengaruhi bisnis di banyak sektor.

  1. Perubahan Kebijakan Pemerintah

Ada banyak sekali alasan kenapa perubahan kebijakan pemerintah bisa memengaruhi berjalannya sebuah bisnis bahkan membuatnya bangkrut. Kebijakan pencabutan subsidi, adanya aturan dan tarif baru terkait ekspor dan impor hingga undang-undang perbankan dan tenaga kerja yang memberatkan bisa menjadi faktor penyebab kemunduran sebuah bisnis.

  1. Perubahan Pola Konsumsi Pelanggan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sebuah perusahaan harus mampu mengikuti pergerakan selera pasar. Tapi adakalanya perubahan ini adalah sesuatu yang tidak bisa diatasi hanya dengan sekadar berinovasi. Oleh karena itu, sebagai seorang pengusaha Anda harus bisa membaca peluang-peluang baru yang muncul untuk menghindari kebangkrutan akibat hilangnya konsumen Anda selama ini.

  1. Kelangkaan Bahan Baku

Bagi sebuah bisnis yang menggantungkan produksinya pada supplier penyedia bahan baku, di sanalah nyawa perusahaan berada. Ketika pemasok tidak bisa lagi memenuhi permintaan bahan baku, maka produksi otomatis tidak akan bisa berjalan. Krisis, force majeure seperti bencana alam dan kecelakaan biasanya menjadi penyebab yang paling sering memicu langkanya bahan baku.

  1. Kemunculan Pesaing yang ‘Mematikan’

Inilah alasan kenapa memerhatikan gerak-gerik dan langkah yang diambil kompetitor adalah hal yang tak kalah pentingnya saat menjalankan bisnis. Tak terhitung jumlahnya perusahaan di luar sana yang terpaksa kehilangan pelanggan karena kemunculan pesaing baru yang lebih menjanjikan dan menarik bagi konsumen. Pelanggan yang berpindah satu per satu membuat mereka akhirnya kehilangan pasar dan bangkrut.

Selain itu, kebangkrutan juga bisa terjadi akibat pengambilan keputusan yang tidak tepat di masa lalu. Kegagalan manajemen perusahaan mengambil tindakan di waktu dan saat yang diperlukan. Kegagalan sebuah bisnis seringkali terjadi karena banyaknya posisi ditempati oleh orang-orang yang tidak memiliki kualifikasi yang tepat. Kurangnya keterampilan, pengalaman dan tidak adanya inisiatif mengakibatkan tujuan perusahaan gagal dicapai.

Apa Perbedaan Bangkrut dengan Pailit?

Banyak orang yang menyamakan istilah bangkrut dengan pailit. Meski sering digunakan untuk merujuk pada perusahaan yang gagal bertahan, bangkrut dengan pailit ternyata adalah dua hal yang berbeda. 

Secara bahasa, pailit berasal dari bahasa Perancis failite yang artinya kemacetan pembayaran. Menurut UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Membayar Utang, seseorang bisa dinyatakan pailit ketika debitornya memiliki dua kreditor atau lebih, tidak mampu membayar lunas utang yang jatuh tempo dan masuk ke dalam tagihan dan diminta untuk dinyatakan pailit baik oleh dirinya sendiri maupun oleh salah satu atau lebih kreditornya.

Dari segi penyebab, pailit dan bangkrut juga memiliki perbedaan mencolok. Jika kebangkrutan disebabkan oleh beberapa penyebab di atas, pailit bisa terjadi jika debitor memiliki dua atau lebih kreditor dan tidak mampu membayar salah satu utangnya hingga lunas padahal telah jatuh tempo dan bisa ditagih. 

Indikator Kebangkrutan Sebuah Perusahaan

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memprediksi potensi kebangkrutan yang akan dialami oleh sebuah perusahaan antara lain

  • Pertama,  dengan menggunakan analisis cash flow saat ini dan masa mendatang
  • Kedua, dengan melihat keadaan di lapangan. Rendahnya pertumbuhan ekonomi secara otomatis akan membuat peluang bisnis menurun. Apalagi dengan kehadiran perusahaan-perusahaan baru yang akan merebut pasar
  • Ketiga, sikap pasif dari manajemen perusahaan. Tidak kompetennya orang-orang yang bekerja di sebuah perusahaan bisa menjadi pemicu kebangkrutan. Apalagi jika di dalam menajemen hanya ada orang-orang yang cenderung reaktif ketimbang proaktif. Mereka akan gagal mengantisipasi perubahan dan tidak sanggup mengambil keputusan saat terdesak. Akibatnya, perusahaan perlahan-lahan akan dibawa ke ambang kegagalan
  • Keempat, faktor gabungan. Adanya masalah internal ditambah kondisi pasar yang tidak baik akan membawa efek yang lebih parah dan kompleks bagi sebuah perusahaan.

Contoh Kasus Kebangkrutan Perusahaan Populer Dunia

Untuk melihat lebih jelas bagaimana suatu kondisi membawa perusahaan pada kebangkrutan, mari simak beberapa contoh kasusnya berikut ini!

  1. Lehman Brothers

Kebangkrutan yang dialami oleh perusahaan asal Amerika Serikat ini dianggap yang paling besar dalam sejarah. Perusahaan jasa keuangan global dengan lebih dari 25.000 karyawan yang tersebar di seluruh dunia ini dinyatakan bangkrut pada tahun 2008 lalu.

Sejarah panjang Lehman Brothers sebagai perusahaan raksasa dunia dimulai pada tahun 2001 saat pemerintah Amerika Serikat menurunkan suku bunga untuk menggairahkan perekonomian setempat. Ini dimanfaatkan dengan baik oleh Lehman Brothers untuk berinvestasi di pasar real estate. Dalam waktu 5 tahun, perusahaan ini berhasil menyalurkan pinjaman miliaran dolar. Termasuk memberikan KPR untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan tidak tetap (subprime mortgage).

Masalah mulai muncul ketika pemerintah menaikkan kembali suku bunga pada tahun 2004. Akibatnya, banyak peminjam yang kemudian menyatakan tidak mampu membayar. Subprime mortgage menjadi penyumbang paling besar angka kredit macet yang dialami oleh Lehman Brothers. Berbagai masalah lain akhirnya membuat Lehman Brothers harus berhenti beroperasi.

Kebangkrutan Lehman Brothers dianggap yang paling menghebohkan karena dampak yang diakibatkannya. Pasar saham global tertekan. Bahkan Bursa Efek Indonesia juga mengalami efek ‘guncangan’ dengan penurunan 4.7 persen. Ini adalah nilai terendah yang pernah dialami BEI sejak tahun 2007. Efek dari kebangrkutan Lehman Brothers konon masih terasa hingga saat ini.

  1. Nokia

Di awal masuknya smartphone ke Indonesia, nama Nokia adalah yang paling menggema. Perusahaan ponsel asal Finlandia ini memproduksi ponsel untuk hampir semua protokol telekomunikasi utama termasuk GSM, CDMA hingga W-CDMA. Di zamannya, tidak ada perusahaan lain yang bisa mengalahkan kecanggihan produk-produk Nokia.

Ponsel sejuta umat ini akhirnya harus gagal di pasaran dengan munculnya berbagai teknologi baru. Android milik Google dan iOS milik Apple menguasai pasaran, menggantikan sistem operasi Symbian yang dulu jadi kebanggan Nokia. Tidak mampu mengejar euforia pasar, Nokia akhirnya memutuskan menjual merek dagangnya kepada Microsoft pada tahun 2014 lalu.

  1. Kodak

Sebagai salah satu penyebab bangkrutnya sebuah bisnis, kegagalan berinovasi juga terjadi pada Kodak. Sama seperti Nokia, Kodak adalah pelopor di bidangnya. Sebagai perusahaan yang pertama kali menemukan kamera gulung dan fotografi, Kodak tumbuh dengan pesat dan sempat memonopoli penjualan kamera di pasaran.

Sama seperti Nokia, keterlambatan Kodak mengikuti inovasi dengan tetap bertahan pada produk kamera lamanya menjadi biang kemelut internal. Berdiri pertama kali pada tahun 1892, Kodak akhirnya harus gulung tikar pada tahun 2012 lalu.

  1. Yahoo!

Kemunculan pesaing merupakan salah satu penyebab bangkrutnya sebuah bisnis. Hal ini dialami langsung oleh Yahoo!. Perusahaan yang berdiri pada tahun 1994 ini sempat menjadi raja internet dengan berbagai fiturnya yang menarik seperti Yahoo! Messenger dan layanan emailnya.

Yahoo! sempat akan mengakuisisi Google dan Facebook. Tapi karena waktu itu tidak ada kesepakatan harga dengan pemiliknya, akuisisi itu gagal. Ada banyak hal yang diduga menjadi pemicu kenapa perusahaan digital yang didirikan oleh Jerry Yang dan David Filo ini akhirnya resmi berhenti beroperasi.

Yahoo! dianggap mengalami krisis jati diri. Kebingungan untuk memilih ingin menjadi perusahaan teknologi atau media adalah salah satu faktor kenapa Yahoo! kalah saing dan mulai meredup. Di sisi lain muncul Google yang hadir dengan segudang inovasinya. Tidak heran jika Yahoo! harus benar-benar mengaku menyerah dengan menyatakan bangkrut di akhir 2017 ini.

  1. Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Pembangunan Indonesia dan Bank Expor Impor

Jika Anda mengikuti kisah lahirnya Bank Mandiri, Anda pasti tahu bagaimana salah satu bank terbesar Indonesia ini bermula. Krisis moneter yang menghantam tanah air pada tahun 1997-1998 lalu membuat empat bank BUMN harus rela ditutup. 

Restrukturisasi perbankan nasional yang dilakukan untuk membenahi keuangan dalam negeri membuat bank dengan kinerja buruk terpaksa dilikuidasi. Empat bank di antaranya yakni BBD, BDN, Bapindo dan Bank Exim akhirnya dilebur jadi satu menjadi Bank Mandiri.

Keputusan pemerintah untuk menggabungkan keempat bank tersebut nyatanya terbukti berhasil. Bank Mandiri kini tumbuh menjadi bank terbesar di Indonesia dari segi aset, pinjaman maupun deposit. Dengan aset total senilai Rp945,62 triliun, Bank Mandiri kini masih terus melakukan inovasi untuk melayani jutaan nasabahnya.

Ada banyak penyebab bangkrutnya sebuah bisnis. Beberapa poin yang sudah disebutkan di atas hanyalah bagian yang paling umum. Selain mengetahui penyebab-penyebabnya dan belajar dari kegagalan perusahaan-perusahaan yang disebutkan di atas, menggunakan software keuangan yang tepat untuk mendiagnosa kesehatan bisnis adalah langkah yang bisa Anda ambil. Dapatkan semua solusi terbaik untuk perusahan yang maju dan minim risiko bangkrut dengan menggunakan Finata.

Mengetahui Perbedaan Konsep Akuntansi Cash basis dengan Full accrual budget

Cara pencatatan keuangan perusahaan bisa dilakukan dengan 2 cara, yakni cash basis dan full accrual budget. Yuk ketahui lebih lanjut kedua metode ini!

Melakukan pencatatan keuangan perusahaan mungkin terlihat sebagai pekerjaan yang mudah. Apalagi, saat ini terdapat aplikasi akuntansi yang mempermudah dalam aktivitas pencatatan laporan keuangan. Namun, pembuatan laporan tersebut bisa saja mengalami permasalahan kalau Anda tidak mengerti tentang metode pembuatan laporan finansial. 

Secara umum, Anda akan menemukan dua konsep pencatatan keuangan yang biasa digunakan. Dua metode tersebut adalah akuntansi berbasis kas (cash basis) dan full accrual budget. Cara penerapan kedua metode ini sangat berbeda. Untuk membuat laporan yang rapi, Anda bisa memilih salah satu dari kedua metode itu. 

Namun, Anda jangan tergesa-gesa dalam memilih jenis cara pembuatan laporan keuangan yang digunakan. Sebelum memutuskan, Anda perlu mengetahui lebih dalam mengenai kedua metode tersebut. 

Perbedaan Metode Akuntansi Cash basis dan Full accrual budget

Tahap pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan mengetahui perbedaan prinsip pelaksanaan dari kedua metode akuntansi ini. Setelah tahu cara penerapannya, Anda bisa memperoleh sedikit gambaran mengenai jenis metode akuntansi mana yang lebih cocok untuk diterapkan dalam bisnis. 

Metode Akuntansi Cash basis

Pertama adalah metode cash basis. Sesuai dengan namanya, cara pencatatan keuangan yang satu ini dilakukan dengan berdasarkan adanya perubahan uang kas. Ketika menggunakan metode cash basis, Anda hanya akan mencatat transaksi dalam laporan keuangan ketika pendapatan memang telah benar-benar masuk ke kas. Prinsip serupa juga berlaku ketika terdapat pengeluaran atau biaya. Pencatatan pengeluaran akan dilakukan saat benar-benar telah terjadi aliran uang keluar dari kas. 

Sebagai contoh, Anda adalah seorang penjual grosir yang menggunakan sistem pembayaran setelah barang diterima. Ketika permintaan barang oleh konsumen telah dilakukan, Anda belum memasukkannya dalam transaksi pendapatan. Transaksi baru dicatat dalam laporan ketika pembeli telah melakukan konfirmasi penerimaan barang dan mentransfer pembayaran.

Selain itu, metode ini juga mengharuskan Anda untuk melakukan pencatatan pendapatan sesuai dengan uang yang diterima. Sebagai contoh, ketika Anda menjual barang dengan cara cicilan. Maka catatan yang ada dalam laporan adalah sesuai dengan nominal cicilan yang telah ditetapkan. 

Metode akuntansi cash basis kerap digunakan oleh perusahaan kecil, perorangan, atau perusahaan yang lebih mengedepankan transaksi secara tunai. Metode pencatatan keuangan ini juga sangat menguntungkan dan terhitung lebih mudah bagi perusahaan yang memiliki uang tunai dalam jumlah banyak. 

Metode Akuntansi Full accrual budget

Kalau cash basis merupakan praktik akuntansi yang biasa dilakukan oleh perorangan serta perusahaan kecil, lain halnya dengan metode full accrual budget. Cara pencatatan keuangan ini merupakan metode yang paling sering digunakan oleh perusahaan. Apalagi, perusahaan menghadapi transaksi dalam berbagai jenis, mulai dari tunai hingga kredit. 

Dengan situasi keuangan seperti itu, metode akuntansi cash basis tidak cocok dipakai untuk menilai kondisi finansial perusahaan. Sebaliknya, metode akuntansi full accrual budget mampu memberi informasi secara akurat terkait kondisi keuangan terkini sebuah perusahaan. 

Lalu, apa yang membuat metode akuntansi full accrual budget mampu melakukan hal tersebut? Hal ini disebabkan karena cara pencatatan yang sangat kontras dibandingkan dengan metode cash basis. Dalam metode akuntansi akrual, pencatatan dapat dilakukan ketika ada transaksi, baik transaksi masuk ataupun transaksi keluar. 

Pencatatan pada laporan keuangan tidak perlu menunggu adanya uang masuk ke kas. Sebagai gantinya, terdapat pencatatan berupa piutang. Dalam metode pelaporan ini, informasi terkait waktu pembayaran piutang merupakan hal yang kurang begitu penting. 

Konsep serupa juga berlaku untuk pengeluaran. Pencatatan pengeluaran tidak harus menunggu sampai ada aliran uang keluar dari kas. Metode akuntansi ini mengakui adanya pengeluaran ketika perusahaan dalam situasi memiliki kewajiban untuk melakukan pembayaran beban.  

Kelebihan serta Kekurangan Metode Akuntansi Cash basis dan Full accrual budget

Dengan membaca penjabaran tersebut, Anda sudah mulai memiliki gambaran mengenai perbedaan antara metode akuntansi cash basis dengan full accrual budget. Ketika memilih untuk menjalankan salah satu dari kedua metode pencatatan keuangan ini, Anda akan menemukan kekurangan serta kelebihan masing-masing metode. 

Kelebihan dan Kekurangan Metode Akuntansi Cash basis

Ketika memutuskan menggunakan metode akuntansi berbasis kas, ada bebrapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan, yaitu:

  • Laporan keuangan yang mudah dimengerti

Cara pembuatan laporan keuangan dengan metode cash basis sangat sederhana. Anda tinggal melakukan pencatatan ketika ada aliran uang yang masuk ataupun keluar kas. Di samping itu, model pelaporan seperti ini juga membuatnya dapat dengan mudah dimengerti tanpa harus menggunakan tenaga akuntan profesional. 

  • Mampu menampilkan cash flow dengan jelas

Metode laporan keuangan berbasis kas juga memberi kemudahan bagi pengusaha untuk mengetahui aliran uang dengan mudah. Dalam laporan ini, Anda bisa secara langsung mengetahui nominal uang tunai yang tersimpan di kas. 

  • Memberi kemudahan dalam mengendalikan pengeluaran

Penggunaan metode akuntansi cash basis memungkinkan Anda untuk mengetahui kondisi keuangan terkini dan melakukan pembatasan pengeluaran dengan mudah. Caranya begitu sederhana. Anda tinggal menentukan nominal uang tunai yang dialokasikan sebagai pengeluaran.  

Selain menawarkan beberapa keuntungan, metode cash basis juga memiliki kekurangan, seperti:

  • Tidak akurat dalam menilai kondisi keuangan perusahaan

Cara pencatatan keuangan menggunakan cash basis memang bermanfaat dalam memberikan informasi ketersediaan uang tunai di dalam kas. Hanya saja, Anda tidak akan menjumpai informasi berupa utang serta piutang perusahaan. Dengan kondisi seperti itu, Anda akan mengalami kesulitan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh. 

Penilaian keuangan perusahaan menjadi patokan yang penting kalau Anda ingin mengembangkan usaha. Ketika melihat laporan keuangan yang dibuat dengan metode cash basis, seorang investor akan kesulitan dalam melihat potensi yang dimiliki perusahaan. Menghadapi situasi seperti itu, investor akan merasa ragu kalau ingin memberikan suntikan dana kepada perusahaan Anda. 

  • Kesulitan dalam memprediksi kondisi keuangan di masa depan

Laporan keuangan yang dibuat dengan metode cash basis mungkin bisa memberitahukan kondisi keuangan terkini. Sebagai contoh, laporan keuangan bulan ini memperlihatkan bahwa perusahaan memiliki laba dalam jumlah besar. Namun, apakah Anda bisa menggunakan laporan itu untuk memprediksi kondisi keuangan di bulan berikutnya? 

Hal tersebut bakal akan sangat sulit Anda lakukan. Anda tidak memperoleh informasi mengenai jenis pemasukan yang sudah ada tagihannya tetapi belum dibayar oleh pelanggan (piutang). Di waktu yang sama, Anda juga tak memiliki gambaran mengenai beban yang bakal dikeluarkan perusahaan pada bulan berikutnya. 

Dalam kondisi yang ekstrem, Anda bisa saja tidak mengetahui bahwa perusahaan ternyata memiliki jumlah utang dalam jumlah banyak. Dengan situasi seperti itu, tak menutup kemungkinan kalau perusahaan tiba-tiba bangkrut tanpa Anda ketahui penyebabnya. 

  • Rentan adanya manipulasi arus kas

Sistem pelaporan berbasis kas juga memiliki kerentanan adanya manipulasi arus kas. Hal ini terjadi karena sistem pelaporan hanya dilakukan dengan memfokuskan pada periode pelaporan. Pada situasi seperti itu, ada kemungkinan besar Anda akan melewatkan pencatatan arus sumber daya lain yang keberadaannya dapat mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan. 

Cara manipulasi keuangan yang bisa terjadi ketika Anda menggunakan metode akuntansi cash basis sangat beragam. Sebagai contoh, Anda bisa saja memanipulasi laporan keuangan cukup dengan tidak mencairkan cek atau melakukan penggantian waktu pembayaran liabilitas. 

  • Tidak bisa menyusun neraca

Ketika membuat laporan keuangan berbasis kas, Anda tidak akan bisa menyusun neraca atau laporan posisi keuangan. Penyusunan laporan keuangan ini dilakukan secara single entry yang sederhana. Namun, siapa sangka kalau kesederhanaan dalam penyusunannya ternyata bisa membuat Anda tidak mengetahui posisi serta risiko keuangan.   

Dengan kondisi seperti ini, tidak heran kalau pengusaha bakal cukup sulit untuk bisa melakukan pengembangan usaha. Ketika mengajukan pinjaman, pihak bank kemungkinan besar akan menolak permintaan perusahaan yang memakai metode keuangan ini. Bahkan, auditor tidak akan menerima pernyataan kondisi finansial yang didasarkan pada pelaporan keuangan berbasis kas.  

Dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya, metode pencatatan keuangan cash basis jadi pilihan ideal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Cara pencatatannya juga tidak terlalu menyulitkan, dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Anda tidak perlu membutuhkan tenaga akuntan profesional untuk membuatnya. 

Selain itu, metode keuangan cash basis juga sangat cocok bagi perusahaan dengan jumlah karyawan terbatas. Bagi Anda yang memiliki perusahaan privat atau keluarga juga bisa mempertimbangkan metode keuangan ini. Apalagi, perusahaan yang Anda jalankan seluruh transaksi secara tunai. 

Kelebihan dan Kekurangan metode Akuntansi Full accrual budget

Seperti halnya metode pembuatan laporan berbasis kas, akuntansi full accrual budget juga punya kelebihan serta kelemahan. Kelebihan yang bisa Anda dapatkan ketika menggunakan metode ini di antaranya: 

  • Mampu mengetahui kondisi keuangan secara akurat

Keuntungan pertama yang bisa Anda dapatkan ketika menggunakan laporan keuangan dengan metode full accrual budget adalah bisa mengetahui kondisi finansial secara akurat. Lewat model pelaporan ini, Anda bisa melihat seluruh daftar pemasukan serta pengeluaran perusahaan. 

  • Dapat dimanfaatkan untuk memprediksi kondisi keuangan

Metode akuntansi full accrual budget memberi kesempatan kepada Anda untuk memprediksi kondisi keuangan dengan lebih mudah. Hal ini dapat dilakukan karena Anda memperoleh gambaran mengenai jenis pemasukan yang bakal didapatkan serta pengeluaran yang perlu dibayarkan. Tak hanya itu, Anda juga bisa memanfaatkan pelaporan keuangan ini untuk meringankan beban pajak dengan mengeluarkan invoice pada awal tahun dan akhir tahun. 

  • Menghasilkan laporan yang transparan

Metode akuntansi full accrual budget juga memungkinkan Anda untuk bisa lebih transparan dalam membuat laporan keuangan. Lewat metode ini, Anda dapat mengetahui sektor yang perlu ditingkatkan performanya sekaligus mengetahui adanya potensi tersembunyi yang dimiliki perusahaan. 

Sementara itu, Anda juga perlu mengantisipasi kekurangan yang ada pada metode akuntansi full accrual budget, yakni:

  • Cara penyusunan yang sangat sulit

Cara penyusunan laporan keuangan dengan metode full accrual budget jauh lebih sulit dibandingkan dengan cash basis. Penyusunannya butuh tenaga akuntan yang berpengalaman. Oleh karena itu, sangat sulit bagi pengusaha kecil untuk bisa merekrut tenaga akuntan berpengalaman yang membantu dalam penyusunan laporan finansial dengan metode ini. 

  • Kesulitan dalam memonitor cash flow

Anda memang bisa melakukan penilaian kondisi finansial perusahaan secara menyeluruh dengan metode full accrual budget. Hanya saja, ada hal yang bisa tersembunyi dalam penggunaan metode pelaporan ini. Anda bisa saja tidak mengetahui bahwa tidak ada uang tunai yang tersimpan dalam kas. 

Berbanding terbalik dengan metode akuntansi cash basis, full accrual budget merupakan opsi terbaik dalam melakukan pencatatan keuangan. Lewat metode ini, perusahaan bisa memperoleh jenis laporan keuangan yang komprehensif. Keberadaannya juga dapat membantu pengusaha dalam mengembangkan usaha dengan bermodalkan laporan keuangan. 

Contoh Penggunaan Metode Akuntansi Cash basis dan Full accrual budget

Untuk bisa memahami secara detail mengenai kedua metode akuntansi ini, Anda dapat melihat contohnya secara langsung. Contoh penerapan kedua metode pencatatan keuangan tersebut bisa dilihat di bawah ini:

PT Indo Jaya Sentosa merupakan perusahaan yang berkecimpung dalam distribusi alat tulis kantor (ATK). Pada tanggal 4 Juni 2019, mereka menerima permintaan pengiriman barang dari PT Supra Teknik Jaya senilai Rp5 juta yang dilakukan secara tunai. 

Selanjutnya, pada tanggal 10 Juni 2019, PT Batam Jaya Makmur melakukan pembelian ATK dari PT Indo Jaya Sentosa dengan nilai transaksi mencapai Rp20 juta. Hanya saja, transaksi ini berlangsung secara kredit dengan waktu jatuh tempo pada tanggal 30 Juni 2019. 

Di sini, Anda bisa melihat bahwa kedua transaksi yang diterima oleh PT Indo Jaya Sentosa memiliki cara pembayaran berbeda. Pembelian ATK oleh PT Supra Teknik Jaya dilakukan secara tunai. Sementara itu PT Batam Jaya Makmur memilih untuk melakukan pembayaran secara kredit. 

Dengan situasi seperti itu, cara pencatatan kedua jenis transaksi ini memiliki perbedaan kalau dilakukan dengan metode cash basis serta full accrual budget. Berikut ini adalah cara pencatatan yang perlu dilakukan oleh PT Indo Jaya Sentosa:

Cash basis

Tanggal 4 Juni 2018

Kas Rp5.000.000

Penjualan Rp5.000.000

Tanggal 30 Juni 2018

Kas Rp20.000.000

Penjualan Rp20.000.000

Full accrual budget

Tanggal 4 Juni 2018

Kas Rp5.000.000

Penjualan Rp5.000.000

Tanggal 10 Juni 2018

Piutang dagang Rp20.000.000

Penjualan Rp20.000.000

Tanggal 30 Juni 2018

Kas Rp20.000.000

Piutang terbayar Rp20.000.000

Dengan melihat pencatatan kedua metode akuntansi ini, Anda bisa mengetahui perbedaan keduanya secara gamblang. Pada pencatatan secara full accrual budget, Anda bisa menemukan kemunculan piutang dagang. Sebaliknya, pada metode cash basis, piutang merupakan jenis pemasukan yang tidak diakui. 

Keputusan mengenai jenis metode pencatatan keuangan yang digunakan bisa disesuaikan dengan keadaan masing-masing. Selanjutnya, pencatatan keuangan perusahaan bisa Anda lakukan dengan mudah lewat pemanfaatan aplikasi akuntansi dari Finata. 

Aplikasi Finata dapat Anda gunakan untuk mencatat keuangan perusahaan yang dilakukan dengan metode cash basis ataupun full accrual budget. Fitur lengkap yang ada di Finata memungkinkan Anda untuk bisa mencatat laporan keuangan berbasis full accrual budget secara detail. 

Sementara itu, pencatatan dengan metode cash basis juga bisa dilakukan dengan sangat mudah lewat Finata. Apalagi, Finata memberikan kebijakan penggunaan aplikasi secara gratis bagi para pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan pencatatan keuangan yang tertib, Anda bisa memanfaatkannya untuk pengembangan usaha. 

Cara penggunaan Finata juga sangat mudah. Aplikasi ini bisa dijalankan di berbagai perangkat, mulai dari komputer, tablet, ataupun smartphone. Anda juga bisa menggunakan aplikasi ini di mana saja, asalkan tersedia koneksi internet yang andal. Semua fitur yang bisa Anda temukan di dalamnya, bisa didapatkan tanpa perlu membayar biaya yang mahal. Yuk, segera manfaatkan Finata!

Ini Perbedaan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak yang Perlu Anda Ketahui

Tidak banyak orang mengetahui perbedaan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak, termasuk hubungan antara keduanya.

Akuntansi sangat penting peranannya dalam membantu pengambilan keputusan terkait ekonomi atau keuangan. Peran Akuntansi membantu tugas manajemen, khususnya saat menjalankan fungsi pengawasan dan perencanaan. Peranan Akuntansi ini tentunya sangat disadari oleh banyak perusahaan. 

Fungsi Akuntansi Secara Umum

Ada beberapa fungsi akuntansi secara umum untuk diketahui sebagai berikut:

  • Untuk mengetahui dan menghitung laba dan rugi yang diperoleh perusahaan.
  • Untuk dapat membantu menetapkan hak masing-masing pihak yang berkepentingan dalam perusahaan.
  • Untuk memberikan informasi yang berguna bagi manajemen perusahaan.
  • Untuk membantu perusahaan dalam mencapai target yang sebelumnya telah ditentukan.
  • Untuk mengawasi dan mengendalikan beragam aktivitas yang terjadi pada perusahaan.

Akuntansi keuangan merupakan salah satu bidang akuntansi yang berkaitan dengan transaksi keuangan, khususnya terkait perubahan aset, ekuilitas, maupun kewajiban perusahaan. Akuntansi keuangan ini juga merupakan bagian akuntansi yang menghasilkan  informasi dalam bentuk laporan keuangan. 

Laporan keuangan ini yang berguna untuk kepentingan baik internal maupun eksternal perusahaan. Laporan keuangan ditujukan bagi pihak luar seperti pemegang saham, kepentingan pajak, dan masih banyak lagi. 

Inilah jenis-jenis laporan keuangan hasil dari kegiatan akuntansi.

  • Laporan Arus Kas. Laporan ini merupakan jenis laporan yang bisa memberikan informasi, terkait penerimaan dan pembayaran kas perusahaan selama periode tertentu.
  • Laporan Rugi Laba. Laporan ini adalah salah satu laporan yang dihasilkan  dari kegiatan akuntansi. Laporan ini bisa memberikan informasi tentang hasil laba rugi kegiatan perusahaan selama periode tertentu. 
  • Laporan Neraca. Laporan ini adalah jenis laporan keuangan yang bisa menyediakan informasi yang berhubungan dengan aset, ekuitas, dan kewajiban perusahaan.
  • Laporan Ekuitas. Laporan ini merupakan jenis laporan keuangan yang menyediakan informasi terkait ekuitas pemilik atau modal selama periode tertentu pada suatu perusahaan.
  • Catatan Laporan Keuangan. Laporan ini menjadi informasi yang bersifat fisik keuangan ataupun nonkeuangan. Tujuan laporan ini memberikan informasi tentang kebijakan akuntansi yang dipakai perusahaan.

Mengenal Akuntansi Pajak

Akuntansi pada dasarnya memiliki banyak cabang yang barangkali hanya bisa dipahami oleh mereka yang berkecimpung di dunia keuangan. Salah satu cabang tersebut adalah  akuntansi perpajakan, yang sering kita dengar dan aplikasikan dalam keuangan perusahaan.

Sebenarnya dalam dunia perpajakan, akuntansi bukan istilah resmi. Istilah yang sesungguhnya lebih tepat adalah pembukuan atau pencatatan. Namun, karena saat ini pemerintah menerapkan sistem pajak, badan usaha harus  menerapkan sistem akuntansi.

Prinsip Akuntansi Perpajakan juga perlu dipahami, agar perusahaan tidak melakukan kesalahan dalam proses perhitungan pajak. Prinsip ini meliputi:

  • Kesatuan, bahwa sebuah perusahaan merupakan satu kesatuan ekonomi yang tidak dapat disatukan dengan entitas ekonomi lain seperti  pemilik perusahaan atau entitas lain yang secara hukum tidak memiliki hak.
  • Historis, prinsip ini mengharuskan pencatatan keuangan yang riil terhadap pembiayaan terhadap sebuah aset atau barang.
  • Pengungkapan penuh, setiap pencatatan aktivitas keuangan harus disajikan secara informatif dan detail, agar mendapatkan hasil yang akurat. Jika perlu, ditambahkan catatan kaki atau lampiran penting.

Klasifikasi Pajak

Sebelum memulai pencatatan, perusahaan atau lembaga wajib mengetahui jenis pajak terutang yang menjadi kewajiban. Inilah klasifikasi pajak berdasar cara pemungutan, yang dibuat agar lebih dapat memudahkan.

  • Pajak Langsung, dikenakan berdasar jumlah penghasilan atau kekayaan yang dimiliki perusahaan atau lembaga. Pajak ini harus dibayar langsung oleh wajib pajak serta tidak boleh diwakilkan.
  • Pajak Tidak Langsung, merupakan pajak yang dibayarkan saat terjadi sebuah transaksi keuangan. Pajak ini dapat diwakilkan dan dibebankan pada orang lain.

Banyak orang telah mendengar tentang Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak ini, karena sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Namun, tidak banyak orang mengetahui bahwa di antara keduanya terdapat hubungan antara Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak ini. 

Akuntansi bukan  sekadar perhitungan laba belaka karena ada hubungannya dengan pajak pemerintah. Nah, kita simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Definisi Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Berikut ini adalah penjelasan definisi di antara Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak, yang perlu Anda ketahui.

  • Akuntansi Komersial atau akuntansi umum merupakan suatu proses identifikasi, mencatat, mengklarifikasikan, mengolah, dan menyajikan transaksi atau aktivitas keuangan bagi pihak yang berkepentingan baik internal maupun eksternal perusahaan. Akuntansi Komersial ini adalah proses penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan peraturan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). 
  • Akuntansi Perpajakan adalah sebuah aktivitas pencatatan keuangan pada sebuah badan usaha atau lembaga, untuk mengetahui jumlah pajak yang harus dibayarkan sesuai dengan undang-undang perpajakan. Akuntansi perpajakan ini harus dipahami para wajib pajak, karena diperlukan untuk mendapatkan perhitungan pajak yang akurat.
  • Pada dasarnya, antara akuntansi umum dan akuntansi perpajakan, keduanya memiliki cara kerja yang serupa. Perbedaannya hanyalah terkait hasil. Akuntansi biasa menghasilkan laporan keuangan dan akuntansi perpajakan menghasilkan  laporan pajak.

Fungsi Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Sebelum membahas perbedaan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak, kita akan mengulas fungsi dari  masing-masing akuntansi tersebut. 

Fungsi Akuntansi Komersial

  • Fungsi Utama dari Akuntansi Komersial atau biasa adalah untuk menyediakan informasi keuangan suatu organisasi atau perusahaan. 
  • Dari laporan keuangan yang dibuat, dapat melihat keadaan keuangan suatu perusahaan serta perubahan yang terjadi.
  • Informasi terkait laporan keuangan perusahaan ini sangat dibutuhkan oleh manajemen untuk membantu mengambil keputusan yang bisa berpengaruh terhadap kondisi perusahaan.

Fungsi Akuntansi Perpajakan

  • Sebagai alat untuk merencanakan strategi perpajakan yang harus diambil oleh perusahaan, tentunya dalam arti strategi positif bukan untuk penggelapan pajak.
  • Sebagai alat untuk menganalisis  dan memprediksi besar pajak yang harus dibayar perusahaan atau lembaga keuangan di masa mendatang.
  • Sebagai laporan keuangan resmi yang bisa dipaparkan saat ingin mencari investor atau kegiatan publikasi lainnya.
  • Sebagai implementasi akuntansi terhadap kegiatan perusahaan dan menyajikannya  dalam bentuk informasi laporan keuangan fiskal maupun laporan keuangan komersial.
  • Sebagai dokumentasi perpajakan tahunan yang bisa dipakai untuk perbandingan dan mengetahui riwayat keuangan perusahaan dengan baik dan menjadi sebuah bahan evaluasi.

Mempertimbangkan fungsi-fungsi tersebut di atas, wajar bila setiap pengolahan data dan pencatatan keuangan harus dilakukan secara mendetail dan serinci mungkin sehingga mendanpatkah hasil  sesuai dengan yang diharapkan.

Perbedaan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Lalu apa perbedaan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak? Sebelum membahas perbedaan, marilah kita tengok persamaan antara keduanya. 

  1. Karakteristik Kualitatif. Keduanya memiliki karakteristik kualitatif yaitu:
  • Relevan, karena memiliki umpan balik, manfaat yang prediktif, lengkap dan tepat waktu.
  • Andal, jika informasi disajikan dengan jujur, netral, dan dapat diverifikasi.
  • Dapat dipahami, karena informasi bisa dimengerti oleh semua pemakai.
  • Dapat dibandingkan, informasi padat dibandingkan antarperiode.
  1. Neraca. Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak sama-sama terdiri dari aset, utang, dan modal.
  2. Sistem Akrual. Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak sama-sama menggunakan sistem akrual. Meskipun Akuntansi Pajak juga bisa memakai sistem campuran (kas dan akrual) dengan tetap mengacu pada pasal 28 UU KUP.
  3. Konsep Kesatuan Usaha. Baik Akuntansi Komersial maupun Akuntansi Pajak ini menganut prinsip kesatuan usaha, antara harta atau aset pemilik dan perusahaan dipisahkan.
  4. Prinsip Realisasi. Keduanya sama-sama menerapkan prinsip realisasi.

Inilah Perbedaan  Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak 

Setelah memahami persamaan antara Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak, saatnya mengulas perbedaan keduanya. Setiap perusahaan atau entitas wajib membayar pajak pada negara. Dengan demikian laporan keuangan dibedakan untuk kepentingan komersial atau umum dan kepentingan pajak atau fiskal. 

Laporan keuangan komersial disusun berdasar ketetapan standar sesuai prinsip akuntansi yang bersifat netral atau tidak memihak. Sebaliknya laporan keuangan pajak adalah informasi akuntansi untuk kepentingan perpajakan. Oleh karenanya penyajiannya mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan serta aturan pelaksanaannya. 

Perbedaan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Akuntansi KomersialAkuntansi Pajak

Dari sisi pengguna laporan keuangan keduanya berbeda. Pengguna laporan keuangan komersial atau umum ialah kreditur, para pemegang saham, karyawan perusahaan, pemerintah, manajemen, serta masyarakat pada umumnya.

Sementara pengguna laporan keuangan Akuntansi Pajak ialah fiskus.
Informasi pada laporan keuangan umum bersifat umum dan dapat digunakan untuk siapa saja.Sedangkan laporan keuangan pajak sifatnya rahasia hanya untuk manajemen dan fiskus.
Pedoman penyusunan dan penyajian akuntansi umum menggunakan PSAK. Sementara Akuntansi Pajak menggunakan undang-undang perpajakan.
Laporan keuangan komersial boleh disusun berdasar mata uang selain rupiah. Sementara Akuntansi Pajak wajib memakai mata uang rupiah atau mata uang lain sesuai peraturan saja.
Transaksi dalam Akuntansi Komersial dicatat berdasar asas substance over form, yaitu pencatatan dan pelaporan, yang dilakukan mengutamakan substansi ekonomi dibandingkan hakikat formal dan hukum.Sebaliknya Akuntansi Pajak, transaksinya dicatat dan dilaporkan bila telah memenuhi syarat dan ketentuan perpajakan, dengan mengutamakan hakikat formal atau hukum dibandingkan substansi ekonomi.
Berdasar UU PT, batas waktu penyampaian laporan keuangan adalah 6 bulan setelah tahun buku berakhir.Sementara laporan keuangan fiskal selambatnya diserahkan 4 bulan setelah akhir tahun pajak serta bisa diperpanjang selambatnya 2 bulan  dengan aturan tersendiri.

Perbedaan antara Laporan Keuangan Komersial dan Laporan Keuangan Pajak atau Fiskal.

  1. Konsep Penghasilan

Konsep penghasilan menurut akuntansi umum dan pajak berbeda, disebabkan oleh perbedaan tujuan pada kedua laporan tersebut. Pada Akuntansi Komersial, pendapatan dan penghasilan merupakan hal berbeda, meskipun keduanya masuk dalam laporan keuangan. Sedangkan dalam Akuntansi Pajak atau fiskal, pendapatan merupakan penghasilan.

Dengan adanya perbedaan tersebut, ada perbedaan laba dalam Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak. Pada Akuntansi Pajak terdapat penghasilan yang bukan obyek pajak. Ini berarti penghasilan tersebut tidak membuat adanya kenaikan laba fiskal.

  1. Beban atau Biaya

Pada konsep ini terdapat perbedaan antara Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak. Pada Akuntansi Komersial, beban sebagai penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi, dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva. Selain itu, adanya kewajiban yang menyebabkan penurunan ekuitas, yang tidak menyangkut pembagian pada penanam modal. 

Jadi, beban pada Akuntansi Komersial tidak sama dengan biaya, karena dalam biaya terdapat manfaat ekonomi di masa mendatang. Sedangkan pada Akuntansi Pajak, beban adalah biaya untuk menagih, mendapatkan, dan memelihara penghasilan atau biaya yang terkait langsung dengan perolehan penghasilan. 

  1. Metode Perhitungan Persediaan

Berdasar Standar Akuntansi Keuangan (SAK) terdapat tiga metode perhitungan persediaan yaitu rumus biaya First in First Out (FIFO), rata-rata tertimbang (Weight average cost method), dan Last in First Out (LIFO). Namun, metode  LIFO tidak diperbolehkan pada Akuntansi Pajak, sesuai undang-undang pajak penghasilan Indonesia. Alasannya metode LIFO membuat nilai pajak terutang menjadi lebih kecil.

  1. Metode Penyusutan

Seperti kita ketahui bahwa Akuntansi Komersial memiliki beberapa metode penyusutan yaitu Metode Garis Lurus, Metode Saldo Menurun, dan Metode Jumlah Unit. Sedangkan pada akuntansi fiskal hanya memiliki dua metode penyusutan berdasar UU tentang pajak penghasilan, yaitu Metode Garis Lurus dan Metode Saldo Menurun. Lalu aktiva dikelompokkan berdasar jenis harta dan masa manfaat. 

Itulah perbedaan laporan keuangan komersial dan laporan keuangan pajak sebagai informasi bagi Anda. Lalu bagaimanakah hubungan antara Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak ini? 

Hubungan Antara Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Akuntansi merupakan ilmu yang luas dan memiliki banyak cabang, salah satunya adalah Akuntansi Pajak. Dalam hal ini Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak memiliki hubungan yang saling mendukung dan erat satu sama lain sesuai peraturan yang berlaku.

  • Akuntansi Komersial ini menjadi alat pembuktian, apabila administrasi perpajakan melakukan pemeriksaan pajak atau tax audit, untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan. 
  • Penghasilan yang dihitung berdasarkan pembukuan wajib pajak, yang berdasar pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK), bisa berbeda dengan Penghasilan Kena Pajak dihitung berdasar ketentuan pajak. 
  • Perbedaan tersebut ada dua yaitu perbedaan tetap dan perbedaan sementara. Jika ada perbedaan antara ketentuan akuntansi dan pajak, maka harus mematuhi  UU Perpajakan agar tidak merugikan wajib pajak tersebut. Hal ini disebabkan pajak merupakan sebuah kewajiban atau tax complience.
  • Rekonsiliasi fiskal pun hadir sebagai mekanisme penyesuaian  Akuntansi Komersial ke Akuntansi Pajak.

Inilah Hubungan antara Akuntansi Komersial dengan Akuntansi Pajak

  •  Akuntansi Komersial dapat memberikan laporan dan informasi keuangan dan informasi lainnya pada pihak pengambil keputusan.
  • Akuntansi Pajak bersifat lebih khusus menyediakan laporan keuangan dan informasi lain kepada administrasi pajak. Informasi keuangan yang terkait pada kepatuhan terhadap pemerintah. 
  • Tidak berbeda dengan akuntansinya, laporan keuangan komersial dan pajak juga berbeda. Namun, rekonsiliasi atau proses penyamaan tersebut dilakukan antara Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak, berdasarkan peraturan standar akuntansi keuangan 46. Dengan demikian, laporan keuangan pajak yang dihasilkan disebut extra comptable.
  • Dengan demikian, penyusunan laporan keuangan pajak sama dengan penyusunan laporan keuangan komersial. 
  • Laporan keuangan komersial ini dimulai dari proses input transaksi berdasar bukti transaksi dalam jurnal, diposting dalam buku besar, dibuat neraca lajur, dan dilakukan penyesuaian hingga laporan keuangan.
  • Diterapkan rekonsiliasi terhadap peraturan perpajakan untuk menghasilkan laporan keuangan fiskal. 

Inilah yang menunjukkan bahwa hubungan antara Akuntansi Pajak dengan Akuntansi Komersial, sangat erat kaitannya dan tidak dapat dipisahkan. Hal ini disebabkan untuk membuat Akuntansi Pajak ataupun laporan keuangan fiskal membutuhkan Akuntansi Komersial. Laporan keuangan yang dibuat juga tidak hanya berdasar Standar Akuntansi Keuangan saja (SAK), melainkan juga wajib memperhatikan ketentuan perpajakan atau Akuntansi Pajak.

Nah, itulah penjelasan selengkapnya tentang perbedaan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak. Bila Anda membutuhkan bantuan untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyusunan akuntansi ini, Anda dapat menggunakan fitur dari Finata dengan mengunjungi https:/finata.co.id/homepage. 

Dengan demikian, penyusunan akuntansi perusahaan Anda akan dapat dikerjakan dengan lebih cepat, praktis, dan mudah. Nah, bagaimana Anda tertarik menghitung pajak Anda menggunakan software Finata ini? 

Kenapa Finata Mudah Digunakan Oleh Siapa Saja

 Finata adalah program keuangan berbasis web yang murah, lengkap, dan bisa digunakan pemilik UKM. Berikut penjelasan kemudahan serta fungsi Finata.

Ingin tahu kondisi kesehatan suatu bisnis? Pengelolaan keuangan adalah salah satu indikator pentingnya. Aktivitas serta laporan keuangan yang seimbang dan rinci adalah kunci bisnis sehat. Finata menghadirkan kemudahan bagi pemilik bisnis dan pelaku UKM yang membutuhkan sistem pengelolaan keuangan berkualitas. 

Apa Itu Finata?

Finata adalah perangkat bisnis berbasis web yang menawarkan berbagai fungsi pengelolaan keuangan. Anda dapat menggunakannya untuk mengelola pembukuan, mencatat pengeluaran dan pemasukan, mendata utang piutang, hingga menghitung pajak. Semua dirangkum dalam sistem pelaporan lengkap yang mudah dibuat, dan dengan biaya relatif murah.

Tidak seperti program keuangan lainnya, Finata memiliki kelebihan berupa sensor kesehatan keuangan serta fungsi koreksi fiskal. Dua fungsi ini membantu pemilik bisnis untuk terus menjaga dan memperbaiki sistem keuangan mereka. Tarif yang murah serta visual yang mudah dipahami membuatnya cocok untuk pengusaha baru.

Finata cocok untuk berbagai jenis bisnis. Anda dapat memanfaatkannya untuk menjalankan usaha manufaktur, dagang, jasa, hingga usaha rumah tangga. 

Fitur Utama Finata

Finata menawarkan berbagai fitur yang mendukung pengelolaan keuangan secara menyeluruh. Gunakan semua fitur ini agar Anda bisa berfokus pada kegiatan pengembangan dan pengelolaan bisnis.

  • Master Data

Ketika Anda membuat akun, Finata akan menyediakan sistem Master Data untuk menampung semua informasi usaha. Data ini meliputi nama dan detail bisnis, identitas pemilik, jumlah karyawan, saldo awal, data akun, rincian produk, daftar pemasok, info pajak, serta daftar aset. Semua dapat diakses dengan mudah kapan pun Anda membutuhkannya.

Setiap akun Finata hanya berlaku untuk satu perusahaan. Anda wajib membuat akun terpisah untuk setiap perusahaan atau bisnis. Hal ini menjamin akurasi serta kemudahan mengelola keuangan setiap bisnis.

  • Jurnal dan Laporan Penjualan

Finata mencatat setiap transaksi penjualan secara rapi, mulai dari tahap penawaran (offer) hingga pencatatan transaksi. Finata juga mencatat setiap pembayaran baik tunai maupun tempo, dan membuat faktur pada saat yang sama dengan penjualan. Hal ini membantu menyingkat waktu transaksi serta mengurangi risiko kekeliruan dalam pencatatan.

Ingin tahu karakteristik pelanggan Anda? Rangkuman penjualan oleh Finata akan mencatat setiap transaksi secara rinci, termasuk piutang, sehingga Anda bisa menganalisis pelanggan paling baik maupun “bandel.”

  • Jurnal dan Laporan Pembelian

Catat setiap tahap pembelian Anda, mulai dari pengiriman permintaan (inquiry), pemesanan, pembayaran dan utang, hingga siapa pemasok yang mengirimkan pesanan Anda. Setiap tahap dicatat secara rinci agar ada laporan mendetail tentang transaksi. Pencatatan ini juga membantu menentukan alur kerja dalam bisnis, agar tetap rapi.

Ingin tahu pemasok mana yang bisa Anda percaya dan yang tidak? Catatan rekap pembelian dalam sistem Finata membantu menunjukkan pemasok dengan harga terbaik dan paling tepat waktu. Hal ini akan memudahkan saat Anda harus menentukan daftar pemasok rutin serta cadangan yang akan mendukung kelancaran bisnis.

  • Sensor Keuangan

Sensor keuangan adalah salah satu fitur terbaik Finata. Anda bisa melihat data lengkap terkait tren, rasio, dan pembandingan (komparasi) dalam seluruh kegiatan keuangan. Misalnya, Anda bisa melihat perbandingan laba bersih dengan aliran transaksi keuangan (cashflow), aset dengan ekuitas (ETA), neraca laba dan rugi, hingga penghitungan balik modal.

  • Penghitungan dan Pelaporan Pajak

Finata menghadirkan fungsi penghitungan dan pelaporan pajak lengkap untuk memudahkan pengusaha menjalankan kewajiban. Fitur ini tersedia untuk penghitungan pajak bulanan dan tahunan, lengkap dengan fungsi koreksi fiskal untuk kalkulasi lebih akurat. Wajib lapor pajak menjadi lebih mudah.

  • Pengelolaan Aset

Finata menghadirkan fitur pengelolaan aset terkait pendataan aset tetap di Master Data, baik yang berwujud maupun tidak. Anda juga bisa mendapat hasil penghitungan valuasi aset berdasarkan metode penyusutan resmi. Pastikan semua aset terdaftar agar Anda bisa menjaga kondisi bisnis serta mengelolanya dengan baik.

  • Sistem Keamanan Keuangan

Finata memiliki sistem keamanan yang kuat dan terpercaya. Sistemnya mampu membuat cadangan data, melacak data audit untuk mencegah penipuan, serta melakukan impor-ekspor data secara lengkap untuk mencegah hilangnya informasi penting.

Finata juga memiliki fitur pengingat (reminder). Anda dapat mendapat peringatan untuk hal penting, seperti utang atau piutang yang masih harus dibayar. 

Manfaat Finata untuk Diagnosa Kesehatan Bisnis 

Tahukah Anda bahwa kesehatan keuangan sangat menentukan dalam kinerja bisnis?

Kondisi kesehatan bisnis tidak hanya menentukan kemampuan beroperasi, tetapi juga perkembangan serta kemampuan menangani problem. Anda harus memiliki transaksi yang rapi dan sehat, catatan utang piutang rapi, serta sistem pelaporan pajak yang baik. Finata membantu Anda melakukan semua itu dengan sistem canggih yang mudah dioperasikan.

Sensor keuangan serta laporan kesehatan bisnis Finata memberi beberapa manfaat sebagai berikut:

  • Merapikan catatan utang piutang

Utang piutang dapat menyebabkan kerugian jika tidak dicatat dengan rapi. Finata memiliki sistem pencatatan utang piutang yang terperinci, lengkap dengan informasi seperti pihak terkait, tanggal dan hari, catatan nominal, tanggal jatuh tempo, dan sebagainya. Sistem ini didukung dengan peringatan yang akan memberi tahu Anda kapan harus membayar atau menagih.

  • Menganalisis neraca, laba, dan rugi

Banyak orang tidak bisa melakukan analisis neraca bisnis serta membandingkannya dengan laba dan rugi. Finata menyederhanakannya ke dalam fitur analisis kesehatan bisnis. Anda dapat melihat perbandingan antara neraca bisnis dengan aset, modal, rasio likuiditas, dan lain sebagainya. Sistem ini akan membantu Anda membandingkan antara rencana bisnis dan modal dengan kenyataan di lapangan.

  • Memperkirakan jumlah stok yang tepat

Finata sedang mempersiapkan fitur laporan stok yang akan segera hadir (coming soon). Fitur ini dirancang karena jumlah stok dapat menentukan kesuksesan dan kerugian bisnis. Stok yang terlalu sedikit atau banyak dapat mengganggu usaha. Kelebihan stok dapat menumpuk di gudang hingga rusak atau kedaluwarsa. 

Manajemen stok dalam sistem Finata membantu Anda menganalisis jumlah stok. Anda juga bisa menentukan apakah sudah waktunya memesan lagi. Sistem pengelolaan stok juga memisahkan kategori persediaan berdasarkan kegunaannya. Anda akan menemukan sistem penghitungan serta pengelolaan stok bahan baku dan pembantu, produk yang sedang dalam pemrosesan, serta barang jadi.

  • Menganalisis perubahan dan pengelolaan modal

Kemampuan mengelola modal penting untuk menjaga aktivitas bisnis. Modal bisa berasal dari laba yang ditahan atau suntikan investasi. Sistem Finata membantu Anda melihat laporan perubahan, pengadaan, serta pemakaian modal lengkap. Hal ini membantu pebisnis untuk menyesuakan strategi penggunaan modal, sehingga tujuan bisnis tercapai.

Kesehatan bisnis merupakan kunci untuk menjalankan usaha dengan baik, termasuk dalam hal kesiapan menghadapi perubahan besar. Finata menyederhanakan konsep-konsep rumit dalam hal analisis kesehatan bisnis, sehingga Anda bisa memahaminya dengan mudah serta menerapkan strategi pengelolaan tepat.

Keunggulan Finata untuk Pengelolaan Keuangan

Apa keunggulan Finata dalam pengelolaan keuangan dibandingkan sistem serupa? Berikut kemudahan yang bisa Anda peroleh saat mengelola keuangan usaha dengan Finata:

  • Fitur dan visual mudah dikelola

Pusing memikirkan sistem pengelolaan keuangan yang rumit? Finata menghadirkan fitur-fitur pencatatan neraca, utang piutang, serta analisis bisnis yang bisa dijelajahi dengan tombol-tombol mudah. Anda dapat melihatnya di layar komputer maupun perangkat, sehingga mudah untuk mengelola bisnis dari mana saja.

  • Sistem otomatis dan intuitif

Serahkan semua aktivitas pembukuan manual Anda pada sistem Finata! Masukkan angka-angka pada tempat yang tepat, dan lupakan keharusan berhitung secara manual. Anda tidak hanya mendapat hasil otomatis, tetapi juga laporan, retur, serta sistem pembuktian lainnya secara langsung. 

  • Pengelolaan keuangan lengkap dan murah

Finata menghadirkan program keuangan berbasis web yang terjangkau. Anda bisa memanfaatkan sistem pengelolaan keuangan, pajak, utang piutang, dan analisis kesehatan bisnis dengan harga lebih murah daripada jika membeli software mahal. Sistemnya menyerupai metode HTTP/SSL yang mirip dengan sistem di bank konvensional. Hal ini menjamin keamanan data lewat sistem enkripsi.

  • Fitur gratis untuk UMKM

Punya usaha dengan keuntungan di bawah Rp300 juta? Nikmati fitur gratis selamanya dari Finata. Dirancang khusus untuk pemilik UMKM, Finata membantu pemilik bisnis kecil dan rumah tangga untuk membangun usaha dengan sistem keuangan berkualitas.

  • Sistem keuangan yang rapi dan akurat

Sistem Finata diperbarui secara teratur, sehingga Anda akan selalu mendapatkan perhitungan rapi serta akurat. Setiap ada pembaruan, Anda akan menerima informasinya lewat alamat email yang terdaftar. Data Anda akan tetap aman dan utuh walau sistem Finata diperbarui.

Berbagai kemudahan Finata ini tidak hanya mendukung pengelolaan keuangan, namun juga membantu dalam hal setor serta pelaporan pajak.

Kemudahan Pengelolaan dan Pelaporan Pajak

Perhitungan dan pelaporan pajak adalah tugas yang rumit, terutama bagi pemilik usaha. Anda harus melakukan perhitungan akurat untuk memastikan bahwa perusahaan telah menunaikan kewajiban pajaknya. Jika Anda melakukannya secara manual, Anda akan direpotkan oleh berbagai kegiatan penghitungan dan pengisian formulir.

Finata menghadirkan berbagai fitur pengelolaan pajak yang menjamin akurasi serta kemudahan, contohnya adalah:

  • Koreksi Fiskal

Koreksi fiskal adalah upaya penyesuaian perhitungan yang harus dilakukan wajib pajak sebelum menunaikan kewajibannya. Hal ini karena adanya perbedaan dalam hal perhitungan antara sistem akuntansi komersial dan pajak. Finata memiliki fungsi koreksi fiskal otomatis yang sesuai dengan panduan resmi terkini. Anda bisa memasukkan angka-angkanya saja, dan Finata akan melakukan semuanya.

Dengan Finata, Anda tidak perlu kaget karena ada ketidaksesuaian antara kewajiban pembayaran pajak dengan perhitungan Anda. Fungsi koreksi fiskal memastikan bahwa pelaku usaha membayar pajak sesuai dengan ketentuan.

  • Perhitungan Pajak untuk Pemasok dan Pelanggan

Perhitungan PPH dan PPN dalam Finata dipisahkan antara pemasok serta pelanggan. Pemisahan otomatis ini membantu Anda memperhitungkan pemasukan dan pengeluaran wajib pajak. Transaksi dan kewajiban pembayaran pajak juga bisa dilacak dengan mudah. Hal ini juga memudahkan dalam hal penerapan harga atau biaya jasa, terutama jika Anda ingin memberi informasi soal berapa persen pajak yang ada di dalamnya.

  • Pembuatan Laporan Pajak Lengkap

Kegiatan setor dan lapor pajak menjadi lebih mudah dengan Finata. Anda bisa mendapat perhitungan akurat serta bentuk laporan yang mendetail. Sistem pelaporan juga disesuaikan dengan formulir pembayaran PPh, PPN, serta jenis-jenis pajak wajib lainnya. Penghitungan kewajiban setor pajak juga dibuat berdasarkan persentase yang berlaku.

 Keuntungan Menggunakan Finata untuk UKM

Pemilik UKM dan usaha skala rumah tangga biasanya tidak memikirkan untuk mengadopsi software pembukuan mahal. Akan tetapi, Finata juga ideal untuk pengusaha kecil. Ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh pemilik UKM atau bisnis rumahan jika menggunakan Finata sejak awal, yaitu:

  • Menetapkan fondasi keuangan sehat

Bisnis yang sehat ditunjang oleh sistem keuangan yang juga sehat. Jika menggunakan Finata dari awal pendirian bisnis, Anda akan menetapkan fondasi keuangan sehat. Semua jenis transaksi dicatat dan dilaporkan secara rinci, tetapi dengan cara mudah.

  • Memudahkan untuk fokus pada bisnis

Jika Anda berkeras menggunakan sistem pembukuan manual, waktu Anda akan banyak terbuang hanya untuk mengisi angka-angka ke dalam sistem tersebut. Finata menyingkat waktu yang Anda perlukan untuk mengurus keuangan harian, sehingga Anda bisa fokus pada aspek bisnis lain, seperti pengembangan.

  • Mengamankan aset sejak awal

Ketika bisnis semakin berkembang, Anda wajib melindungi semua jenis aset, baik yang bergerak maupun tidak. Sistem manajemen aset dalam Finata membantu mendata semua data aset yang Anda miliki. Sistem tersebut juga akan menghitung nilai buku semua aset tersebut seiring waktu, lengkap dengan perhitungan pajaknya.

  • Memudahkan analisis dan laporan

Analisis bisnis dan pelaporan penting untuk menentukan strategi bisnis selanjutnya. Jika pelaporan bisnis terlalu sulit untuk Anda, gunakan sistem Finata. Laporan dan hasil analisis yang keluar hadir dalam bentuk yang mudah dicerna. Anda juga bisa membuat grafik atau diagram, sehingga memudahkan penjelasan jika harus menemui pemegang modal atau saham.

  • Memudahkan pengembangan

Mengembangkan bisnis menuntut Anda untuk memastikan bahwa sistem pengelolaan keuangan konsisten di semua tempat. Finata mudah diaplikasikan, sehingga Anda bisa membentuk keuangan sehat yang sempurna untuk cabang bisnis baru.

  • Menghemat biaya pengelolaan keuangan

Finata memberi kesempatan untuk semua pelaku usaha agar bisa mengelola keuangan bisnis secara sehat. Hal ini diwujudkan lewat program dengan harga murah. Masyarakat pemilik bisnis rumah tangga dan UKM pun tidak perlu mengeluarkan banyak uang hanya untuk membeli program akuntansi yang kurang berkualitas.

Dengan semua kemudahan ini, Anda akan bisa memulai serta mengelola bisnis kecil dengan lebih baik. Pastikan memanfaatkan fitur Finata untuk menciptakan sistem keuangan sehat sejak awal.

Cara Mudah Mengakses dan Menggunakan Finata

Ingin membuktikan sendiri kemudahan Finata? Cukup kunjungi situs resminya dan pilih tombol Coba (Gratis) Sekarang. Finata menyediakan program uji coba gratis untuk memberi Anda petunjuk cara penggunaan serta keuntungannya. Pemilik UKM bahkan bisa membeli program ini dengan harga sangat murah.

Anda membutuhkan Wi-Fi atau koneksi internet lain untuk bisa mengakses Finata. Sistem ini dapat diakses lewat perangkat Android atau Apple. Ketika mendaftar, Anda wajib mengisi semua informasi datar terkait usaha yang dijalankan, seperti nama dan alamat bisnis, tanggal berdiri, NPWP, akun bank, serta logo bisnis.

Gunakan satu akun untuk mengelola keuangan di satu bisnis, dan buat akun baru jika ada bisnis lainnya. Hal ini untuk mencegah kebingungan dan kekeliruan, terutama jika dua bisnis tersebut memiliki nama atau jenis usaha yang mirip.

Kesimpulan: Finata sebagai Solusi Keuangan Terbaik

Bisnis yang sehat ditentukan oleh sistem pengelolaan keuangan serta aset yang berkualitas. Lupakan software pembukuan mahal atau sistem pembukuan yang rumit serta tidak akurat. Finata memberi Anda keunggulan dalam hal pembukuan, pelaporan dan penghitungan pajak, manajemen aset, serta pelacakan utang piutang.

Kemudahan pengelolaan, sistem pelaporan otomatis yang akurat, serta biaya murah adalah kunci untuk sistem keuangan sukses masa kini. Kunjungi Finata di http://finata.id/homepage/ untuk mendapat informasi lebih lanjut atau mendaftarkan bisnis Anda.

Pentingnya Efisiensi dalam Bisnis dan Cara Terbaik untuk Melakukannya

 Melakukan efisiensi dalam bisnis online atau bisnis apa pun diperlukan agar pendapatan meningkat dan menghemat biaya operasional

Menjalankan sebuah usaha atau bisnis tidak mudah. Memiliki modal besar sekali pun juga bukan jaminan utama bisnis online atau biasa yang dijalankan bisa berjalan dengan lancar. Kalau pengelolaan bisnis di berbagai sektor tidak bisa dilakukan dengan baik, kemungkinan besar masalah akan muncul dan membuat bisnis yang dimulai menemui kemacetan atau berujung pada bangkrut.

Nah, agar bisnis yang dijalankan atau dikelola bisa berjalan dengan lancar, Anda tidak boleh hanya berfokus pada revenue yang akan didapatkan saja. Tapi juga manajemen di berbagai sektor termasuk keuangan hingga sumber daya manusia yang bekerja di sana. Terakhir, kita juga harus bekerja secara cerdas, tidak hanya bekerja keras saja untuk membuat bisnis khususnya bisnis kecil dan online bisa lebih efisien.

Pentingnya Efisiensi Bisnis

Semua orang bisa bekerja dengan sangat keras untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan termasuk membuat strategi yang sempurna. Namun, tidak semua orang bisa bekerja dengan cerdas. Maksud dari bekerja cerdas di sini adalah bekerja dengan usaha kecil, tapi hasilnya sangat besar. Singkatnya kita harus bisa membuat bisnis menjadi efisien.

Nah, mengapa bisnis harus dibuat menjadi lebih efisien? Apakah tidak ada risiko kalau apa pun dibuat lebih “mudah” dari hal yang umum dilakukan. Jawabannya tidak, asal Anda melakukannya dengan cerdas dan dipikirkan dengan matang. Berikut beberapa alasan efisiensi dalam bisnis itu penting.

1. Meningkatkan Keuntungan Bisnis

Bekerja dengan efisien akan meningkatkan keuntungan dari bisnis itu sendiri. Misal, dengan bekerja secara efisien, bahkan hanya menggunakan paruh waktu kerja, perusahaan akan mendapatkan pendapatan hingga nyaris dua kali lipat. Kalau pekerja hanya menggunakan tiga per empat, hasilnya sudah semakin banyak. Selain itu, pekerja juga tidak akan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bekerja dengan terlalu keras.

Peningkatan pendapatan pada perusahaan akan berdampak ke banyak sektor. Tidak hanya berpeluang menciptakan banyak lapangan pekerjaan saja. Tapi juga menciptakan lingkungan bekerja yang produktif tanpa membuang sisi kemanusiaan seperti memaksa pekerja untuk lembur atau sejenisnya.

2. Menurunkan Biaya Operasional

Selain pendapatan yang meningkat tajam dengan waktu atau beban kerja tidak terlalu banyak, hal lain yang dibidik dari strategi bekerja efisien adalah biaya operasional yang anjlok. Seperti yang kita tahu, biaya operasional perusahaan adalah beban terbesar yang membuat keuntungan menjadi anjlok setiap periodenya.

Misal dengan bekerja secara efisien, penggunaan listrik, air, dan bahan baku produksi bisa dibuat lebih hemat, pengeluaran operasional bisa sangat ditekan. Dampak dari penurunan biaya operasional ini adalah sehatnya keuangan perusahaan sehingga kebijakan yang diambil tidak akan pernah merugikan banyak orang.

3. Mengoptimalkan Sumber Daya yang Dimiliki

Selama ini perusahaan hanya menerapkan sistem kerja yang sangat keras dan membuat pekerja harus memanfaatkan waktu yang diberikan setiap harinya untuk melakukan menyelesaikan banyak hal. Pekerja yang datang tepat waktu dan menggunakan waktunya dengan sempurna dianggap pekerja yang baik. Padahal apa yang dilakukan bisa membuat pekerja jadi terlalu lelah.

Perusahaan hanya membuat pekerja untuk bekerja dengan keras dengan memaksimalkan waktu yang diberikan. Namun, perusahaan lupa dengan kemampuan dari pekerja. Setiap orang memiliki kemampuan masing-masing yang saat dimaksimalkan bisa memberikan dampak lebih banyak, bahkan tanpa menggunakan waktu yang ditentukan sepenuhnya.

Gampangnya, perusahaan harus memaksimalkan kemampuan atau skill yang dimiliki oleh pekerja. Dengan kemampuan ini, pekerjaan bisa dilakukan dengan lebih cepat dan efisien. Jangan terlalu sering memberikan pekerjaan yang banyak dengan waktu kerja yang sempit.

4. Meningkatkan Layanan Pelanggan

Kalau usaha yang dilakukan berhubungan langsung dengan pelanggan misal bisnis online, peningkatan layanan haru diberikan. Peningkatan layanan wajib dilakukan karena penghasilan atau revenue terbesar dari bisnis ini adalah dari pembeli. Kalau pembeli merasa tidak dihargai lalu kabur ke pemilik bisnis yang lain, Anda akan kehilangan target pasar yang sangat berharga.

Itulah kenapa hubungan dengan pelanggan sangat dibutuhkan dalam bisnis. Selain memberikan kesadaran produk yang Anda miliki, cara ini dilakukan untuk membuat mereka merasa terikat dan memiliki kedekatan. Kalau layanan pelanggan dilakukan dengan baik, berbagai jenis promosi yang dilempar akan ditanggapi dengan baik.

Layanan pelanggan yang sempurna juga dilakukan untuk membuat mereka menjadi sangat loyal. Misal Anda mengeluarkan produk pakaian wanita. Karena pelanggan sudah terlanjur loyal dan terikat, meski di luar sana ada baju jenis sama, mereka akan lebih percaya dengan merek yang Anda miliki dan tidak beli di tempat lain.

5. Memiliki Peluang untuk Berkembang

Bekerja dengan efisien dan efektif akan membuat perusahaan mudah mendapatkan untung yang lebih besar. Nah, dari untung yang besar ini tentu pemilik perusahaan akan mudah membuat keputusan baru yang berhubungan dengan perkembangan atau kemajuan perusahaan. Misal membuka cabang baru, menambah pegawai, atau mengembangkan produk baru.

Kalau perusahaan hanya bekerja keras saja tanpa memperhitungkan efisiensi, balik modal saja sudah bagus. Kalau keuntungan yang didapatkan pas-pasan, tentu susah berkembang. Perusahaan akan susah bersaing dengan yang lain dan ujung-ujungnya rontok satu per satu pegawainya. Lalu perusahaan akan gulung tikar.

6. Meningkatkan Iklim Kompetisi

Menyambung poin sebelumnya terkait dengan mengembangkan perusahaan. Kalau perusahaan bisa berkembang dengan baik dan selalu mengeluarkan produk terbaru dan kekinian, peluang terjadi iklim kompetisi bisa besar. Perusahaan yang Anda miliki akan bisa bertahan di marketshare. Bahkan, kemungkinan besar menciptakan tren yang diikuti oleh banyak orang.

Iklim kompetisi memang memberikan dua sisi. Kalau perusahaan tidak bisa mengembangkan usaha baik dari produk atau layanan, mereka akan tersingkir dengan sendirinya dari pasar. Namun, kalau perusahaan justru merasa tertantang untuk melakukan pembaruan layanan dan produk, kemungkinan bertahan di pasar akan besar.

Itulah kenapa dalam memilih pegawai tidak hanya didasarkan pada kemampuan bekerja saja. Namun, juga pada kemampuan untuk berpikir kreatif dan melahirkan ide-ide baru. Tanpa ide baru, perkembangan akan susah sekali terjadi.

7. Menurunkan Risiko Dampak Lingkungan

Kalau Anda bergerak dalam bisa industri besar yang memiliki kemungkinan menghasilkan dan membuang limbah, bekerja dengan efisien bisa mengurangi dampaknya pada lingkungan. Perusahaan tidak akan terlalu banyak membuang sisa, bahkan bisa menggunakan sisa produksi untuk produk lainnya.

Saat ini isu lingkungan harus dipikirkan baik-baik oleh perusahaan. Kerusakan yang terjadi di lingkungan bisa memberikan dampak negatif pada tubuh. Oleh karena itu, ada baiknya kala apa pun diolah atau dibuat dengan seefisien mungkin. Kalaupun ada sisa atau residu bisa diolah lagi menjadi produk atau diolah dulu baru dibuang agar tidak merusak lingkungan.

8. Mengurangi Kelelahan pada Karyawan

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh perusahaan adalah memeras tenaga dari pekerjanya dengan maksimal selama jam kerja. Padahal bekerja dengan terlalu keras akan membuat pekerja menjadi mudah lelah baik secara fisik maupun mental. Lelah secara fisik bisa membuat pekerja tidak bisa bekerja dengan maksimal dan sering melakukan kesalahan. Lebih lanjut, pekerja yang terlalu lelah juga rawan mengalami kecelakaan kerja atau kecelakaan saat pulang. 

Kelelahan mental juga bisa terjadi kalau ada pekerja yang merasa dipaksa setiap hari. Kondisi ini menyebabkan mereka kerap ketakutan, kebingungan, dan akhirnya pekerjaan yang dilakukan tidak bisa berjalan dengan lancar.

9. Meningkatkan Kesejahteraan

Meningkatkan pemasukan tidak hanya berdampak pada kemajuan dan pengembangan dari perusahaan itu sendiri. Lebih lanjut, pekerja yang melakukan tugasnya dengan baik juga akan mengalami peningkatan kesejahteraan. Perusahaan bisa memberikan kenaikan gaji, bonus, atau tunjangan lainnya.

Kalau pekerja bisa lebih disejahterakan, mereka akan merasa dihargai oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Pekerja juga akan menjadi loyal sehingga mereka mau bekerja dengan sebaik mungkin dan selalu semangat setiap harinya. Akhirnya simbiosis mutualisme bisa muncul.

10. Meningkatkan Ekosistem Kerja yang Baik

Perusahaan yang bisa membuat sistem di dalam usahanya efisien akan memiliki ekosistem kerja yang baik. Ekosistem yang baik ini akan memengaruhi psikologi pekerja yang menjalankan tugasnya. Mereka akan mengikuti sistem dengan baik dan kemungkinan terjadi masalah antara pegawai dengan atasan atau antar pegawai akan rendah.

Lingkungan kerja yang baik juga akan menjadi kultur yang baik di masa depan. Kalau ada pergantian pegawai atau ada perubahan, sistem ini akan tetap berjalan sehingga semua orang akan merasa nyaman berada di sini.

Strategi Melakukan Efisiensi Bisnis

Kita telah mengetahui apa saja manfaat dari efisiensi bisnis. Selanjutnya kita akan mencari tahu, bagaimana cara melakukan efisiensi bisnis dengan baik agar perusahaan bisa terus tumbuh.

1. Membuat Rencana Bisnis yang Cerdas

Sebelum membuat perusahaan apa pun jenisnya, pastikan membuat rencana terlebih dahulu. Business plan adalah hal penting yang harus dibuat dengan detail dan matang. Misal, bisnis dibuat dengan target pasar apa, lalu bagaimana melakukan promosi, pegawai seperti apa yang akan direkrut, siapa saja kompetitornya, dan apa saja kesulitan yang akan dihadapi.

Dengan membuat rencana bisnis seperti ini, Anda bisa dengan mudah menjalankan bisnis sesuai dengan tuntunan yang dibuat. Misal terjadi masalah pada bisnis, Anda dan tim sudah membuat penyelesaian sebelumnya, jadi bisa segera dibersihkan dengan melakukan sedikit modifikasi saja. 

Gampangnya, kalau Anda ingin bisnis berjalan lancar dan tidak mau melakukan kesalahan serta menekankan pada efisiensi, buat rencana. Jangan asal kerja keras kalau hasil yang didapatkan sangat kecil.

2. Menggunakan Website

Website yang dibuat untuk perusahaan memiliki beberapa fungsi. Kalau Anda baru membuat produk, website bisa digunakan sebagai tempat promosi sekaligus branding. Buatlah website dengan baik yang bisa memberikan pengalaman menakjubkan bagi pengguna karena interaktif dan sesuai dengan milenial.

Fungsi kedua dari website adalah meningkatkan kredibilitas. Website adalah wujud perusahaan di dunia maya yang nyata dan bisa dilihat. Kalau dari website saja terlihat profesional, orang lain yang merupakan target market kita akan percaya dan ingin tahu tahu tentang produk yang dihasilkan.

Terakhir, website bisa digunakan juga untuk berjualan secara langsung. Zaman sekarang, tren perilaku masyarakat sudah berbeda dalam hal berbelanja. Mereka lebih banyak berbelanja secara online sehingga semua produk yang dijual bisa diterima tanpa harus pergi atau keluar rumah.

3. Fokus pada Aktivitas Inti

Kalau Anda ingin membangun perusahaan dengan cepat dan efisien. Hanya fokus pada pekerjaan inti saja. Misal bisnis online yang dilakukan berhubungan dengan dunia kreatif. Kalau tim yang Anda miliki hanya bisa mengerjakan masalah desain, fokuskan pada hal itu saja agar bisa berkembang dengan baik.

Selanjutnya jenis pekerjaan lain yang masih berhubungan bisa Anda cari pekerja lepasnya. Asal berkualitas Anda bisa membayar mereka untuk melakukan pekerjaan itu dan tahu beres saja. Kalau segala hal dipikirkan padahal tidak mampu, pekerjaan tidak bisa berjalan efisien.

4. Menggunakan atau Mengembangkan Teknologi

Jangan lupa untuk memanfaatkan teknologi yang ada untuk bekerja. Misal menggunakan laptop atau ponsel untuk menjual barang atau melakukan kegiatan marketing lainnya. Selanjutnya pengembangan teknologi juga bisa dilakukan dalam bidang manajemen dan juga sumber daya manusia.

Salah satu teknologi yang bisa dimanfaatkan adalah Finata. Dengan software ini Anda bisa dengan mudah membuat laporan keuangan yang rumit dan menyederhanakan berbagai jenis transaksi yang terjadi.

5. Memperbanyak Jaringan

Kalau ingin lebih efisien dalam bekerja dan mengatur perusahaan, perbanyak jaringan. Dengan memperbanyak jaringan khususnya rekanan bisnis, Anda bisa dengan mudah melakukan penjualan, distribusi, promosi, mencari pekerja lepas, hingga mendapatkan bahan mentah untuk membuat produk.

6. Melakukan Promosi Cerdas 

Lakukan promosi dengan cerdas dan tidak mengeluarkan terlalu banyak uang yang tidak perlu. Promosi cerdas memanfaatkan target pasar dengan baik dan menggunakan media yang tepat. Di era digital seperti sekarang, penggunaan media sosial sangat dianjurkan karena milenial lebih banyak melakukan aktivitas di sana.

Promosi di media sosial atau internet bisa dilakukan dalam bentuk content marketing dengan bubuhan soft selling di dalamnya. Pengadaan kuis atau sejenisnya juga bisa dilakukan. Terakhir, pertimbangkan elemen foto dan video yang lebih mudah menarik perhatian banyak orang.

7. Melakukan Pengecekan Produktivitas

Produktivitas kerja tidak dilihat dari banyaknya pekerjaan yang selesai saja. Namun, dari prosesnya, hasil, dan juga bisa diukur. Buat pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai bisa diukur dengan baik. Tidak hanya dari segi kuantitas saja, tapi juga kualitas agar mereka tidak melakukan kesalahan yang tidak perlu.

8. Membuat Lingkungan Kantor Lebih Bersahabat

Zaman sekarang, kantor tidak perlu yang terlalu formal yang memberikan sekat antar orang. Di perusahaan besar seperti Google atau Facebook sudah membuang tradisi ini. Pekerja bisa bekerja di mana saja karena desain kantornya lebih bersahabat. Bahkan, beberapa pekerjaan yang bisa dikerjakan di luar kantor, pekerja bisa melakukannya secara remote.

Inilah beberapa ulasan tentang pentingnya efisiensi bisnis dan cara melakukannya dengan benar. Nah, seperti yang telah dibahas sebelumnya, salah satu cara untuk membuat perusahaan jadi efektif adalah dengan memanfaatkan teknologi. Dalam bisa pengelolaan atau manajemen keuangan juga demikian. Anda bisa memanfaatkan Finata untuk memudahkan pengolahan laporan keuangan hingga pajak.

Dengan menggunakan Finata, Anda juga bisa membuat pusat informasi yang di dalamnya ada data pegawai, data pemilik perusahaan, hingga payroll, dan pajak perorangan. Selanjutnya pencatatan transaksi juga mudah dilakukan karena Anda hanya perlu memasukkan transaksi masuk dan keluar. Selanjutnya aneka laporan bisa dicetak secara langsung. 

Kalau Anda ingin memanfaatkan teknologi manajemen keuangan, jangan lupa untuk menggunakan Finata. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda.

12 Hal yang Dapat Membantu Startup dalam Masalah Pajak

Sama seperti kebanyakan perusahaan, Startup juga memiliki kewajiban pajak terhadap negara. Apa saja dan bagaimana cara mengatasinya?

Perkembangan perusahaan rintisan di Indonesia beberapa tahun belakangan memang cukup pesat. Hal tersebut membuat pemerintah Indonesia mengelompokkan perusahaan rintisan berbasis internet tersebut sebagai salah satu jenis badan usaha. Sama dengan badan usaha lainnya, perusahaan rintisan pun memiliki kewajiban perpajakan.

1. Membuat badan hukum

Kebanyakan perusahaan rintisan berbasis online berawal dari usaha pribadi yang dikembangkan oleh beberapa orang. Jika skalanya masih kecil, mungkin tidak akan ada masalah perpajakan yang mengganggu, tetapi jika omzet atau penghasilan perusahaan mendekati angka ratusan juta, status perusahaan akan menimbulkan masalah.

Salah satu masalahnya bisa jadi adalah penyitaan aset atau dana pribadi karena digunakan juga untuk mengelola perusahaan. Pemilik juga akan mendapatkan teguran langsung jika perusahaan rintisan mereka mengalami masalah perpajakan seperti penunggakan atau laporan SPT tahunan.

Agar terhindar dari masalah finansial dan perpajakan tersebut, ada baiknya Anda mengubah perusahaan menjadi PT atau CV yang berbadan hukum agar asetnya dilindungi oleh negara. Selain itu, perusahaan rintisan juga berhak mendapatkan investasi yang menjamin keberlangsungan usaha mereka.

Selain investasi, apabila timbul masalah di masa yang akan datang, kerugian yang dialami tidak akan memengaruhi aset pribadi dan dipikul rata bersama para stakeholder.

2. Membuat rekening atas nama perusahaan

Selain mengubah status perusahaan menjadi PT atau CV, Anda juga dapat membuat rekening atas nama perusahaan untuk menghindari masalah perpajakan, Karena biasanya, setiap transaksi yang berlangsung melalui rekening akan dikenakan kewajiban perpajakan.

Jika rekening yang digunakan masih rekening pribadi milik pemilik usaha, dikhawatirkan ada dana milik kita sendiri yang juga akan dikenai kewajiban perpajakan. 

4. Membuat NPWP

Selain rekening, pastikan perusahaan rintisan yang dibangun juga memiliki NPWP pribadi. Meskipun mungkin tidak memiliki NPWP akan menghindarkan kita dari kewajiban melaporkan aset dan perpajakan setiap tahunnya, tetapi hal tersebut akan membuat perusahaan terhambat saat akan berkembang.

Ketiadaan NPWP akan membuat pemilik usaha kesulitan untuk membeli aset yang dapat digunakan mengembangkan usaha seperti rumah atau tanah. Karena itulah, sebagai warga negara yang baik, hendaknya kita tetap membuat NPWP agar setiap terhindar dari berbagai masalah perpajakan dan finance di masa yang akan datang.

5. Tidak Menjadi PKP (Perusahaan Kena Pajak)

Pilihan untuk tidak menjadi PKP hanya bisa dilakukan oleh perusahaan rintisan berbasis online yang memiliki pendapatan kurang dari 4,8 miliar. Karena biasanya, perusahaan dengan pendapatan kurang dari 4,8 miliar rentan mengalami kerugian. Akibatnya, mereka terbebani untuk membayar Pajak Penghasilan (PPh) yang menjadi kewajiban.

Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya, PPh untuk perusahaan rintisan adalah 1% dari pendapatan kotor. Angka yang cukup kecil, tetapi akan sangat memberatkan jika pendapatan perusahaan kecil. Meskipun begitu, bukan berarti tidak menjadi PKP akan menghindarkan kita dari PPh.

Pemerintah tetap akan mengenakan PPh sebesar 25% kepada perusahaan yang merugi. Meskipun jumlahnya lebih besar, tapi besaran nominal perpajakan tersebut diambil dari pendapatan bersih. Artinya perusahaan tidak perlu membayar kewajiban perpajakan sepeserpun saat sedang merugi.

6. Menghindari PPN dengan menjadi PKP

Aturan pemerintah Indonesia adalah, ketika sebuah perusahaan memilih untuk tidak menjadi PKP, maka perusahaan rintisan tersebut wajib membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Bagi sebagian perusahaan, kebijakan ini mungkin menguntungkan karena selisih dari PPN yang harus dibayarkan dan diterima masih bisa masuk kembali ke perusahaan.

Risikonya, Anda harus menghadapi keluhan dari pelanggan yang mungkin keberatan harus membayar lebih banyak dari harga yang telah ditetapkan, Pilihan ada di tangan kita, jika ingin menjadi PKP maka perusahaan hanya akan dikenakan PPh sebesar 1% dari pendapatan kotor.

7. Tidak sepenuhnya memberi layanan gratis

Beberapa perusahaan rintisan pada awal pendirian biasanya lebih fokus pada peningkatan valuasi daripada mencari keuntungan, Inilah mengapa banyak perusahaan rintisan yang memberikan layanan mereka secara gratis. Tidak heran jika banyak perusahaan yang berumur kurang dari 5 tahun, belum bisa memiliki pendapatan sama sekali. 

Pemberian layanan secara gratis tersebut mungkin akan membuat nilai perusahaan naik, tetapi tidak dengan keuntungannya. Padahal dalam aturan perpajakan di Indonesia, setiap perusahaan rintisan tetap akan dikenai biaya perpajakan sekitar 10%  dari perawatan server.

Karena itulah, untuk menghindari kerugian, jangan berikan layanan gratis secara penuh. Pada beberapa bagian, wajibkan pengguna aplikasi atau penikmat usaha untuk mengeluarkan sejumlah dana.

8. Ketahui jenis usaha dan pajak yang wajib dibayarkan

Sama seperti perusahaan konvensional lainnya, besaran dan kewajiban perpajakan sebuah perusahaan rintisan ditentukan oleh jenis usaha yang dimiliki. Di Indonesia sendiri, ada banyak jenis usaha rintisan berbasis online yang beredar, mulai dari e-commerce, properti, aplikasi smartphone, games, sampai perusahaan finance.

Pada dasarnya, selain perusahaan keuangan, setiap jenis perusahaan yang memiliki pendapatan di bawah 4.8 miliar dikenakan aturan perpajakan seperti UMKM atau usaha kecil yang sering kita temui pada bisnis konvensional. Khusus untuk perusahaan di bidang finance, sama dengan versi konvensionalnya, pemerintah tidak memberlakukan biaya perpajakan.

Jadi untuk menghindari masalah pajak yang dapat menghambat bisnis, ketahui dulu kewajiban pajak perusahaan yang dijalankan berdasarkan pendapatan pertahun dan dasar hukum yang berlaku di Indonesia.

9. Bekali bagian keuangan dengan pengetahuan perpajakan

Jika perusahaan rintisan Anda mulai berkembang dan memiliki kewajiban membayar pajak, ini saat yang tepat untuk menunjuk seorang karyawan yang akan memjadi bagian finance perusahaan. Karena jika semua dikerjakan sendiri, perusahaan akan mengalami ketidakstabilan.

Pilihlah karyawan dengan kemampuan akuntansi yang baik agar setiap laporan baik bulanan maupun tahunan bisa berjalan dengan lancar. Bekali pula mereka dengan pengetahuan perpajakan sehingga masalah yang timbul karena hal ini di kemudian hari dapat diminimalisasi.

10. Bergabung dengan komunitas pengusaha perusahaan rintisan

Sama halnya dengan perusahaan konvensional, perusahaan rintisan berbasis online juga memiliki komunitas dan asosiasi yang menaungi aspirasi para pengusaha di era milenial tersebut. Biasanya selain berbagi tips dan trik berbisnis, para pengusaha itu juga sering mengadakan diskusi tentang kebijakan perpajakan pemerintah.

Jika perusahaan Anda mengalami masalah perpajakan, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan pihak komunitas untuk mendapatkan solusi atau menyalurkan pendapat tentang peraturan pemerintah. Selain menjadi tempat berbagi ilmu, komunitas semacam ini biasanya juga menyediakan layanan gratis untuk membantu perusahaan rintisan yang baru berdiri berkembang.

11. Selalu memperbarui pengetahuan tentang perpajakan

Setiap aturan yang ada dan beredar di negeri ini biasanya akan mengalami proses penggodokan yang melibatkan banyak pihak sebelum benar-benar disetujui sebagai aturan yang berlaku. Begitu pula dengan perpajakan. Nah, salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah perpajakan adalah dengan senantiasa meng-update tentang informasi perpajakan terkini.

Jika selalu update, kita akan tahu lebih awal masalah-masalah apa saja yang akan dihadapi dan bagaimana solusinya. Selain itu pengetahuan ini juga dapat menghindarkan kita dari kemungkinan terlibat masalah perpajakan yang mungkin saja dapat memengaruhi stabilitas perusahaan.

12. Menggunakan jasa perusahaan lain

Selain memberdayakan karyawan sendiri dan membekali mereka dengan kemampuan perpajakan, Anda juga dapat menggunakan jasa perusahaan lain untuk membantu mengatasi masalah perpajakan, finance, atau akuntansi. Karena saat ini ada banyak sekali platform baik online maupun offline yang dapat membantu kita. Salah satunya adalah Finata,

Finata merupakan layanan jasa keuangan yang dapat membantu sebuah perusahaan melakukan perencanaan, pembukuan, hingga pengendalian kinerja bisnis. Perusahaan ini menyediakan software yang bisa diakses kapan pun dan di mana pun dengan mudah, dengan biaya yang sangat terjangkau.

Tidak hanya soal finansial, perusahaan ini juga mampu membantu Anda dalam mengelola perpajakan sehingga masalah-masalah perpajakan yang dihadapi bisa diminimalisasi dan diatasi dengan baik. Jika menggunakan jasa Finata, Anda tidak perlu lagi mengalami kesulitan saat akan melakukan pelaporan atau penyetoran.

Menarik bukan?

Nah, itulah ulasan tentang beberapa masalah pajak yang sering dihadapi oleh startup dan beberapa hal yang dapat mengatasinya. Mendirikan sebuah usaha memang tidak mudah, tetapi bukan berarti kita tidak perlu berusahan untuk membuat perusahaan kita tetap stabil.

Jika perpajakan dan finance masih menjadi masalah utama perusahaan, pastikan Anda menggunakan jasa Finata untuk mengatasi semuanya. Semoga informasi di atas bermanfaat.

Jago Akuntansi Hanya dalam 1 Jam dengan 4 Langkah Berikut

Cara cepat belajar akuntansi dasar tanpa pusing. 1 jam langsung jago!

Peran akuntansi dalam kegiatan bisnis sangat penting. Selain menyediakan informasi lengkap terkait kondisi keuangan perusahaan, akuntansi juga bisa menjadi alat evaluasi sekaligus kontrol finansial yang dibutuhkan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Memahami teori akuntansi dasar merupakan salah satu kunci menuju kesuksesan berbisnis. Jangan khawatir kalau Anda masih asing dengan disiplin ilmu yang satu ini. Berikut kiat mudah dan cepat jago akuntansi untuk pemula.

  • Pahami Dulu Definisi Akuntansi

Sumber : nasional.republika.co.id

Peribahasa “Tak kenal maka tak sayang” juga berlaku saat belajar akuntansi. Untuk bisa menguasai teorinya, Anda perlu tahu lebih dulu apa itu definisinya. Secara ringkas, akuntansi adalah kegiatan mencatat, mengklasifikasi, mengolah serta menyajikan segala data yang berkaitan dengan keuangan agar bisa digunakan sebagai bahan evaluasi maupun pengambilan keputusan.

  • Hafalkan Nama, Nomor Akun, dan Saldo Normal

Sumber : antaranews.com

Untuk membuat proses penyusunan laporan menjadi lebih mudah dan sistematis, akuntansi dibagi menjadi beberapa nama akun, lengkap dengan nomor dan saldo normalnya. Berikut daftar akun dasar yang wajib dihafal dalam teori akuntansi.

Nama AkunNomor AkunSaldo Normal
Aset/Harta1Debit
Utang2Kredit
Modal3Kredit
Pendapatan4Kredit
Biaya/Beban5Debit

Dari kelima akun di atas, ada ratusan akun turunan lain yang menggolongkan apakah jenis transaksi termasuk dalam aset, utang, modal, pendapatan, atau biaya/beban. Adapun pembagian nomor akunnya sebagai berikut:

  • Akun Aset = 1-199
  • Akun Utang = 200-299
  • Akun Modal = 300-399
  • Akun Pendapatan = 400-499
  • Akun Biaya/Beban = 500-599
  • Pahami Dasar-Dasar Akuntansi

Sumber : Jurnal.id

Untuk bisa jago akuntansi, pahami dengan baik dasar-dasarnya. Selain rumus baku Harta = Utang + Modal, Anda juga wajib menguasai konsep debit & kredit, membuat jurnal dan buku besar, neraca saldo, sampai penyajian laporan keuangan.

Selain itu, pahami juga konsep persamaan dasar akuntansi, yakni hubungan antara harta, utang, serta modal yang dimiliki sebuah bisnis/perusahaan. Hal ini penting, sebab setiap transaksi yang terjadi harus selalu dicatat dalam aktiva dan pasiva. Ingat, keseimbangan 2 aspek tersebut wajib dipertahankan demi stabilnya kondisi keuangan.

  • Ketahui Siklus Akuntansi

Sumber : Pixabay.com

Siklus akuntansi merupakan proses yang harus dikerjakan agar dapat menghasilkan informasi berupa laporan keuangan (financial report) yang benar, sistematis, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Siklus akuntansi sendiri terbagi menjadi 4 tahapan:

  • Pencatatan 
  • Penggolongan
  • Pengikhtisaran
  • Pelaporan 

Pada dasarnya, memahami akuntansi bukanlah hal yang sulit. Terlebih di era digital seperti sekarang, urusan penyusunan laporan keuangan jadi lebih mudah dengan kehadiran software keuangan semacam Finata.

Finata sebagai platform akuntansi online dapat membantu Anda memahami sekaligus menyelesaikan segala kebutuhan akuntansi bisnis dengan praktis dan mudah. Finata juga dilengkapi dengan fitur andalan seperti koreksi fiskal untuk menghitung kewajiban pajak perusahaan dan analisis kesehatan bisnis Anda. 

Ayo, registrasi sekarang. Ada penawaran GRATIS SELAMANYA untuk UMKM dengan omzet Rp300jt ke bawah!

Ingin Bisnis Sukses? Pastikan Sudah Mengantongi 5 Data Akuntansi Berikut

5 data akuntansi penting dalam bisnis. Wajib untuk usaha jenis apa pun!

Catatan keuangan atau pembukuan merupakan suatu hal yang vital dalam setiap kegiatan bisnis, baik yang berskala besar maupun kecil. Tak peduli seberapa besar aset yang dimiliki, jika perusahaan tidak menerapkan pola manajemen finansial yang bagus, lambat laun pasti akan mengalami kebangkrutan.

Kita barangkali bisa belajar dari Marvel Entertainment. Tahun 1996 silam, perusahaan buku komik raksasa yang sukses melahirkan sejumlah superhero terkenal seperti X-Men, Captain America, dan Spider-Man ini ternyata nyaris gulung tikar akibat didera krisis keuangan. 

Ancaman bangkrut semacam itu bisa dihindari dengan menerapkan data akuntansi yang akurat, baik berupa catatan manual (kertas) maupun sistem komputerisasi. Berikut 5 data akuntansi yang wajib digunakan dalam kegiatan bisnis.

  1. Formulir

Sumber : Jurnal.id

Formulir merupakan jenis dokumen akuntansi yang digunakan untuk mencatat atau merekam setiap transaksi yang terjadi dalam kegiatan usaha. 

  1. Jurnal

Sumber : Slideshare.net

Jurnal merujuk pada data akuntansi yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan, serta merangkum segala catatan keuangan. Nah, hasil dari perangkuman ini kemudian diterbitkan ke dalam buku besar (jurnal). Berdasarkan fungsinya, jurnal terdiri dari:

  • Jurnal Penerimaan Kas > Dipakai untuk mencatat transaksi penerimaan kas
  • Jurnal Pengeluaran Kas > Digunakan untuk mencatat segala transaksi kas keluar
  • Jurnal Pembelian > Khusus digunakan untuk mencatat segala transaksi pembelian secara kredit. Untuk pembelian tunai dimasukkan ke Jurnal Pengeluaran Kas
  • Jurnal Penjualan > Khusus digunakan untuk mencatat segala transaksi penjualan secara kredit. Untuk penjualan tunai dimasukkan ke Jurnal Penerimaan Kas
  • Jurnal Umum > Jurnal ini dipakai untuk mencatat penyesuaian pembukuan, koreksi transaksi, serta transkasi keuangan lain yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus.
  1. Buku Pembantu 

Sumber : Slideplayer.info

Biasa disebut dengan Subsidiary Ledger—berisi daftar rekening pembantu dalam proses perincian data keuangan, misalnya mengklasifikasikan jenis transaksi yang terjadi antarperusahaan.

  1. Buku Besar

Sumber : Merdeka.com

Buku Besar atau General Ledger terdiri dari daftar rekening yang digunakan untuk meringkas segala data dan transaksi keuangan yang sudah dicatat dalam jurnal. Data dari Buku Besar inilah yang digunakan untuk menyajikan laporan keuangan.

  1. Laporan

Sumber : Jurnal.id

Segala kegiatan akuntansi seperti neraca, laporan laba rugi, perubahan modal, biaya pemasaran, daftar utang, saldo persediaan, dan lain-lain dimasukkan dalam buku Laporan.

Akuntansi Rumit? Software Keuangan Solusinya

Bagi yang masih awam dengan teori akuntansi, pembukuan di atas mungkin terkesan rumit. Meski begitu, jangan sampai Anda mengabaikannya, ya. Data akuntansi sangat penting digunakan sebagai indikator bisnis—apakah keuangan perusahaan Anda baik-baik saja atau justru sedang dalam kondisi mengkhawatirkan.

Untuk Anda yang mengalami kesulitan dalam menganalisa kesehatan bisnis maupun usaha, menggunakan software ataupun aplikasi akuntansi seperti Finata bisa menjadi solusi. Software ini memiliki berbagai fitur akuntansi yang dibutuhkan dalam kegiatan bisnis jenis apa pun, salah satunya perhitungan pajak lengkap dengan analisisnya. Ayo, registrasi sekarang untuk bisnis yang lebih praktis, efisien, dan menguntungkan! 

Design a site like this with WordPress.com
Get started